Hortikultura dan Peternakan Picu NTP Banten Turun 0,27 Persen

Hortikultura dan Peternakan Picu NTP Banten Turun 0,27 Persen

NERACA

Serang - Penurunan nilai tukar petani (NTP) Subsektor Tanaman Hortikultura dan Peternakan memicu anjloknya NTP Banten pada Desember 2018 dari 100,79 menjadi 100,52, atau turun 0,27 persen dibandingkan November.

“NTP Subsektor Tanaman Hortikultura turun 1,90 persen dan NTP subsektor peternakan turun 0,30 persen, sementara subsektor tanaman pangan naik 0,19 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,29 persen dan subsektor perikanan turun 0,45 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, Selasa (29/1).

Indeks harga yang diterima petani (It) Banten mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen dibanding It November, yaitu naik dari 137,70 menjadi 137,94. Kenaikan It itu disebabkan oleh naiknya It pada Subsektor Perikanan sebesar 0,99 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,67 persen, Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,65 persen dan Subsektor Peternakan sebesar 0,21 persen.

Indeks harga yang dibayar petani (Ib) terdiri dari konsumsi rumah tangga (KRT) dan biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM), pada Desember mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen."Ini terjadi karena naiknya indeks harga pada Indeks KRT sebesar 0,52 persen dan kenaikan indeks harga pada Indeks BPPBM sebesar 0,15 persen," kata soebeno.

Kenaikan indeks KRT disebabkan oleh naiknya indeks harga pada hampir semua kelompok yaitu kelompok bahan makanan; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, tembakau; kelompok perumahan; kelompok sandang; kelompok kesehatan; dan kelompok transportasi dan komunikasi. Sementara itu, kenaikan pada indeks BPPBM disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bibit; kelompok pupuk, obat-obatan dan pakan; kelompok biaya sewa dan pengeluaran lain; kelompok transportasi; kelompok penambahan barang modal; dan kelompok upah buruh.

Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi atau deflasi di pedesaan. Pada bulan Desember 2018, dari pantauan di empat Kabupaten di Provinsi Banten terjadi inflasi di perdesaan sebesar 0,52 persen. Inflasi perdesaan ini terjadi hampir pada semua kelompok pengeluaran kecuali kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.

Sementara itu nilai tukar usaha pertanian (NTUP) Banten mencapai 107,38 atau mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen. Hal tersebut terjadi karena laju kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,18 persen lebih cepat dari laju kenaikan indeks BPPBM sebesar 0,15 persen. Jika dilihat per subsektor, kenaikan NTUP disebabkan oleh naiknya NTUP pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,65 persen, subsektor Tanaman Perikanan sebesar 0,59 persen dan subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,51 persen. Ant

BERITA TERKAIT

Menkop dan Menpar Membuka Sanur Village Festival 2019

Menkop dan Menpar Membuka Sanur Village Festival 2019   NERACA Denpasar - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga bersama Menteri Pariwisata…

Gubernur Banten Tandatangani SK 50 Anggota DPRD Kabupaten Lebak

Gubernur Banten Tandatangani SK 50 Anggota DPRD Kabupaten Lebak   NERACA Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menandatangani Surat Keputusan…

KPK Bantu Selamatkan Aset BMD dan Piutang Pajak Sultra Rp1,2 Triliun

KPK Bantu Selamatkan Aset BMD dan Piutang Pajak Sultra Rp1,2 Triliun   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantu Pemerintah…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Bamus Betawi Adakan Syukuran Delapan Pengurus Jadi Wakil Rakyat

Bamus Betawi Adakan Syukuran Delapan Pengurus Jadi Wakil Rakyat  NERACA Jakarta - Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus) Betawi menggelar acara…

GT Radial & IRC Berhasil Meraih TOP Brand Award 2019

GT Radial & IRC Berhasil Meraih TOP Brand Award 2019 NERACA Jakarta - PT Gajah Tunggal Tbk selaku produsen ban…

Legislator: Upaya Penghentian Tumpahan Minyak Pertamina Sudah Tepat

Jakarta- Anggota Komisi VII DPR Kurtubi menegaskan bahwa upaya yang dilakukan Pertamina untuk mengatasi tumpahan minyak di Karawang sudah tepat,…