HASIL SURVEI MARKPLUS - Sekitar 99% Publik Setuju Bangun Infrastruktur Perhubungan

NERACA

Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur yang terus digenjot oleh pemerintah, mulai dirasakan dampaknya bagi perekonomian masyarakat, khususnya pembangunan yang dianggap paling bermanfaat adalah pengembangan jalan tol, jembatan dan jalan umum. Kerja keras pemerintah membangun infrastrktur mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh MarkPlus kepada 102 responden di seluruh Indonesia, sebanyak 99% responden setuju dengan dilakukannya pembangunan infrastruktur perhubungan.

Survei ini melibatkan profil responden didominasi oleh 67% pria dan kelompok usia mayoritas yaitu 35 sampai 44 tahun dengan 58% domisili di luar Jabodetabek. Sebanyak 99% responden setuju dengan dilakukannya pembangunan infrastruktur perhubungan. Senior Business Analyst MarkPlus, Inc. Azhari Fauzan mengatakan, jalan tol, jembatan, dan jalan umum menjadi pembangunan infrastruktur yang paling banyak diketahui oleh 92% responden, dinilai paling menarik sebesar 76,5% dan paling bermanfaat bagi masyarakat sebesar 82,4%.

Pembangunan terminal dan stasiun kereta api, MRT dan LRT, bandara serta pelabuhan dan tol laut juga dinilai menarik dan bermanfaat.“Masyarakat menganggap yang paling bermanfaat adalah infrastruktur, jalan, jalan tol dan jembatan sebesar 82,4%, kemudian MRT dan LRT 55,9%, stasiun dan rel kereta 50%, bandara 30,4%, dan pembangunan pelabuhan serta tol laut sebesar 24,5%,”ujarnya di Jakarta, kemarin dalam diskusi virtual.

Adapun, 68,6% responden mengaku puas dengan infrastruktur perhubungan yang ada saat ini, 22,5% sangat puas, dan 8,8% tidak puas. Meski mayoritas menyatakan puas, masyarakat menilai seluruh sektor dirasa masih perlu pengembangan khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur darat. Kualitas jalan raya dalam kota menjadi sektor tertinggi yang perlu ditingkatkan sebesar 75,3%.”Diikuti oleh kualitas jalan raya antar kota dan provinsi 65,7%, sarana dan prasarana bandara, terminal, stasiun dan pelabuhan sebesar 60,8%. Jumlah jalan tol dan sebaran kereta api juga dinilai perlu pengembangan dengan persentase masing-masing  59,8% dan 49%," katanya.

Dia menyebutkan infrastruktur perhubungan darat menjadi sektor yang paling disorot masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari fungsi infrastruktur tersebut yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya aspek kualitas, protokol kesehatan pada sarana perhubungan juga menjadi sorotan masyarakat. 74,5% menilai kedisiplinan penerapan protokol sudah bagus, sedangkan 25,5% responden menilai tidak disiplin."Jika perbaikan terus dilakukan, nantinya penilaian masyarakat akan semakin positif terhadap sektor infrastruktur di masa pasca pandemi," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan Rp 414 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun depan. Jokowi menyebut, dana tersebut utamanya akan digunakan untuk infrastruktur yang bisa memulihkan ekonomi nasional pasca-pandemi Covid-19. "Pembangunan infrastruktur tahun 2021 dianggarkan sekitar Rp 414 triliun yang utamanya untuk pemulihan ekonomi, penyediaan layanan dasar, serta peningkatan konektivitas," kata Jokowi.

Anggaran tersebut hanya sedikit lebih kecil dibanding anggaran infrastruktur yang diusulkan pemerintah untuk tahun 2020, yakni 419,2 triliun. Jokowi menyebut, salah satu fokus pembangunan infrastruktur pada tahun depan adalah terkait infrastruktur digital. Hal ini berkaca pada pandemi Covid-19 tahun ini yang menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur digital sangat penting. "Pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa ketersediaan dan berfungsinya infrastruktur digital menjadi sangat penting dan strategis. Dengan demikian, belanja infrastruktur diarahkan untuk penguatan infrastruktur digital," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi menyebut anggaran infrastruktur ini akan difokuskan untuk mendorong efisiensi logistik dan konektivitas, infrastruktur padat karya yang mendukung kawasan industri dan pariwisata, pembangunan sarana kesehatan masyarakat, serta penyediaan kebutuhan dasar, seperti air, sanitasi, dan permukiman. bani

 

 

BERITA TERKAIT

APINDO: LEBIH BURUK DARI KRISIS 1998 - Pariwisata dan Jasa Travel Paling Terdampak Covid-19

Jakarta-Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, sektor pariwisata dan jasa perjalanan menjadi yang paling terdampak…

Ekonom: Tiga Sektor Potensial Pulihkan Ekonomi 2021

NERACA Jakarta - Ekonom Josua Pardede mengungkapkan ada tiga sektor usaha yang potensial memulihkan perekonomian Indonesia pada 2021 karena sektor…

PENEGASAN PRESIDEN SAAT PENYERAHAN DIPA 2021 - K/L dan Kepala Daerah Diminta Segera Lelang

Jakarta- Presiden Jokowi meminta kepada seluruh menteri, pimpinan lembaga, kepala daerah terutama yang punya anggaran-anggaran besar seperti Kemendikbud, Kementerian PUPR,…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

APINDO: LEBIH BURUK DARI KRISIS 1998 - Pariwisata dan Jasa Travel Paling Terdampak Covid-19

Jakarta-Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, sektor pariwisata dan jasa perjalanan menjadi yang paling terdampak…

Ekonom: Tiga Sektor Potensial Pulihkan Ekonomi 2021

NERACA Jakarta - Ekonom Josua Pardede mengungkapkan ada tiga sektor usaha yang potensial memulihkan perekonomian Indonesia pada 2021 karena sektor…

PENEGASAN PRESIDEN SAAT PENYERAHAN DIPA 2021 - K/L dan Kepala Daerah Diminta Segera Lelang

Jakarta- Presiden Jokowi meminta kepada seluruh menteri, pimpinan lembaga, kepala daerah terutama yang punya anggaran-anggaran besar seperti Kemendikbud, Kementerian PUPR,…