Optimis Pemulihan Ekonomi - Pasar Modal Mulai Tunjukkan Indikator Positif

NERACA

Jakarta – Geliat pasar modal di era pandemi Covid-19, menujukkan optimisme dan kepercayaan investor dengan upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah. Hal inipun diakui Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso bahwa pemulihan dan ketahanan ekonomi Indonesia optimis berada dalam jalur yang positif.

Wimboh menilai upaya-upaya yang selama ini dilakukan oleh OJK bersama dengan pemangku kebijakan lain termasuk pemerintah, Bursa Efek Indonesia, dan Bank Indonesia telah menunjukkan hasil yang baik.’Sudah cukup berhasil kami bisa katakan, bahwa indeks kita perlahan sudah mulai naik bahkan sudah pernah mencapai 5.300 dan angka terakhir di sekitar 5.100. Hari ini juga mungkin masih up and down, tapi masih di atas 5.000,” ujar Wimboh di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, per Senin (19/10) pukul 14.00, indeks harga saham gabungan (IHSG) berada di posisi 5.115,68. Adapun, indeks komposit menguat 2,40% selama sebulan terakhir dan 0,77% selama tiga bulan terakhir. Melihat indikator tersebut, Wimboh optimistis tren kinerja positif pasar modal bisa terus bertahan hingga akhir tahun. Begitu pula dengan pemulihan lebih lanjut di tahun depan seiring dengan adanya katalis positif dari distribusi vaksin.“Pemerintah sudah memberikan pipeline sehingga kami yakin ini tidak terlalu lama, sehingga masyarakat bisa beraktifitas kembali seperti sebelumnya meski tidak instan. Di seluruh dunia dikatakan antivirus sudah bisa didistribusikan tahun depan, ini berita positif jadi mari kita siap-siap,” ujar dia.

Wimboh menuturkan, pasar modal merupakan sektor yang pertama kali “diselamatkan” sejak awal krisis akibat pandemi melanda Indonesia. Menurutnya, hal tersebut untuk menjaga sentimen terhadap pasar modal domestik terutama di mata investor asing. Di awal pandemi, pasar modal memang mengalami koreksi hebat. Puncaknya, pada 24 Maret 2020 lalu, IHSG anjlok hingga ke bawah level 4.000 akibat penurunan terus menerus.“Indeks kita yang tadinya 6300 bisa turun sangat drastis karena sentimen negatif maka kita mengeluarkan kebijakan saat itu yang untuk menenangkan, supaya IHSG turun tidak terlalu dalam sehingga kita bisa bertahan dan mencari kebijakan fundamental. Agar sentimen positif bisa muncul. Itu pemikiran awal pada saat kita tahu Indonesia kena Covid,” tuturnya.

Adapun beberapa kebijakan awal terkait pasar modal yang dikeluarkan OJK bersama otoritas bursa antara lain memberlakukan batas auto reject bawah (ARB) asimetris untuk menahan penurunan indeks. Selain itu, OJK juga memperbolehkan emiten untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan tujuan agar emiten dapat berperan aktif menjaga harga sahamnya di pasar.

Selanjutnya, tutur Wimboh, setelah pasar modal mulai dapat teratasi, OJK pun mulai mencari strategi untuk menopang sisi fundamental lain, misalnya restrukturisasi kredit di perbankan, kebijakan penundaan pembayaran kepada perusahaan pembiayaan, dan lainnya.

 

BERITA TERKAIT

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…