Harga Saham BAJA Melesat - Respon Pasar dari Pembatasan Impor Baja

NERACA

Jakarta – Melesatnya perdagangan saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) hingga berujung dihentikannya sementara atau suspense oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), membuat majamen angkat bicara dengan menggelar public expose insidentil secara daring.

Kata Direktur Utama Saranacentral Bajatama, Handaja Susanto, lonjakan harga saham perseroan yang terjadi pada pekan kedua Oktober 2020 lebih didasarkan ekspektasi investor terhadap performa perseroan pada tahun ini.”Dengan adanya peraturan pemerintah Indonesia mengenai importasi baja, sehingga impor baja 2020 akan berkurang drastis dan ini memberikan kesempatan pangsa pasar baja lokal meningkat, termasuk perseroan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pembatasan impor baja itu memberikan peluang bagi perseroan untuk mencetak kinerja yang lebih moncer pada tahun ini. BAJA berpotensi mengambil ceruk pasar lokal yang umumnya menggunakan baja hasil impor. Disampaikannya, hal itu pun sudah tercermin dari kinerja penjualan perseroan hingga September 2020 yang jauh lebih baik melampaui realisasi penjualan pada periode yang sama tahun lalu. Kendati demikian, Handaja tidak memberikan angka detil realisasi penjualan perseroan.

Di sisi lain, BAJA juga mendapatkan momentum memoles kinerja keuangan tahun ini seiring dengan harga bahan baku baja dunia yang tengah mengalami tren kenaikan sejak Juni 2020. Kenaikan harga bahan baku itu telah meningkatkan harga jual produk perseroan pada paruh kedua tahun ini.“Kinerja baik ini tampaknya akan berlanjut hingga akhir tahun,” papar Handojo.

Adapun, pada semester I/2020 BAJA berhasil membukukan pertumbuhan 24,9% terhadap pendapatan sebesar Rp589,84 miliar dibandingkan dengan pendapatan semester I/2019 sebesar Rp471,93 miliar. Kenaikan pendapatan itu berhasil membantu perseroan menekan rugi bersih tahun berjalan semester I/2020 yang turun menjadi Rp5,99 miliar daripada rugi semester I/2019 sebesar Rp8,91 miliar.

Sebagai informasi, saham  BAJA ini sempat mengalami auto reject atas (ARA) selama dua hari perdagangan berturut-turut pada 6-7 Oktober 2020. Bahkan, selama satu bulan perdagangan terakhir saham telah meroket hingga 96,3%. Kemudian, Bursa Efek Indonesia melakukan penghentian sementara perdagangan saham BAJA atau disuspensi pada 12 Oktober 2020 dan membuka gembok suspensi pada perdagangan 13 Oktober 2020.

 

 

BERITA TERKAIT

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…