Indika Bagikan Dividen Interim Rp 54,43

Emiten pertambangan, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan membagikan dividen interim tahun buku 2018 sebesar Rp 54,43 per saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 11 Desember 2018. Sedangkan cum dividen pasar tunai dan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen interim atau recording date pada 13 Desember 2018.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, dividen interim bakal dibagikan pada tanggal 28 Desember 2018. Dividen payout ratio atau rasio dividen INDY ini mencapai 17,70% terhadap laba per saham hingga akhir kuartal ketiga 2018 yang mencapai US$ 0,0215 per saham dasar dan nilai tukar Rp 14.300 per dollar Amerika Serikat.

Sedangkan dividen yield Indika Energy sebesar 2,73%. Kemarin, harga saham INDY ditutup pada level Rp 1.955 per saham. Sebagai informasi, tahun depan perseroan memproyeksikan total cadangan batu bara Kideco Jaya Agung bisa mencapai 500 juta metrik ton pada 2019.

Direktur Indika Energy, Azis Armand pernah bilang, peningkatan cadangan batu bara tersebut berasal dari empat wilayah usaha penambangan (WUP). Empat WUP tersebut adalah Roto Samurangau, Susubang Uko, Samu Biu dan Pinang Jatus. “Samurangau dan Pinang masih dalam tahap eksplorasi. Mayoritas dari Roto dan Susubang. [Penaikan] sebagian besar dari yang eksisting,"ujarnya.

Dalam laporan eksplorasi September 2018, luas empat lahan WUP tersebut mencapai 47,5 ha. Adapun, total cadangan Kideco pada 2018 sekitar 422 juta ton. Hingga saat ini, Kideco memiliki 50 pelanggan yang berasal dari 16 negara. Perseroan juga akan membangun gudang di Kalimantan Timur, melalui PT Kariangau Gapura Terminal Energi (KGTE), dengan nilai investasi sekitar US$108 juta, atau sekitar Rp1,5 triliun.

BERITA TERKAIT

Mardani Terpilih Ketum HIPMI 2019-2022

Hasil musyawarah nasionak (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memilih Mardani H. Maming (Mardani) sebagai ketua umum HIPMI Priode 2019-2022…

Kalbe Farma Raih Lisensi Obat Untuk Tumor

Jaga pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi PT Kalbe Genexine Biologics (KG Bio) yang merupakan perusahaan patungan antara PT Kalbe Farma…

Penjualan Indocement Terkoreksi 5,8%

Sampai dengan Agustus 2019, penjualan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencapai 1,6 juta ton atau terkoreksi 5,8% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…