BRPT Terbitkan Surat Utang US$ 1,11 Miliar

Lunasi utang dan danai operasional pembangkit panas bumi Salak dan Darajat, dua perusahaan terkendali PT Barito Pacific Tbk (BRPT) telah mencatatkan surat utang senillai US$ 1,11 miliar di bursa Singapura. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijekaskan bahwa penerbitan obligasi akan memperkuat posisi keuangan Penerbit Bersama, khususnya untuk kinerja dan pengembangan usaha penerbit bersama di masa mendatang. Sehingga untuk kedepannya diharapkan dapat memberikan pendapatan yang lebih baik kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan. Rincinya, obligasi tersebut terdiri dari seri pertama senilai US$ 320 juta berbunga 3,25% dengan jangka waktu 8,5 tahun dan seri kedua senilai US$ 790 juta berbunga 4,85% dengan jangka waktu 18 tahun.

Disebutkan, dua perusahaan terkendali itu adalah Star Energy Geothermal Salak Ltd dan Star Energy Geothermal Darajat II ltd. Kedua perusahaan tercatat di bursa Singapura itu merupakan anak usaha Star Energy Geothermal. Sementara Geothermal merupakan anak usaha perseroan. Di semester kedua tahun ini, PT Barito Pacific Tbk optimistis penjualan menguat, seiring perbaikan kinerja kuartalan anak usahanya, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Sementara itu, hingga semester I-2020, Barito Pacific membukukan pendapatan US$ 1,1 miliar atau turun 15,1% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 1,3 miliar. Pendapatan bersih Barito Pacific dari kegiatan petrokimia turun 20,1% menjadi US$ 841 juta pada semester I-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$ 1,05 miliar. Hal ini mencerminkan rata-rata harga jual seluruh produk yang lebih rendah sebesar US$ 777 per ton pada semester I-2020 dibandingkan periode sama 2019 yang sebesar US$ 996 per ton. Namun, volume penjualan cenderung stabil.

BERITA TERKAIT

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

IndiHome Targetkan 8 Juta Pelanggan di 2020

Hingga akhir tahun 2020, Indonesia Digital Home (Indihome), layanan dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menargetkan sebanyak 8 juta hingga…

BERITA LAINNYA DI

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

IndiHome Targetkan 8 Juta Pelanggan di 2020

Hingga akhir tahun 2020, Indonesia Digital Home (Indihome), layanan dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menargetkan sebanyak 8 juta hingga…