Peduli Kemanusiaan Saat Pandemi - Aice Group Ikut Bagikan 5 Juta Masker Medis

Memasyarakatkan masyarakat akan pentingnya penggunaan masker untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19, produsen es krim Aice Group Bersama Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ikut dalam kampanye gerakan distribusi dan edukasi penggunaan 5 juta masker medis,”Kegiatan yang dilakukan ini merupakan bagian dari kegiatan kemanusiaan dan kampanye besar bersama GP Ansor yang dijalankan sejak awal pandemi, April lalu,”kata Juru Bicara Aice Group, Sylvana di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, perseroan melakukan kampanye penguatan keselamatan tenaga kesehatan (Nakes) lewat distribusi Alat Pelindung Diri di belasan rumah sakit penanganan Covid-19 dan satu juta es krim untuk membangun kondisi kerja yang kondusif dan ceria bagi Nakes di belasan rumah sakit Covid-19 di Jabodetabek dan Rembang, Jawa Tengah.

Kemudian masker shield yang diproduksi oleh Aice Group yang akan dibagikan memiliki spesifikasi 3-ply dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan. Masker dengan spesifikasi standar medis ini dimaksudkan untuk efektif menghindari droplet dalam berbagai aktivitas masyarakat. Masker yang diproduksi di pabrik baru termodern Aice Group di Mojokerto, Jawa Timur ini akan didistribusikan bersamaan dengan paket Vitamin C dan suplemen pendukung lain untuk meningkatkan imunitas masyarakat yang disasar.”Kampanye 5 juta masker medis yang kami jalankan bersama berbagai elemen dari pentahelix ini menjadi lanjutan dedikasi kami melawan pandemi. Ada sekitar 15 juta masker lain yang kami distribusikan juga bersama 200 ribu UMKM kami melalui edukasi pencegahan Covid 19 dan promosi. Dan, masker medis ini merupakan masker yang tidak diperjualbelikan, kami produksi khusus untuk program CSR,” ujar Sylvana.

Kolaborasi di berbagai kegiatan distribusi, edukasi dan komunikasi publik yang dijalankan GP Ansor dan Aice Group akan menjangkau berbagai elemen masyarakat dari berbagai umur dan kelompok masyarakat. Dua puluh kabupaten dan kota yang akan disasar tersebut terletak dari bagian barat hingga timur Indonesia.

Tercatat, wilayah sasaran tersebut adalah Jakarta, Bogor, Cirebon, Bandung, Rembang, Semarang, Pekalongan, Surabaya, dan Ambon yang masuk dalam aktivitas kampanye dilanjutkan dengan Palembang, Medan, Batam, Yogyakarta, Malang, Kudus, Denpasar, Manado, Banjarmasin, Madiun dan Makassar. Ada kemungkinan kampanye juga akan dilebarkan ke wilayah lain yang memiliki gerakan pentahelix baik dan memberikan respon terbuka untuk kerja bersama dalam gerakan ini.

GP Ansor sendiri mengapresiasi persistensi gerakan yang dimiliki oleh Aice Group dalam menangani pandemi ini. Gus Yaqut menilai pandemi ini bukan hanya membutuhkan aspek kurasi yang baik, namun juga sisi pencegahannya. Menurutnya, pandemi ini tidak hanya bercorak medis dalam pandeminya. Berbagai soal psikologis dan ekonomi masyarakat juga mempengaruhi keberhasilan penanganan pandemi. “Kami akan berfokus untuk menjangkau masyarakat bawah yang ada di berbagai kota. Berbagai pekerjaan yang beresiko seperti petugas penanganan sampah, petugas pemakaman dan petugas kebersihan di kantor-kantor akan kami jadikan salah satu target utama. Namun yang terpenting, kampanye ini berusaha untuk berbicara dengan intens ke masyarakat lewat aksi nyata. Bahwa dengan bersama-sama, kita mampu mencegah perburukan pandemi. Insya Allah kita bisa,”kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas.

Disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, dua puluh kabupaten dan kota yang tersebar di Indonesia akan menjadi wilayah sasaran utama kampanye ini. Kegiatan akan mengkombinasikan kebijakan Pemerintah dengan keterlibatan lima kelompok pemangku kepentingan utama di masyarakat. Kolaborasi pentahelix dari pemerintah pusat dan daerah yang berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran dari tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta yang dikombinasikan dengan komunikasi publik lewat media massa akan mengefektifkan penanganan Covid-19 di Indonesia.

 

 

BERITA TERKAIT

Digitalisasi Bawa Cuan Bagi Pedagang Saat Pandemi

Nyaris bangkrut dan terlilit utang puluhan juta karena tidak mampu bayar, derita yang harus diterima Diana (40) pedagang pakaian kaki…

Dorong Kemandirian dan Go Internasional - YDBA Bantu UMKM Kuliner Alat Pelatihan Memasak

Membangun kemandirian para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menggali pontensi yang dimiliki selalu dilakukan Yayasan Dharma Bhakti…

Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun - Peduli Wings Group Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Membangun kesadaran pentingnya cuci tangan pakai sabun, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang harus menjaga kebersihan seperti mencuci tangan menjadi…

BERITA LAINNYA DI CSR

Digitalisasi Bawa Cuan Bagi Pedagang Saat Pandemi

Nyaris bangkrut dan terlilit utang puluhan juta karena tidak mampu bayar, derita yang harus diterima Diana (40) pedagang pakaian kaki…

Dorong Kemandirian dan Go Internasional - YDBA Bantu UMKM Kuliner Alat Pelatihan Memasak

Membangun kemandirian para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menggali pontensi yang dimiliki selalu dilakukan Yayasan Dharma Bhakti…

Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun - Peduli Wings Group Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Membangun kesadaran pentingnya cuci tangan pakai sabun, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang harus menjaga kebersihan seperti mencuci tangan menjadi…