Wisata Edukasi Telaga Batu Arang - Menyulap Reklamasi Bekas Tambang Jadi Kawasan Ekowisata

Kegiatan eksplorasi pertambangan bila tidak diawasi akan memberikan dampak berarti terhadap lingkungan, maka tak ayal sejak awal eksplorasinya selalu mendapatkan resistensi dari masyarakat kendati dibalik eksplorasi pertambangan tersebut juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun menyadari kegiatan eksplorasi pertambangan harus seimbang dengan kelestarian lingkungan, menjadi aturan main yang ketat bagi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam mewujudkan kegiatan bisnis ramah lingkungan. Terlebih pasca kegiatan eksplorasi tambang yang biasanya menyisakan dampak kerusakan bagi lingkungan.

Berangkat dari hal tersebut, perseroan berupaya dan kerja keras dalam melakukan pengelolaan lingkungan, konservasi, serta pelestarian keanekaragaman hayati melaui rangkaian program-progam ESG untuk mencapai target-target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Salah satu nya adalah dengan melakukan reklamasi pada bekas kawasan pertambangan milik salah satu unit usaha BUMI, yaitu KPC, di Sangatta, Kalimantan Timur.

Kegiatan reklamasi tersebut mendapatkan apresiasi dari Kementerian ESDM untuk mengembalikan lahan agar bisa dimanfaatkan dan produktif kembali, salah satunya untuk wisata.”Reklamasi pasca tambang yang baik menjadi indikator bahwa perusahaan peduli dengan keberlangsungan lingkungan baik bagi lahan itu sendiri maupun membangun masyarakat sekitar. Untuk tempat wisata alam dan edukasi misalnya, jika dikelola dengan baik, bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitarnya,"kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Bekas lahan tambang menjadi telaga cantik hadir pula di Telaga Batu Arang, Sangatta Kalimantan Timur, hasil reklamasi pasca tambang milik PT Kaltim Prima Coal. Dengan mengangkat konsep eco tourism, kawasan seluas 270 ha dengan telaga seluas 12,43 hektar ini telah direklamasi sejak 2001. Kini menjadi wisata edukasi, kebun botani dan hewani. Berdasarkan keterangan resmi KPC disebutkan bahwa telaga di Telaga Batu Arang (TBA) yang sebelumnya kolam pengendapan telah berubah menjadi objek wisata utama, dan keanekaragaman hayati melalui rehabilitasi lahan juga telah mengundang berbagai hewan endemik.

Air dari telaga dikategorikan kelas A yakni air baku air minum oleh BPPT dan dapat menjadi sumber air PDAM. Selain telaga, beberapa area yang bisa dikunjungi saat ini yakni, Bukit Pandang menyajikan pemandangan ke berbagai arah mencakup Taman Nasional Kutai (TNK), Sungai Sangatta, Tambang KPC dan keindahan danau secara menyeluruh. Hingga saat ini, Telaga Batu Arang masih dalam proses penyiapan infrastruktur dan ujicoba berbagai objek wisata yang ada, sehingga baru dipakai untuk acara perusahaan dan kalangan terbatas. Diharapkan saat lokasi reklamasi pasca tambang ini sudah siap untuk objek wisata, akan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar tambang.

Tempat Wisata

Asal tahu saja, kawasan yang diberi nama Telaga Batu Arang  ini memiliki luas 270 Ha, termasuk telaga seluas 12,43 Ha yang memiliki kedalaman kurang lebih 35 meter. Penetapan nama Telaga Batu Arang diresmikan pada 22 April 2012 bertepatan dengan hari Bumi dan peresmiannya saat itu dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dan Alm H. Bastar yang merupakan tokoh masyarakat setempat. Kemudian TBA ditetapkan menjadi salah satu objek wisata oleh pemerintah berdasarkan SK Bupati Kutai Timur Nomor : 430/K.243/2013 tanggal 1 April 2013.

TBA direklamasi menjadi kawasan wisata ecotourism yang di desain sebagai taman wisata dengan fitur edukatif dan pengelolaannya berbasis komunitas/masyarat sehingga dapat menjadi penyangga ekonomi masyarakat sekitar. Selain telaga yang menjadi fitur utama daya tarik wisata TBA, beberapa area/klaster yang dapat dikunjungi adalah Bukit Pandang, disini pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan indah ke berbagai arah seperti Taman Nasional Kutai (TNK), Sungai Sangatta, tambang KPC, dan keindahan danau.

 

Sementara untuk menjaga keanekaragaman hayati, di TBA juga terdapat penangkaran rusa Sambar (Servus Unicolor), dan area Bird Watching untuk mengamati berbagai jenis burung yang hidup secara bebas di areal TBA. Tidak hanya itu, mengingat wilayah TBA juga berfungsi sebagai zona penyangga TNK, maka di wilayah TBA ditanam beraneka ragam tanaman yang dapat mengundang berbagai satwa endemik (burung, serangga, dsb).

Selain memberikan manfaat untuk keseimbangan ekosistem, area TBA juga menyediakan klaster-klaster yang bermanfaat untuk wisata dan edukasi, yang masih terus dibangun dan dikembangan sebagai bagian dari realisasi Rencana Pascatambang KPC. TBA juga terbuka bagi semua pihak yang bermaksud untuk melakukan penelitian, maupun kuliah di alam terbuka. Meskipun saat ini pemanfataan area TBA masih terbatas pada kegiatan perseroan dan tamu resmi perseroan, namun unit usaha perseoran, KPC masih terus mengembangkan pembangunan infrastuktur TBA sehingga wilayah ini bukan hanya dapat menjadi obyek wisata yang dapat dinikmati masyarakat, tapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kutai Timur.

Dengan adanya kawasan TBA ini, perseroan berharap dapat menginspirasi perusahaan tambang lain untuk memanfaatkan kawasan bekas tambang, sehingga meminimalisir kerusakan lingkungkan akibat penambangan batu bara.

BERITA TERKAIT

Pemerataan Kualitas Pendidikan - PTPN V Sediakan 800 Guru di Pelosok Perkebunan

Dalam rangka memperingati hari guru dan peduli pada dunia pendidikan, PT Perkebunan Nusantara V menyatakan memiliki 800 karyawan yang berprofesi…

Punya Potensi Pasar Dikembangkan - YDBA Beri Pembinaan Pande Besi dan Bengkel di Banyumas

Dukung pengembangan bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bantu program pembinaan untuk industri pande…

Raih Apresiasi UN Women 2020 Award - Indosat Aktif Berdayakan Perempuan Saat Pandemi

Komitmen Indosat Ooredoo untuk memberdayakan perempuan dan kesetaraan gender di tengah pandemi Covid-19, mendapatkan apresiasi berupa penghargaan internasional UN Women…

BERITA LAINNYA DI CSR

Pemerataan Kualitas Pendidikan - PTPN V Sediakan 800 Guru di Pelosok Perkebunan

Dalam rangka memperingati hari guru dan peduli pada dunia pendidikan, PT Perkebunan Nusantara V menyatakan memiliki 800 karyawan yang berprofesi…

Punya Potensi Pasar Dikembangkan - YDBA Beri Pembinaan Pande Besi dan Bengkel di Banyumas

Dukung pengembangan bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bantu program pembinaan untuk industri pande…

Raih Apresiasi UN Women 2020 Award - Indosat Aktif Berdayakan Perempuan Saat Pandemi

Komitmen Indosat Ooredoo untuk memberdayakan perempuan dan kesetaraan gender di tengah pandemi Covid-19, mendapatkan apresiasi berupa penghargaan internasional UN Women…