Sugeng Riyanto Sukes Jadi Pelopor Pertanian Organik - Berkah Program Desa Makmur Peduli Api

Program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat untuk menekan dampak kebakaran hutan terus dilakukan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. Perusahaan produsen kertas ini terus mengoptimalkan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Program berbasis komunitas ini bertujuan mencegah kebakaran hutan dan deforestasi, sekaligus mengembangkan alternatif pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat, seperti di bidang pertanian pangan, hortikultura, peternakan, kehutanan dan perikanan.

Konsistensi perseroan melakukan pemberdayaan masyarakat ini, membuahkan hasil. Hal inilah yang dirasakan Sugeng Riyanto (40), petani asal Desa Simpang Heran, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan berhasil meningkatkan produktivitas hasil panen padinya setelah beralih ke pengembangan pertanian organik. Sebelumnya, Sugeng menghasilkan sekitar 23 karung padi (gabah) dalam sekali panen per hektare, kini meningkat menjadi 31 karung per hektare. Salah satu petani di desanya bahkan berhasil meningkatkan produktivitas dari 8 karung menjadi lebih dari 30 karung, dengan rata-rata berat satu karung adalah 80 kilogram.”Secara kualitas, padi yang kami hasilkanpun terlihat lebih bening, padat, dan berisi," ungkap Sugeng.

Berpuluh tahun Sugeng menjalani profesi sebagai petani dengan berbekal pengetahuan turun-temurun. Tak pernah terpikir olehnya bahwa membuka lahan dengan cara membakar akan berdampak negatif bagi lingkungan dannbahkan menurunkan kualitas tanah. Namun, semakin lama Sugeng merasa tanah di tempat tinggalnya tidak lagi subur. Alasan inilah yang membuat Sugeng gusar. Dirinya pun bertekad untuk mengelola pertanian dengan lebih ramah lingkungan.

Dengan semangat untuk menjaga lahan agar semakin produktif, Sugeng pun mengikuti program Desa Makmur Peduli Apiyangbekerja sama dengan komunitas Ga Ge Go Organik (3G O)untuk memberikan pembinaan pertanian organik. Dia pun mengajak para petani lainnya untuk ikut serta. Menurut Sugeng, upaya untuk mensosialisasikan pertanian organik kepada petani lain di desanya sempat mendapatkan tanggapan miring. Maklum, pertanian organik bukanlah hal yang familiar bagi para petani di Desa Simpang Heran, sehingga banyak yang menyepelekan dan mengacuhkan ajakan Sugeng untuk bertani organik.”Awalnya sulit sekali mensosialisasikan pertanian organik kepada sesama petani, karena membuka lahan pertanian dengan membakar sudah jadi cara yang kami lakukan sejak dulu,” cerita Sugeng.

Kini dengan pembinaan dari DMPA dan komunitas 3G O, Sugeng dan Kelompok Tani Wonotirto yang dia pimpin mulai meninggalkan kebiasaan membakar dan menggantinya dengan menggunakan cara tebas manual. Jerami dari padi dan batang jagung hasil produksi kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk membuat pupuk kompos.

Pestisida Nabati

Kelompok Tani Wonotirto juga mengembangkan pertanian organik dengan membuat pestisida nabati (pesnab), kalium, dan hormon untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Seluruh proses pembuatannya pun menggunakan bahan-bahan dari alam. Pesnab dibuat menggunakan bahan dasar kotoran hewan, gula merah, buah bintaro, lengkuas, bongkol pisang, air kelapa, dan starter (bahan tambahan yang digunakan pada tahap awal proses fermentasi). Kalium dibuat dengan bahan dasar serabut dan air kelapa, air hujan, dan juga starter.

Sementara pembuatan hormon dilakukan dengan menggunakan bahan dasar kunyit, susu, madu, telur ayam atau bebek, gula, starter, dan air kelapa.”Bahan-bahan dalam pembuatan pesnab, pupuk kompos, kalium, dan hormon yang bersifat organik ini semuanya kami dapatkan dari lingkungan sekitar, sehingga dapat menekan pembiayaan total dalam sekali panen sebesar 30%," ungkap Sugeng.

Sugeng dan Kelompok Tani Wonotirto mengelola pertanian di areal tanaman kehidupan yang disediakan oleh PT Bumi Andalas Permai, mitra pemasok APP Sinar Mas. Area tanaman kehidupan tersebut memiliki luas 1.900 hektare yang terbagi dalam tiga desa, yaitu Desa Simpang Heran, Desa Bukit Batu, dan Dusun Belanti Jaya Desa Banyu Biru.

Kini program pertanian organik dari program DMPA PT Bumi Andalas Permai di Kecamatan Air Sugihan telah diikuti oleh 13 kelompok tani dengan total lahan sebanyak 325 hektare. Selain penyediaan lahan dan pembinaan, program DMPAjugamenyediakan sarana produksi pertanian dan alat mesin pembuat kompos untuk membantu petani. Pada musim panen tahun2019, penyuluhan pertanian yang mengaplikasikan bahan organik mengalami peningkatan dari sisi produksi sebesar 35%.”Banyak petani beranggapan kalau pertanian organik lebih sulit dan melelahkan. Namun, ketika mereka melihat langsung hasil pertanian organik yang lebih hemat biaya, lebih cepat panen, dan lebih tinggi produktivitasnya, barulah mereka mulai membuka mata,”kata Sugeng.

Direktur Sustainability Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, Elim Sritaba pernah bilang, APP Sinar Mas mengalokasikan dana sebanyak US$10 juta dalam program DMPA untuk dikelola sebagai dana bergulir oleh masyarakat di 500 desa. Hasil pemantauan di 78 desa yang telah tergabung dalam program DMPA sejak 2016 membuktikan program ini memberikan dampak nyata. Sekitar 85% dari desa-desa tersebut mampu menekan angka kebakaran di tahun 2018 dibandingkan tahun 2016. Program DMPA juga berkontribusi dalam menjaga area hutan di sekitar kawasan desa.Saat ini, program DMPA telah berjalan di 267 desa.“Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, organisasi swadaya masyarakat, dan pelaku usaha lainnya sangat penting. Hanya dengan bekerja sama kita bisa mendapatkan solusi menyeluruh dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini,”ujarElim.

BERITA TERKAIT

Peduli Sisi Kemanusiaan - RFB Gelar Donor Darah Diikuti Oleh 200 Peserta

Di balik geliat bisnis PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di industri bursa berjangka, perseroan selalu menjaga keseimbangan dalam melaksanakan peran…

Dukung Program Penghapusan Stunting - Indocement Beri Makanan Tambahan Anak Sekolah

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan juga dukungan kepada pemerintah dalam menghapus stunting atau gizi buruk, manajemen industri…

Pabrik di Pati Dilalap Api - Garudafood Belum Taksir Nilai Kerugian

NERACA Jakarta – Musibah kebakaran yang terjadi di area gudang bahan kemasan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) di…

BERITA LAINNYA DI CSR

Dukung Program Penghapusan Stunting - Indocement Beri Makanan Tambahan Anak Sekolah

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan juga dukungan kepada pemerintah dalam menghapus stunting atau gizi buruk, manajemen industri…

Peduli Sisi Kemanusiaan - RFB Gelar Donor Darah Diikuti Oleh 200 Peserta

Di balik geliat bisnis PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di industri bursa berjangka, perseroan selalu menjaga keseimbangan dalam melaksanakan peran…

Komitmen Indosat Sebarkan Pesan Positif - Menyelamatkan Generasi Muda Lewat Bijak Bersosmed

Di era digital saat ini, berbagai macam informasi mudah didapatkan yang tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Dibalik pluas…