Sido Muncul Tebar Dividen Rp 372,19 Miliar

NERACA

Jakarta – Berhasil membukukan kinerja positif di kuartal tiga 2020  di tengah pandemi, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) bakal membagikan dividen interim tahun buku 2020 sebesar Rp12,5 per lembar saham atau total nilai Rp372,19 miliar. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, dividen akan dibayarkan ke rekening dana nasabah pemegang saham pada tanggal 18 November 2020.

Kemudian pemegang saham yang berhak atas dividen interim adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada pukul 16.00 WIB tanggal 4 November 2020. Untuk diketahui, laba bersih perseroan pada semester pertama 2020 tercatat Rp413,791 miliar. Adapun saldo ditahan yang tidak dibatasi penggunaanya sebesar Rp607,46 miliar. Sementara itu pada kuartal III 2020, SIDO mencatatkan laba bersih Rp640,8 miliar atau tumbuh 10,7% dibanding periode yang sama tahun 2019, yang tercatat Rp578,44 miliar.

Sementara penjualan tercatat sebesar Rp 2,25 triliun hingga kuartal III-2020 atau meningkat 6,13% dari realisasi periode sama tahun lalu senilai Rp 2,12 triliun. Sebagian besar pendapatan perseroan ditopang penjualan segmen jamu herbal dan suplemen sebesar Rp 1, 44 triliun atau meningkat 1,4% dari periode sama tahun lalu Rp 1,42 triliun. Segmen makanan dan minuman tercatat sebesar Rp 722,18 miliar, naik 18,77% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 608,02 miliar.

Penjualan pada segmen farmasi menyumbang sebesar Rp 92,83 miliar atau bertumbuh 0,56% dari sebelumnya sebesar Rp 92,31 miliar pada periode sama tahun lalu. Perseroan juga berhasil menekan beban penjualan dan pemasaran menjadi sebesar Rp 305,34 miliar, turun 1,21% dari sebelumnya sebesar Rp 309,08 miliar. Beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp 181,96 miliar, atau menyusut 3,68% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 188,92 miliar.

Kemudian dari sisi neraca, total aset Sido Muncul sampai dengan September 2020 mencapai sebesar Rp 3,69 triliun atau naik 4,82% dibanding total aset pada akhir Desember 2019 sebesar Rp 3,52 triliun . Total aset terdiri atas aset lancar sebesar Rp 1,92 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 1,77 triliun. Sedangkan kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 1,02 triliun, naik 18,86% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 864,82 miliar.

Analis sekaligus pendiri Ellen May Institute (EMI), Ellen May seperti dikutip bisnis, merekomendasikan investor yang sudah mengoleksi saham SIDO untuk melakukan hold. Selain karena faktor penjualan dan laba yang tumbuh, Ellen menilai prospek SIDO turut didukung rendahnya rasio utang yang rendah. Pembayaran dividen yang tinggi juga jadi faktor yang menurutnya menjadi sentimen positif."Kami tetap mempertahankan SIDO karena utang bank yang minim dan memiliki DER atau rasio utang terhadap ekuitas yang rendah yaitu 0.11x (9M20). Selain itu SIDO memiliki tingkat pembayaran dividen yang tinggi. Saat ini SIDO diperdagangkan dengan PBV 7.26x,"ujarnya.

BERITA TERKAIT

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…