Dampak Pandemi Covid-19 - Penjualan Baramulti Ikut Terkoreksi 13,45%

NERACA

Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) membukukan penjualan sebesar US$ 177,93 juta atau turun 13,45% (yoy) dibandingkan realisasi penjualan di priode yang sama tahun lalu sebesar US$ 205,59 juta. Sementara sebaliknya perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 17,61 juta atau meningkat 56,95% (yoy) dibandingkan laba bersih perusahaan di semester I-2019 sebesar US$ 11,22 juta.

Sementara nilai aset perseroan hingga akhir semester I-2020 sebesar US$ 255,11 juta atau meningkat 1,76% dibandingkan aset perusahaan di akhir tahun 2019 sebesar US$ 250,68 juta. Ramanathan Vaidyathan, Corporate Secretary PT Baramulti Suksessarana Tbk mengatakan, perseroan masih berfokus pada segmen penjualan ekspor batu bara ke dalam negeri.” Apalagi di semester pertama tahun ini, penjualan batu bara domestik menjadi kontributor terbesar terhadap porsi penjualan batu bara perseroan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kemudian untuk mengejar pertumbuhan produksi, emiten yang bergerak di bidang batubara ini telah menyiapkan dana sekitar Rp1,27 miliar untuk ekplorasi pada bulan Oktober 2020 yang akan dilakukan oleh Anak usahanya yaitu PT. Antang Gunung Meratus. Kata Direktur Utama Baramulti Suksessarana, Widada, kontribusi penjualan batu bara hingga akhir Juni 2020 paling banyak masih berasal dari Indonesia dengan kontribusi 32,32% dari total penjualan batu bara perseroan.

Kemudian posisi kedua terbesar, berasal dari penjualan ke Tiongkok dengan besaran penjualan sebesar 28,25%, lalu penjualan ke India menyumbang sebesar 22,05%, sedangkan penjualan ke Korea Selatan mencapai 3,58%. Sementara sisanya sebesar 13,81% dikontribusi ke penjualan negara lain seperti Thailand, Filipina dan Vietnam. Adapun hingga Juni 2020, penjualan batu bara perseroan telah mencapai sebesar 5,44 juta ton. Dengan total produksi batu bara mencapai sebesar 5,37 juta ton hingga akhir Juni 2020.

Widada menambahkan, operasional produksi perseroan masih berfokus di Desa Batuah dan Loa Duri, Kutai Kertanegara dengan luas 2.459,8 Ha. Sementara unit usaha PT Antang Gunung Meratus Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin,Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas 22.433 Ha.

Direktur Baramulti Suksessarana Eric Widjaja mengatakan, salah satu strategi perseroan untuk bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 adalah dengan efisiensi. Adapun efisiensi yang dilakukan yaitu dengan mengurangi biaya produksi agar bisa tetap mengejar target yang telah ditetapkan sebelumnya. “Mengurangi pinjaman bank jangka pendek dan memotivasi karyawan-karyawan untuk tetap semangat bekerja di tengah situasi Covid-19 dan selalu mengedepankan kebersihan karyawan-karyawan agar terhindar dari Covid-19,” jelasnya.

 

BERITA TERKAIT

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…