Bulog, Kemensos Dan Transporter Percepat Penyaluran Bansos Beras

NERACA

Jakarta, - Kementerian Sosial (Kemensos), Perum BULOG dan Pihak Transporter berkomitmen untuk mempercepat penyaluran Bantuan Sosial Beras tahun 2020. Hal ini disepakati pada Rapat Evaluasi dan Percepatan Penyaluran Bantuan Sosial Beras yang dihadiri langsung oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG serta Direksi dari Pihak Transporter.

Rapat evaluasi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi, Pemimpin Kantor Wilayah BULOG, Koordinator Provinsi Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Transporter Provinsi di seluruh Indonesia secara virtual melalui Zoom Meeting.

Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto mengatakan bahwa rapat ini bertujuan untuk melakukan evaluasi, menginventarisir kendala-kendala, dan mencari solusi agar penyaluran Bansos Beras ini dapat segera diselesaikan sesuai target dengan mengacu pada aturan yang ada.

“Kami harapkan dukungan dari Perum BULOG untuk dapat mendorong Transporter lebih cepat dalam pendistribusian, demikian juga Transporter perlu lebih optimal dalam menyampaikan Bansos Beras hingga diterima Keluarga Penerima Manfaat,” harap Edi.

sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG Triyana menambahkan, pihaknya dan jajaran BULOG berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras di pintu gudang BULOG di seluruh wilayah Indonesia, untuk selanjutnya diserahkan kepada jasa pengangkut/transporter yang ditunjuk oleh Kementerian Sosial RI.

“Kami telah menyediakan beras sebanyak 450.000 ton untuk alokasi 3 (tiga) bulan penyaluran di seluruh wilayah Indonesia dan sampai dengan tanggal 13 Oktober 2020 telah terealisasi sebesar 288.178 ton atau 64% dari pagu 3 alokasi. Memperhatikan realisasi tersebut maka masih tersisa sebesar 161.822 ton untuk segera disalurkan, untuk itu perlu percepatan penyaluran Bansos Beras ini pada sisa hari di bulan Oktober ini,” papar Triyana.

Lebih lanjut, Triyana  pun menyadari bahwa tugas ini akan berjalan dengan baik apabila terdapat sinergi diantara seluruh pihak yang terlibat yaitu pihak transporter PT. DNR dan PT. BGR, Dinas Sosial, serta Rekan-rekan Pimwil BULOG. “Untuk itu saya berharap kepada seluruh pihak yang terlibat untuk bekerjasama dalam menyukseskan program ini,” tegas Triyana.

Sehingga dalam hal ini, Triyana menjelaskan bahwa BULOG terus meningkatkan kerjasama dengan Kemensos, pihak transporter dan seluruh pihak yang terlibat untuk melakukan pengawasan mengingat program ini merupakan program yang langsung besentuhan dengan masyarakat berpendapatan rendah yang saat ini sangat terdampak akibat dari Pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, di awal tahun 2020, BULOG telah menggelontorkan CBP (Cadangan Beras Pemerintah) sebesar 120 ton sampai dengan minggu kedua di bulan Januari tahun 2020. Beras CBP ini disalurkan untuk beberapa daerah di Indonesia yang mengalami bencana alam seperti DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Utara, Aceh, Jawa Tengah, NTT dan Papua.

Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Awaludin Iqbal mengatakan sepanjang bulan Januari 2020 cukup banyak becana alam yang terjadi di seluruh Indonesia. Untuk membantu korban bencana alam tersebut stok beras CBP yang dikelola oleh BULOG siap untuk digelontorkan.

Guna menjalankan penugasan pengelolaan beras CBP, sepanjang tahun 2019 Perum BULOG berhasil mengelola stok CBP hingga 2 juta ton lebih.

“Selain untuk penyaluran Bencana Alam, beras CBP ini juga digunakan untuk kegiatan Operasi Pasar yang sekarang bernama Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk menstabilkan harga”, ujar Iqbal.

Pada bulan Januari 2020 kemarin Bank indonesia memprediksi inflasi sebesar 0,41 persen dengan rata-rata inflasi secara bulanan dari 2016 hingga 2019 mencapai 0.64 persen. Pantauan harga pangan pokok seperti beras telah mengalami kenaikan akibat dari banjir yang melanda di wilayah Jabodetabek, hingga Banten.

Adapun hasil survei pemantauan harga beras yang dilakukan oleh Perum BULOG di wilayah DKI Jakarta hingga minggu kedua bulan Januari 2020, harga beras tertinggi mencapai Rp.15.000,-/Kg, dan beras standar medium berkisar Rp.10.935,-/Kg dengan GKP tinggkat penggilingan menurut BPS pada kisaran Rp.5.313,-/kg tren kenaikan 2,11 persen.

“Kami siap untuk menjalankan tugas untuk menstabilkan harga bahan pangan pokok pasca bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia,” ungkap Iqbal.

BERITA TERKAIT

UU Cipta Kerja Perkuat Posisi KUMKM Dalam Rantai Pasok

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) optimis bahwa UU Cipta Kerja bakal mampu memperkuat posisi koperasi usaha mikro…

Ditengah Pandemi UMKM Wajib Didorong

NERACA Jakarta - Di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global serta kondisi pandemi Covid-19, para pelaku usaha kecil dan menengah…

Bersinergi Mempromosikan Poduk Lokal

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng seluruh diaspora Indonesia di luar negeri untuk ikut mempromosikan produk buatan lokal. Salah satunya,…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

UU Cipta Kerja Perkuat Posisi KUMKM Dalam Rantai Pasok

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) optimis bahwa UU Cipta Kerja bakal mampu memperkuat posisi koperasi usaha mikro…

Ditengah Pandemi UMKM Wajib Didorong

NERACA Jakarta - Di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global serta kondisi pandemi Covid-19, para pelaku usaha kecil dan menengah…

Bersinergi Mempromosikan Poduk Lokal

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng seluruh diaspora Indonesia di luar negeri untuk ikut mempromosikan produk buatan lokal. Salah satunya,…