Transaksi Sepekan Capai Rp 10,04 Triliun

NERACA

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan kemarin menunjukkan tren positif. Dimana pada penutupan perdagangan pekan kemarin, IHSG menguat sebesar 0,86% ke level 6.538,64 dari 6.482,84 pada penutupan pekan sebelumnya. Seiring peningkatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan sebesar 0,99% menjadi sebesar Rp7.431,27 triliun dari Rp7.358,76 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, BEI juga mengungkapkan, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 0,67% menjadi Rp10,04 triliun dari Rp9,98 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Kemudian, rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan sebesar 0,66% menjadi 13,20 miliar unit saham dari 13,11 miliar unit saham dari pekan lalu. Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 1,46% menjadi 475,92 ribu kali transaksi dari 482,96 ribu kali transaksi dari pekan lalu.

Pada pekan kemarin investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp3,7 triliun dan sampai dengan hari pertama bulan Februari 2019 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp14,51 triliun. Kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino, penguatan IHSG di akhir pekan kemarin dipengaruhi oleh beberapa sentimen positif baik dari eksternal maupun internal. “Dari eksternal terutama pernyataan dari bank sentral amerika yang akan menunda kenaikan suku bunga acuan di tahun ini dan naiknya komoditas tambang mineral, yaitu nikel dan timah,"ujarnya.

Sementara itu, lanjut Mino, sentimen positif dari internal penguatan nilai tukar rupiah, laporan keuangan emiten dan data inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi.”Sedangkan katalis negatif adalah aksi ambil untung oleh investor sehingga sempat membawa indeks ke zona merah," ujar Mino.

Di awal perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG dibuka menguat 19,09 poin atau 0,29% ke posisi 6.552,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 4,66 poin atau 0,45% menjadi 1.043,63.”Memasuki bulan kedua tahun 2019, dan awal bulan di mana akan terlansir data perekonomian inflasi dan data kedatangan turis yang disinyalir akan terkendali serta dalam peluang adanya peningkatan yang merupakan faktor yang dapat memberi sentimen positif terhadap pola gerak IHSG," kata Analis sekaligus Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya.

Selain itu, lanjutnya, masih terus berlangsungnya arus modal asing (capital inflow) dapat mendongkrak kenaikan IHSG hingga beberapa mendatang.

BERITA TERKAIT

Sektor Riil - Kontribusi Manufaktur Capai 20%, RI Duduki Posisi ke-5 Dunia

NERACA Jakarta – Industri manufaktur memegang peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, industri manufaktur mampu memberikan kontribusi kepada…

Pacu Penjualan Rumah Murah - Hanson Bidik Dana Rights Issue Rp 8,78 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menggenjot pertumbuhan bisnis penjualan rumah murah, PT Hanson International Tbk (MYRX) bakal menggalang pendanaan…

UNTR Bagikan Dividen Rp 4,45 Triliun

NERACA Jakarta – Meskipun harga komoditas belum punih semuanya, emiten alat berat, PT United Tractors Tbk (UNTR) masih berkomitem untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…