Komitmen Tangani Pandemi, Daewoong Pharmaceutical Kembangkan Perawatan Covid-19

Komitmen Tangani Pandemi, Daewoong Pharmaceutical Kembangkan Perawatan Covid-19
Jakarta, Daewoong Pharmaceutical mengembangkan perawatan Covid-19 bernama DWRX2003 berbahan Niclosamide yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Keamanan  Makanan dan Obat Korea untuk segera dilakukan uji klinis fase 1 di Korea. Pengembangan ini merupakan komitmen Daewoong Pharmaceutical dalam menangani pandemi Covid-19 yang merupakan isu kesehatan dan ekonomi global saat ini.
Selain itu, perusahaan juga akan memasok alat tes molekular, AccuraDtect, untuk COVID-19 di Indonesia. Saat ini Daewoong Pharmaceutical telah mendapatkan Nomor Izin Edar AccuraDtect dari otoritas Indonesia dan siap berkolaborasi dengan mitra lokal untuk pendistribusian di tanah air.
CEO dari Daewoong Pharmaceutical, Sengho Jeon mengungkapkan AccuraDtect adalah alat uji molekuler COVID-19 yang sangat akurat dalam mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak.
Berdasarkan standar yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) dan Pusat Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, AccuraDtect menyasar tiga biomarker yang dapat mengidentifikasi keberadaan virus Korona yaitu RdRp, E dan N2 dan dapat memberikan hasil hanya dalam waktu empat jam setelah pengambilan sampel.
Menurutnya, alat uji ini juga memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi termasuk sensitivitas dan spesifisitas. Seiring dengan penyebaran COVID-19 di Indonesia yang semakin parah, permintaan alat tes COVID-19 dan inovasi perawatan menggunakan obat-obatan di setiap negara terus meningkat dengan pesat," kata Sengho Jeon dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/10).
Dengan diperolehnya izin edar AccuraDtect, kami berharap bahwa penyediaan alat uji diagnostik PCR (Polymerase Chain Reaction) unggulan Korea ini dapat berkontribusi besar dalam membantu upaya Indonesia mengatasi pandemi COVID-19," tambahnya.
Saat ini, Daewoong Pharmaceutical  masih melakukan uji klinis untuk perawatan COVID-19 berbasis sel punca bernama DWP710 di Indonesia dan uji klinis fase 2 untuk Camostat (Foistar) di Korea dan Meksiko yang diharapkan dapat memberikan efek terapeutik bagi pasien COVID-19 bergejala ringan dan sedang.
Selain hal tersebut, Daewoong Pharmaceutical juga melakukan uji klinis fase 1 untuk DWRX2003 di India dan Filipina, termasuk Korea. DWRX2003 adalah produk yang dikembangkan dengan Niclosamide yang dikenal sebagai obat penghambat penetrasi dan ekskresi virus ke dalam sel tubuh manusia.
Dengan metode injeksi lepas lambat yang dimiliki DWRX2003, hal Ini dapat memaksimalkan efektivitas obat dibandingkan dengan metode pemberian obat secara oral dan juga diharapkan mampu menjaga tingkat konsentrasi obat yang dapat mengobati penyakit virus hanya dengan sekali pemberian.
Metode ini juga dapat menghindari efek samping sistem pencernaan (mual, muntah, dll.) yang terjadi apabila obat diberikan secara oral. "Kami akan terus melakukan upaya terbaik kami dalam menyediakan solusi total untuk mengatasi pandemi COVID-19 serta melanjutkan pengembangan obat COVID-19 Niclosamide dan Camostat yang saat ini sedang kami lakukan," kata Sengho Jeon. (*)

Jakarta, Daewoong Pharmaceutical mengembangkan perawatan Covid-19 bernama DWRX2003 berbahan Niclosamide yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Keamanan  Makanan dan Obat Korea untuk segera dilakukan uji klinis fase 1 di Korea. Pengembangan ini merupakan komitmen Daewoong Pharmaceutical dalam menangani pandemi Covid-19 yang merupakan isu kesehatan dan ekonomi global saat ini.

Selain itu, perusahaan juga akan memasok alat tes molekular, AccuraDtect, untuk COVID-19 di Indonesia. Saat ini Daewoong Pharmaceutical telah mendapatkan Nomor Izin Edar AccuraDtect dari otoritas Indonesia dan siap berkolaborasi dengan mitra lokal untuk pendistribusian di tanah air.

CEO dari Daewoong Pharmaceutical, Sengho Jeon mengungkapkan AccuraDtect adalah alat uji molekuler COVID-19 yang sangat akurat dalam mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak.

Berdasarkan standar yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) dan Pusat Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, AccuraDtect menyasar tiga biomarker yang dapat mengidentifikasi keberadaan virus Korona yaitu RdRp, E dan N2 dan dapat memberikan hasil hanya dalam waktu empat jam setelah pengambilan sampel.

Menurutnya, alat uji ini juga memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi termasuk sensitivitas dan spesifisitas. Seiring dengan penyebaran COVID-19 di Indonesia yang semakin parah, permintaan alat tes COVID-19 dan inovasi perawatan menggunakan obat-obatan di setiap negara terus meningkat dengan pesat," kata Sengho Jeon dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/10).

Dengan diperolehnya izin edar AccuraDtect, kami berharap bahwa penyediaan alat uji diagnostik PCR (Polymerase Chain Reaction) unggulan Korea ini dapat berkontribusi besar dalam membantu upaya Indonesia mengatasi pandemi COVID-19," tambahnya.

Saat ini, Daewoong Pharmaceutical  masih melakukan uji klinis untuk perawatan COVID-19 berbasis sel punca bernama DWP710 di Indonesia dan uji klinis fase 2 untuk Camostat (Foistar) di Korea dan Meksiko yang diharapkan dapat memberikan efek terapeutik bagi pasien COVID-19 bergejala ringan dan sedang.

Selain hal tersebut, Daewoong Pharmaceutical juga melakukan uji klinis fase 1 untuk DWRX2003 di India dan Filipina, termasuk Korea. DWRX2003 adalah produk yang dikembangkan dengan Niclosamide yang dikenal sebagai obat penghambat penetrasi dan ekskresi virus ke dalam sel tubuh manusia.

Dengan metode injeksi lepas lambat yang dimiliki DWRX2003, hal Ini dapat memaksimalkan efektivitas obat dibandingkan dengan metode pemberian obat secara oral dan juga diharapkan mampu menjaga tingkat konsentrasi obat yang dapat mengobati penyakit virus hanya dengan sekali pemberian.

Metode ini juga dapat menghindari efek samping sistem pencernaan (mual, muntah, dll.) yang terjadi apabila obat diberikan secara oral. "Kami akan terus melakukan upaya terbaik kami dalam menyediakan solusi total untuk mengatasi pandemi COVID-19 serta melanjutkan pengembangan obat COVID-19 Niclosamide dan Camostat yang saat ini sedang kami lakukan," kata Sengho Jeon. (*)

BERITA TERKAIT

Transaksi QRIS OCTO Mobile Bisa Diubah Jadi Cicilan 0%

Transaksi QRIS OCTO Mobile Bisa Diubah Jadi Cicilan 0%   Nasabah sedang melakukan pembayaran menggunakan Scan QRIS OCTO Mobile di…

26 Negara Hadiri World Zakat Forum 2020

 Jakarta, Sebanyak 1.282 pegiat zakat dari organisasi pengelola zakat di 26 negara menjadi peserta dalam Konferensi Internasional World Zakat Forum…

Termasuk PSN, Pemerintah Siap Fasilitasi Kendala pembangunan bendungan di Jawa Timur

Solo, Staf Khusus Wakil Presiden RI  Bidang Infrastruktur dan Investasi Dr. Sukriansyah S. Latief menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group…

BERITA LAINNYA DI Berita Foto

Transaksi QRIS OCTO Mobile Bisa Diubah Jadi Cicilan 0%

Transaksi QRIS OCTO Mobile Bisa Diubah Jadi Cicilan 0%   Nasabah sedang melakukan pembayaran menggunakan Scan QRIS OCTO Mobile di…

26 Negara Hadiri World Zakat Forum 2020

 Jakarta, Sebanyak 1.282 pegiat zakat dari organisasi pengelola zakat di 26 negara menjadi peserta dalam Konferensi Internasional World Zakat Forum…

Termasuk PSN, Pemerintah Siap Fasilitasi Kendala pembangunan bendungan di Jawa Timur

Solo, Staf Khusus Wakil Presiden RI  Bidang Infrastruktur dan Investasi Dr. Sukriansyah S. Latief menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group…