GOLD Berencana Menggelar Right Issue - Tambah Menara Hingga 500

NERACA

Jakarta – Tambah menara telekomunikasi menjadi 500 tower, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) tengah menghimpun dana di pasar. Dimana sumber dana pendanaan akam diambil lewat rencana perseroan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.”Tahun depan, kita akan gelar rights issue untuk menambah menara hingga 500 dari sebelumnya 305 menara,”kata Direktur Utama GOLD, Paulus Ridwan Purawinata di Jakarta, kemarin.

Hanya saja, lanjutnya, rencana itu tergantung manajemen GOLD setelah transaksi pengambilalihan 51% saham perseroan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). “Jika transaksi closing, bisa saja kami ini jajaran manajemen GOLD diganti sesuai keinginan pemegang saham mayoritas baru,”tuturnya.

Menurut Paulus, transaksi pengambilalihan 160.446.200 saham perseroan milik PT Amanda Cipta Persada, PT Mulia Sukses Mandiri, Scavino Ventures Ltd dan Jonathan Chang, PT Lancar Distrindo dan PT Sukses Prima Sakti diharapkan rampung sebelum tanggal 25 Desember 2018.“Saya dengar closing-nya sebelum tanggal 25 Desember, setelah terjadi perubahan pemegang saham mayoritas maka dilanjutkan dengan penawaran wajib oleh TBIG,” kata dia.

Sebagai informasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk telah menandatangani perjanjian jual beli saham untuk dapat menyerap hingga 51% kepemilikan PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. Disebutkan, pelaksanaan penandatanganan perjanjian jual beli saham dilakukan pada 30 November 2018. TBIG mengambil alih 160.446.200 lembar atau 51% saham Visi Telekomunikasi Infrastruktur atau GOLD yang sebelumnya digenggam oleh PT Amanda Cipta Persada, PT Mulia Sukses Mandiri, Scavino Ventures Ltd., Jonatahan Chang, PT Lancar Distrindo, dan PT Sukes Prima Sakti.

Kata Direktur Tower Bersama Infrastructure, Helmy Yusman Santoso, perseroan berencana membeli 160.446.200 saham milik para penjual yang apabila diselesaikan, maka akan mengakibatkan perubahan pengendalian pada GOLD. Dirinya menegaskan, pada tanggal pengumuman negosiasi ini diterbitkan, baik secara langsung maupun tidak langsung TBIG tidak memiliki efek yang diterbitkan oleh GOLD dan posisi TBIG merupakan calon pengendali langsung baru.

Perseroan menjelaskan, tujuan dari pengambilalihan saham ini yaitu untuk mengembangkan usaha dan memperluas jaringan usaha perseroan, serta memperkuat bisnis perseroan di bidang jasa infrastruktur telekomunikasi. Tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal berkisar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Dimana sebagian besar belanja modal diambil dari pendanaan internal.

Selain itu, lanjut Helmy, perseroan juga berencana menambah 2.500 tenant, baik di pulau Jawa dan di luar Jawa. Penambahan tenant yang akan dilakukan oleh TBIG ini akan sangat tergantung pada permintaan operator telekomunikasi mendatang. Perusahaan akan siap mendukung ekspansi yang akan dilakukan oleh operator telekomunikasi.

BERITA TERKAIT

Dinas: 2019 Tol Bocimi Beroperasi Hingga Sukabumi

Dinas: 2019 Tol Bocimi Beroperasi Hingga Sukabumi NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memperkirakan pada 2019 Jalan…

Saragota Investasi Tambah Saham di MPMX

PT Saratoga Investasi Sedaya Tbk (SRTG) berniat menambah kepemilikan sahamnya di PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Untuk itu perusahaan…

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…