BEEF Targetkan Laba Bersih Rp 80 Miliar

NERACA

Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) atau lebih dikenal Kibif langsung pacu ekspansi bisnisnya. Bahkan tahun ini, perusahaan menargetkan laba bersih Rp 80 miliar. Asal tahu saja, perusahaan yang bergerak di industri daging olahan sapi ini yakin laba tahun 2018 bisa mencapai Rp 25 miliar.

Direktur Utama BEEF, Yustinus Sadmoko mengatakan, tahun 2019 ini pihaknya semakin yakin laba bersih akan tembus sesuai target. “Hal ini didukung dengan adanya peningkatan penjualan menjadi Rp 1,4 triliun pada tahun 2019. Untuk tahun 2018 penjualan diperkirakan akan tembus Rp 900 miliar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Salah satu upaya untuk menggenjot keuntungan adalah dengan melakukan ekspansi pabrik. Total dana yang disiapkan untuk invetasi ini sebesar Rp 100 miliar. Naik dari investasi belanja modal tahun 2018 sebesar Rp 50 miliar. “Pemasaran 100% masih untuk pasar dalam negeri, utamanya tersebar di Jabodetabek. Namun kami juga sudah hadir di kota-kota besar seluruh Indonesia. Kami sedang mengkaji juga untuk memasuki pasar ekspor,” ujar Yustinus.

Selain fokus pada pengembangan daging sapi olahan, BEEF juga berencana untuk mengembangkan usaha penjualan dan peternakan sapi. Perusahaan memiliki usaha penggemukan dan penjualan sapi dengan kapasitas mencapai 1.000 ekor sapi setiap bulannya. Usaha ini melengkapi bisnis daging olahan mereka yang mencapai 1.500 ton per bulan.

Kata Direktur PT Estika Tata Tiara Tbk, Wiryo Subagyo, nantinya untuk lini bisnis peternakan sapi akan ditingkatkan dari 1.000 sapi setiap bulannya menjadi 2.000 sapi. Pengembangan ini didanai dengan anggaran belanja modal keseluruhan yang mencapai Rp 100 miliar. “Untuk peternakan dan pembesaran sapi kami memiliki lahan 20 hektare. Saat ini sekitar 500 sapi dijual langsung dan sisanya sekitar 500 sapi lainnya akan kami masukkan ke rumah potong dan dijual dalam bentuk daging,” ujar Wiryo.

Kapasitas kandang milik perusahaan saat ini sekitar 8.000 ekor, jadi masih cukup untuk adanya penambahan sapi sesuai rencana. Asal tahu saja, sepanjang tahun 2018 lalu total sapi yang sudah dijual mencapai 12.000 sapi. Saat melakukan IPO tercatat saham BEEF langsung melonjak 50%. Tercermin juga dari animo investor yang cukup besar. Tercatat permintaan saham BEEF pada saat masa bookbuilding mencapai 86,11 kali. Dari hajatan IPO, Kibif meraup dana sekitar Rp 128,13 miliar.

BERITA TERKAIT

Mayora Targetkan Penjualan Tumbuh 11,1%

Masih terjaganya daya terjaganya daya beli masyarakat menjadi optimisme pelaku industri makanan dan minuman (mamin) dan consumer goods bila tahun…

Targetkan Beroperasi Agustus - Pabrik MGRO di Dumai Sudah Capai 70%

NERACA Jakarta – Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) mengungkapkan, saat ini progres pembangunan pabrik refinery atau…

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…