Garuda Gelar OWK Rp 8,5 Triliun - Porsi Saham Grup Trans dan Publik Terdilusi

NERACA

Jakarta – Setelah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang bakal menerima dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), disusul PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang juga berencana melakukan obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp 8,5 triliun untuk menampung dana PEN. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas menyatakan bahwa peranan perseroan sangat strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional, baik sebagai penopang konektifitas barang dan penumpang di Indonesia maupun manca negara. Penerbitan OWK akan meningkatkan aset, meningkatkan rasio lancar, memperbaiki arus kas, dan dana senilai Rp8,5 triliun akan dipergunakan untuk pembiayaan operasional perseroan.

Dijelaskan, OWK  ini berjangka waktu tujuh tahun sejak tanggal penerbitan.Adapun ketentuan pembayaran kupon mengacu; Interest Coveragae Ratio (ICR) lebih dari satu maka nilai kupon sebesar bunga BI 7 Daya Repo Rate. Tapi jika ICR kurang dari satu, maka kupon sebesar nol persen.  Selanjutnya, OWK yang akan dikonversi menjadi saham baru seri B pada akhir periode OWK melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Jika berdasarkan analisa perseroan menggunakan laporan keuangan semester I 2020, maka harga konversi sebesar Rp206 per saham. Harga konversi didapat dari harga rata-rata saham perseroan selama 25 hari bursa di pasar reguler sebelum tanggal 13 Oktober 2020. Jika harga tersebut digunakan, maka jumlah saham yang akan dilepas dalam private placement sebanyak 41.262.135.923. Dengan demikian, porsi saham pemerintah Republik Indonesia menjadi 84,48% dari 60,5%.

Perseroan menyebut ada risiko atau dampak penambahan modal kepada pemegang saham termasuk dilusi. Sebut saja, porsi saham Grup Trans melalui PT Trans Airways turun menjadi 9,9% dari 25,8%. Porsi saham masyarakat turun menjadi 5,3% dari 13,7%. Untuk itu, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 20 November 2020, guna memperoleh persetujuan dari aksi korporasi ini.

Asal tahu saja, penerbitan OWK dengan nilai maksimum Rp8,5 triliun wajib dikonversi menjadi saham baru pada tanggal konversi. Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra pernah bilang, agenda RUPSLB dilakukan untuk mengajukan persetujuan kepada pemegang saham. Hal itu terkait pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional untuk perseroan.”Persetujuan tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi ketentuan di bidang pasar modal mengingat Garuda Indonesia merupakan perusahaan terbuka,” ujarnya.

Dirinya seperti dikutip katadata menilai bahwa rencana penambahan modal oleh pemerintah berupa dana talangan untuk modal kerja, merupakan hal yang wajar. Pasalnya, kondisi ekonomi dan industri penerbangan di seluruh dunia sedang lesu karena penyebaran virus corona yang menjadi pandemi. "Pemerintah kan pemegang saham, jadi wajar saja kalau dalam kondisi seperti ini, Pemerintah membantu," kata Irfan.

Seperti diketahui, Secara total pemerintah akan memberikan dukungan dana mencapai Rp 155,6 triliun kepada BUMN pada tahun ini melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional terkait pandemi corona. Program ini diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 23 tahun 2020 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 9 Mei 2020.

BERITA TERKAIT

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…