Digitalisasi Kendalikan Risiko COVID di Gedung

NERACA

Jakarta - PT. Adhi Commuter Properti, anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero), menilai penerapan digitalisasi dalam pengelolaan dan pemeliharaan gedung dapat membantu mengendalikan risiko penyebaran COVID-19 lebih optimal di gedung-gedung baik itu komersial, perkantoran maupun hunian.

"Digitalisasi ini sangat membantu kita di dalam mengendalikan risiko-risiko penyebaran COVID-19 yang lebih luas," ujar Direktur Property Management Adhi Commuter Properti Hanief Setyo Nugroho dalam seminar daring di Jakarta,
dikutip dari Antara, Selasa (20/10).


Menurut Hanief, digitalisasi membantu dalam rangka pengendalian pandemi di gedung-gedung lebih optimal, sistem di Adhi Commuter Properti sendiri pada dasarnya sudah siap sehingga pihaknya tinggal menambahkan beberapa perlengkapan tambahan seperti kamera pemindai suhu tubuh atau kamera yang dapat mengidentifikasi karyawan atau individu yang tidak mengenakan masker.


Pada dasarnya digitalisasi dalam (manajemen pemeliharaan dan perawatan gedung) bukan karena adanya pandemi, tetapi pandemi COVID-19 membuat atau mempercepat proses-proses digitalisasi dalam manajemen pengelolaan dan pemeliharaan gedung lebih cepat.


"Jadi yang pada awalnya digitalisasi hanya bersifat pendukung, sekarang justru menjadi sesuatu yang bersifat vital atau harus ada," kata Hanief.


Direktur Property Management Adhi Commuter Properti mengatakan, di masa pandemi seperti sekarang penerapan digitalisasi atau
smart building menjadi pertimbangan bagi para calon penyewa atau tenan gedung. Misalnya beberapa calon penyewa meminta beberapa hal seperti pemeriksaan suhu di pintu masuk gedung yang memang saat ini dipersyaratkan.


"Saya kira dengan kondisi seperti saat ini, itu sesuatu keniscayaan yang harus kita siapkan supaya penyewa atau para tenan gedung merasa nyaman dan aman," ujar Hanief.


Ini memang menjadi salah satu pertimbangan-pertimbangan dari beberapa tenan, di mana mereka menanyakan sisi keamanan, kesehatan dan sebagainya yang memang berkaitan dengan tuntutan sekarang yakni
smart building.


Hal tersebut memang harus diakomodasi karena jika tidak maka para calon penyewa gedung tidak akan tertarik. Jadi ini sesuatu yang harus dipertimbangkan dan didukung.


Pihak Adhi Commuter Properti sendiri juga berencana untuk melakukan penerimaan tamu di dalam gedung akan menggunakan sistem
barcode sehingga tidak lagi pengunjung gedung harus melakukan registrasi dan menukarkan KTP dengan kartu akses di meja resepsionis.


Sistem
barcode kunjungan tersebut akan didapatkan melalui email setelah pengunjung membuat perjanjian dengan tenan gedung secara online. Mohar/Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Ketika Kalangan Kampus Sentuh Kebutuhan Rakyat Akan Rumah Murah

NERACA Semarang - Rumah merupakan kebutuhan dasar bagi suatu keluarga, bahkan setiap keluarga mendambakan hunian yang aman, nyaman, dan sehat.…

Rumah MBR Harus Dipercepat Karena

NERACA Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendesak percepatan pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mengingat backlog perumahan yang…

Kampung New York di Cikarang Disebut Cocok untuk WFH

NERACA Cikarang, Bekasi - Ada pemandangan unik di sudut Cikarang, daerah yang dikenal dengan kawasan industrinya ini memiliki komplek hunian…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Ketika Kalangan Kampus Sentuh Kebutuhan Rakyat Akan Rumah Murah

NERACA Semarang - Rumah merupakan kebutuhan dasar bagi suatu keluarga, bahkan setiap keluarga mendambakan hunian yang aman, nyaman, dan sehat.…

Rumah MBR Harus Dipercepat Karena

NERACA Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendesak percepatan pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mengingat backlog perumahan yang…

Kampung New York di Cikarang Disebut Cocok untuk WFH

NERACA Cikarang, Bekasi - Ada pemandangan unik di sudut Cikarang, daerah yang dikenal dengan kawasan industrinya ini memiliki komplek hunian…