Kini Likuiditas Sarana Menara Makin Tebal - Infotek Raih Pinjaman Rp 500 Miliar

NERACA

Jakarta – Setelah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berhasil mendapatkan fasilitas pinjaman sekita Rp 721,03 miliar dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation, kini giliran PT Iforte Solusi Infotek, cucu usaha perseroan memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp 500 miliar dari MUFG Bank Ltd Cabang Jakarta.

Sekretaris Perusahaan TOWR, Irfan Ghazali dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, Iforte telah menandatangani perjanjian dengan MUFG pada tanggal 6 Februari 2019 silam. Jangka waktu fasilitas pinjaman ini selama tiga tahun sejak perjanjian, Iforte wajib membayar bunga fasilitas pinjaman satu bulan JBOR dan margin sebesar 1,75% pertahun.

Pinjaman ini merupakan tranksaksi afiliasi sebab Protelindo bertindak sebagai penjamin dari pinjaman ini, karena 99% saham Iforte dikuasai oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), sementara TOWR memiliki secara langsung 99,9997% saham Protelindo. Maka dengan fasilitas pinjaman tersebut, kini TOWR maunpun cucu usahanya memiliki likuiditas yang cukup tebal guna mendanai ekspansi bisnisnya.

Asal tahu saja, TOWR mendapatkan fasilitas pinjaman senilai 5,67 miliar yen atau sekitar Rp 721,03 miliar dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Cabang Singapura. Fasilitas pinjaman tersebut nantinya akan digunakan oleh anak usaha Sarana Menara Nusantara, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Protelindo diketahui memiliki dua anak usaha, antara lain PT Iforte Solusi Infotek dan PT Komet Infra Nusantara (KIN).

Protelindo merupakan perusahaan yang 99,99% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Sarana Menara Nusantara. Sementara, Iforte Solusi Infotek sebanyak 99,99% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Protelindo. Demikian pula KIN yang 99,99% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Protelindo.

Kata Irfan Ghazali, pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai kebutuhan umum, modal kerja serta untuk pembayaran biaya dan pengeluaran dari Protelindo. "Fasilitas pinjaman ini bertenor tiga tahun dan enam bulan sejak tanggal penandatanganan. Bunga atas fasilitas pinjaman per tahun dari Tokyo Interbank Offering Rate (TIBOR) dan margin yang berlaku sebesar 0,70% per tahun,”ujarnya.

Lebih lanjut Irfan menjelaskan bahwa maka masing-masing anak perusahaan dari Protelindo, yakni Iforte Solusi Infotek dan KIN juga ikut menandatangani perjanjian penanggungan perusahaan dan penggantian kerugian perusahaan. Dalam hal ini, Iforte Solusi Infortek dan KIN akan menjamin kewajiban atau bertindak sebagai penjamin dari Protelindo sehubungan dengan fasilitas pinjaman yang ditandatangani pada 4 Februari 2019 itu.

BERITA TERKAIT

Perlonggar Likuiditas, Jika Ingin Memacu Pertumbuhan

Oleh: Piter Abdullah R, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Untuk pembenahan sektor manufaktur, kuncinya adalah bagaimana…

Bupati Serang Optimis Raih WTP Tanpa Catatan

Bupati Serang Optimis Raih WTP Tanpa Catatan NERACA Serang - Bupati Serang, Banten, Ratu Tatu Chasanah optimis akan meraih kembali…

Astra Agro Bagikan Dividen Rp 648 Miliar

NERACA Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memutuskan untuk membagikan dividen…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…