Gimik

NERACA

Semarang - Brosur Griya Perdana Ungaran, perumahan berbasis komunitas yang pertama kali di Indonesia, dengan pasang harga Rp110 juta untuk tipe 36 plus uang muka dapat dicicil dengan angsuran Rp20 ribuan per hari menarik perhatian masyarakat.


Kantor Marketing IHUDRC Jalan Mr. Wuryanto KM 7 Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang (100 meter barat SMA Negeri 12 Semarang) pun dibanjiri puluhan orang tiap hari sejak 1 Oktober 2020.


Meski tidak semua orang di antara pemohon tahu apa itu IHUDRC yang tertera di brosur tersebut, mereka tampaknya lebih tertarik dengan informasi harga rumah berfasilitas dua kamar dan luas tanah 60 meter persegi itu.


Mereka lebih baik mendatangi kantor pemasaran itu ketimbang menanyakan melalui telepon (024) 76905479, percakapan WhatsApp (WA) 08112680886, dan/atau @propertyloversmg.


Seorang pria berusia 55 tahun bernama Agung Wuryantono warga Blok I Klipang Permai, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, misalnya, berencana bersama rekannya, Martono, akan mendatangi kantor pemasaran itu pada hari Senin (2/11).


Waktu tempuh menuju Kantor Marketing IHUDRC dari Klipang kurang lebih 1 jam jika lewat Jalan Pramuka Semarang dengan menggunakan mobil.


Dari ratusan orang yang mendatangi kantor pemasaran itu sejak 1 hingga 30 Oktober, tercatat 123 pemohon yang memenuhi syarat untuk membeli rumah dengan spesifikasi teknis fondasi batu kali, struktur beton bertulang, serta dinding hebel (bata dari beton yang lebih kuat dan lebih ringan daripada bata biasa) dan plester.


Spesifikasi teknis lainnya, kosen pintu terbuat dari bahan aluminium; pintu set yang minimalis, ekonomis, dan berkualitas atau
engineerin door; ruang utama berlantai keramik ukuran 40 meter x 40 meter; kloset jongkok; sumber air artesis (sumur bor); dan listrik PLN 900 VA.


Informasi lain yang tercatat di dalam brosur yang tidak kalah menariknya adalah 2 bata untuk 2 rumah atau dinding dobel dengan konstruksi menggunakan besi 10 SNI.


Setelah membaca brosur dengan saksama dan mendapat penjelasan dari karyawan Kantor Marketing IHUDRC, sejumlah calon pemohon meninjau calon lokasi Griya Perdana Ungaran seluas 2 hektare di Desa Branjang, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.


Mereka pun harus rela melewati jalan yang di kanan dan kirinya hutan karet dengan waktu tempuh sekitar 10 menit dari kantor pemasaran itu.


Setibanya di lokasi, terlihat sebuah ekskavator yang meratakan tanah untuk calon lokasi 200 unit rumah bagi 200 kepala keluarga. Tampak pula di depan calon lokasi perumahan itu sejumlah orang mengambil getah dari pohon karet serta muda mudi yang memanfaatkan hutan karet sebagai "objek wisata".

Sosialisasi

Brosur Griya Perdana Ungaran ini tidak sekadar gimik atau alat untuk menarik perhatian calon pembeli hingga mendatangi Kantor Marketing Inclusive Housing and Urban Development Research Center (IHUDRC), tetapi juga sebagai bahan untuk bertanya langsung kepada karyawan kantor pemasaran tersebut.

Karena banyak yang menanyakan kebenaran isi brosur, pihak IHUDRC, salah satu pusat riset teknologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang dipimpin Dr. Ing. Asnawi Manaf, S.T., mengadakan sosialisasi setiap Jumat.


Dalam kesempatan itu, Asnawi Manaf selaku inisiator sekaligus pakar perumahan dari Undip menjelaskan bahwa program perumahan ini bagi yang belum punya rumah dengan penghasilan kurang dari Rp6 juta per bulan.


Asnawi menjelaskan bahwa IHUDRC menjalin kerja sama dengan Kementerian PUPR dan Kementerian ATR/BPN serta Bank Jateng mencoba menawarkan suatu gagasan inovatif dan menginisiasi pelaksanaannya dalam bentuk pilot proyek di Ungaran, Kabupaten Semarang.


Anggota Majelis Wali Amanat Undip ini juga menginformasikan kepada calon pembeli bahwa Griya Perdana Ungaran merupakan perumahan berbasis komunitas dengan dukungan program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) Swadaya.


Asnawi menegaskan bahwa rumah adalah kebutuhan dasar bagi suatu keluarga, bahkan setiap keluarga tentu mendambakan hunian yang aman, nyaman, dan sehat.

Akan tetapi, faktanya masih banyak keluarga Indonesia yang belum mampu memiliki rumah sesuai dengan dambaannya karena terkendala harga rumah yang terus melambung, apalagi di tengah pandemi COVID-19 yang berdampak pada tingkat penghasilan mereka. Mohar/Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Ketika Kalangan Kampus Sentuh Kebutuhan Rakyat Akan Rumah Murah

NERACA Semarang - Rumah merupakan kebutuhan dasar bagi suatu keluarga, bahkan setiap keluarga mendambakan hunian yang aman, nyaman, dan sehat.…

Rumah MBR Harus Dipercepat Karena

NERACA Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendesak percepatan pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mengingat backlog perumahan yang…

Kampung New York di Cikarang Disebut Cocok untuk WFH

NERACA Cikarang, Bekasi - Ada pemandangan unik di sudut Cikarang, daerah yang dikenal dengan kawasan industrinya ini memiliki komplek hunian…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Ketika Kalangan Kampus Sentuh Kebutuhan Rakyat Akan Rumah Murah

NERACA Semarang - Rumah merupakan kebutuhan dasar bagi suatu keluarga, bahkan setiap keluarga mendambakan hunian yang aman, nyaman, dan sehat.…

Rumah MBR Harus Dipercepat Karena

NERACA Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendesak percepatan pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mengingat backlog perumahan yang…

Kampung New York di Cikarang Disebut Cocok untuk WFH

NERACA Cikarang, Bekasi - Ada pemandangan unik di sudut Cikarang, daerah yang dikenal dengan kawasan industrinya ini memiliki komplek hunian…