Laba Garudafood Terkoreksi Tajam 49,78%

NERACA

Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp115,04 miliar, turun 49,78% dibanding akhir semester satu 2019 yang mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp229,06 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, total penjualan usaha pada semester pertama tahun 2020 sebesar Rp3,91 triliun, turun 8,43% dibanding akhir Juni 2019 yang tercatat sebesar Rp4,27 triliun. Tapi beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp2,799 triliun  atau turun 4,92% dibanding semester I 2019, yang tercatat sebesar Rp2,944 triliun.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai Rp2,59 triliun atau turun 6,22% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp2,76 triliun. Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp2,87 triliun atau mengalami peningkatan 25,32% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp2,29 triliun. Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp5,46 triliun  atau naik 7,9% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat senilai Rp5,06 triliun.

Kemudian kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp483,9 miliar naik 86,48% dibandingkan semester 1 2019, yang tercatat Rp259,4 miliar. Asal tahu saja, belum adanya kepastian soal berakhirnya pandemi Covid-19 mendorong perseroan untuk kembali menganalisa strategi kinerja akibat tekanan pandemi. Hal itu didasarkan mengingat industri makanan dan minuman juga cukup terdampak, meski pemerintah menggolongkan dalam kategori yang memiliki permintaan tinggi.

Head of Corporate and External Relations Garudafood, Dian Astriana seperti dikutip bisnis pernah bilang, secara operasional seluruh pabrik Garudafood masih berjalan. Kapasitas produksi pun masih stabil karena memang tidak dilakukan penghentian atau penutupan.”Kami belum revisi target dengan adanya Covid-19 ini, kami tengah menganalisa kembali strategi Garudafood baik untuk jangka pendek maupun panjang,”ungkapnya.

Dari sisi penjualan, perseroan yang terkenal dengan produk kacang garuda ini, mengakui turut terdampak. Khususnya pada periode Maret ada penurunan tetapi April sudah kembali ada kenaikan. Tahun ini, perseroan menargetkan produksi dan penjualan bakal naik hingga 15% pada kuartal II tahun 2020 ini. Disampaikan Dian, perseroan sebetulnya tidak ingin mematok target tertentu pada tahun ini. Hal itu dikarenakan banyak faktor yang membuat target meleset seperti sebelumnya."Pastinya kami berharap bisa double digit growth atau setidaknya bisa tumbuh di atas rata-rata industri."tandasnya.

BERITA TERKAIT

Di Tengah Pandemi, Laba Bersih BJB Masih Tumbuh 5,9%

Tahun 2020 menjadi tahun penuh tantangan bagi pelaku industri perbankan. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang menyebabkan perlambatan ekonomi juga berimbas pada…

Jalin Kemitraan Dengan TikTok - Komitmen Telkomsel Dukung Kreativitas Masyarakat

Dukung kreativitas masyarakat Indonesia, khususnya bagi anak muda, TikTok sebagai platform destinasi video singkat terkemuka di Indonesia menjalin kerjasama dengan…

Terdampak Pandemi Covid-19 - Menhub Siapkan Stimulus Pemulihan Sektor Transportasi

Percepat pemulihan ekonomi terdampak pandemik Covid-19, pemerintah terus memberikan stimulus ekonomi dan tidak terkecuali di sektor transportasi. Maka memacu pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di Tengah Pandemi, Laba Bersih BJB Masih Tumbuh 5,9%

Tahun 2020 menjadi tahun penuh tantangan bagi pelaku industri perbankan. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang menyebabkan perlambatan ekonomi juga berimbas pada…

Jalin Kemitraan Dengan TikTok - Komitmen Telkomsel Dukung Kreativitas Masyarakat

Dukung kreativitas masyarakat Indonesia, khususnya bagi anak muda, TikTok sebagai platform destinasi video singkat terkemuka di Indonesia menjalin kerjasama dengan…

Terdampak Pandemi Covid-19 - Menhub Siapkan Stimulus Pemulihan Sektor Transportasi

Percepat pemulihan ekonomi terdampak pandemik Covid-19, pemerintah terus memberikan stimulus ekonomi dan tidak terkecuali di sektor transportasi. Maka memacu pertumbuhan…