Bakal Dongkrak Kapitalisasi Pasar Modal - Dorongan IPO Starup Unicorn Jadi Daya Tarik Investor

NERACA

Jakarta – Besarnya nilai valuasi perusahaan starup unicorn di Indonesia masih menjadi daya tarik pelaku pasar seandainya mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Pasalnya, nilai valuasi yang lebih dari US$ 1 miliar akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan kapitalisasi pasar modal dalam negeri.

Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Sjahrir menuturkan, setiap tahun jumlah perusahaan baru yang melakukan initial public offering (IPO) di BEI cukup tinggi, misalnya pada 2019 lalu mencapai 55 perusahaan. Begitu pula dengan jumlah pendanaan yang terkumpul dari 55 emiten baru tersebut mencapai sekitar Rp14,78 triliun atau lebih dari US$1 miliar.

Namun, dirinya menilai, jumlah itu masih kalah dengan penggalangan dana di pasar tertutup (privat market).”Number of equity and venture capital deal di private market secara dolar sangat besar, bisa fund raising US$2-3 billion per annum atau pertahun,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pasar modal Indonesia. Dia mencontohkan jika saat ini empat perusahaan teknologi besar di Indonesia melantai di BEI, otomatis keempatnya akan langsung menjadi penghuni indeks LQ45. Keempat startup yang dimaksud Pandu antara lain Gojek dengan perkirakaan valuasi US$10 miliar atau sekitar Rp146,46 triliun, Tokopedia (US$7,5 miliar), Traveloka (US$2,7 miliar), dan Bukalapak (US$2,5 miliar)

Lebih lanjut, dia menyebut jika perusahaan-perusahaan tersebut menjadi perusahaan terbuka, maka pasar modal Indonesia bakal mendapat quality participants yang besar dan dapat mendongkrak indeks pasar. Selain itu, dari sisi investor, hal tersebut dapat menjadi pintu gerbang bagi investor privat untuk masuk ke pasar modal, termasuk investor asing ke sektor yang lebih variatif. Sebaliknya, akses institusi terhadap investor retail juga terbuka lebar.“Apalagi retail investor kita sedang berkembang luar biasa, jumlahnya hampir double setelah Covid ini,” kata Pandu.

Sementara CEO Tokopedia, William Tanuwijaya menegaskan, saat ini perusahaan focus membangun kepercayaan investor sebelum siap melantai di bursa menjadi perusahaan publik. Pasalnya, membangun tim kerja yang baik merupakan kunci mendapatkan kepercayaan masyarakat. Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, nanti pada ujungnya perusahaan akan mendapatkan kepercayaan investor. “Nantipun kalau melantai ke bursa saham, valuasi itu merepresentasi kepercayaan publik,"ujarnya.

Menurut William, membangun bisnis itu pada dasarnya adalah membangun kepercayaan. Setiap individu yang menjalankan sebuah bisnis harus bisa berkomitmen menjaga kepercayaan tersebut. Selain itu, dirinya juga menginginkan perusahaan starup yang didirikannya suatu saat tidak hanya bisa melantai di bursa, tetapi juga menelurkan perusahaan atau brand lokal yang juga menjadi perusahaan tercatat di bursa dalam satu dekade ke depan.

BERITA TERKAIT

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…