Usaha Ayam Bakar Masih Terus Ngebul

Daging ayam, bisa dibilang, salah satu bahan makanan yang aman bagi usaha kuliner. Aman maksudnya memiliki banyak penggemar. Berbeda dengan daging sapi, kambing atau ikan yang seringkali menjadi pantangan bagi segelintir orang. Wajar bila usaha kuliner ayam pun seakan tak pernah mati. Besarnya pasar lokal membuat bisnis makanan ini tetap menjanjikan. Alhasil, banyak pemain baru bermunculan, disisi pemain lama yang kian eksis. Tak lupa, mereka juga membuka kerjasama kemitraan. Seperti Irwan Wijaya, pemilik Ayam Bakar Kacalada yang melebarkan sayap bisnisnya lewat kemitraan. Terhitung sejak Maret sampai Juli 2018 sudah ada enam mitra yang bergabung. Gerai mitra tersebar di seputar Jawa Barat. Sekadar info, Irwan membuka usaha tersebut sekitar lima tahun lalu di Bandung, Jawa Barat. Sama seperti merek usahanya, menu yang dijual adalah ayam goreng dan ayam bakar dengan sambal jeletot. Harganya pun dibuat bersahabat dengan kantong yaitu mulai dari Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per porsi. Irwan mengklaim, kelebihan produknya terletak pada kenikmatan produknya yang khas. "Kami membuat sendiri kecap, bumbu, dan kompor untuk proses bakarnya sehingga rasanya berbeda dengan lainnya," katanya. Ayam Bakar Kacalada menawarkan kemitraan dengan investasi Rp 8,5 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra adalah satu unit kompor, bahan baku untuk 500 porsi, branding, dan pelatihan. Irwan mewajibkan setiap mitra untuk mengambil bumbu dari pusat. Tujuannya untuk menciptakan rasa yang sama disetiap gerai dan mempertahankan kualitas produk. Berdasarkan perhitungannya, dalam waktu satu sampai dua bulan mitra sudah bisa balik modal. Dengan catatan, setiap harinya bisa menjual sekitar 20 porsi. Bila dikalkulasi, total penjualannya dalam sebulan bisa mencapai Rp 11 juta. Setelah dikurangi biaya produksi dan operasional, porsi keuntungan bersih yang bisa dikantongi oleh mitra sekitar 30%-35% dari total omzet saban bulannya. Untuk tahun ini, Irwan memasang target bisa membuka gerai mitra di setiap provinsi di Indonesia. Ia ingin mereknya dapat dikenal serta memperluas jangkauan pasar. Selain Ayam Bakar Kacalada, pemain lain yang menikmati gurihnya usaha makanan berbahan dasar ayam adalah Ayam goreng dan bakar Pak Cipto . Bagi yang ingin mulai usaha seperti ini, Anda dapat bekerjasama dengan Ayam goreng dan bakar Pak Cipto dengan mengambil paket kemitraan yang sudah disediakan. Dengan modal lokasi yang cukup luas (kapasitas untuk minimal 17 meja serta area dapur), Anda dapat mengambil paket kemitraan lengkap senilai 80 juta rupiah. Dengan biaya tersebut, Anda akan mendapatkan fasilitas berupa pelatihan teknis (resep, konsep dan pelatihan SDM), seragam untuk para waiter dan waitress, mug dan piring berlogo Ayam bakar dan goreng Pak Cipto, konsultasi desain lokasi dalam bentuk 3D serta biaya promosi selama 3 bulan. Ayam goreng dan bakar Pak Cipto juga akan setia mendukung para mitranya untuk semakin maju, berinovasi dan meningkatkan omset penjualan dengan fasilitas konsultasi dari tim pusat Ayam goreng dan bakar Pak Cipto.

BERITA TERKAIT

Hasto: Struktur Partai dan Caleg Terus Lakukan Kerja Teritorial

Hasto: Struktur Partai dan Caleg Terus Lakukan Kerja Teritorial NERACA Jakarta - Beberapa jam menjelang debat ketiga Pilpres, Partai Demokrasi…

SDM Industri Kompeten Teknologi Digital Terus Dipersiapkan

NERACA Peta jalan Making Indonesia 4.0 menjadi arah dan strategi yang jelas dalam upaya mengembangkan industri manufaktur nasional agar lebih…

Terus Tumbuh - Kontribusi Manufaktur Terhadap PDB Indonesia Capai 19,86%

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian aktif memacu pertumbuhan industri manufaktur nasional. Pada tahun 2018, pertumbuhan industri nonmigas tercatat sebesar 4,77…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…