Bersama Rejuve Global Investment - Pyridam Farma Bikin Usaha Riset dan Pengembangan

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) membentuk anak usaha yang bergerak di bidang riset dan pengembangan (R&D). Anak usaha ini dibentuk bersama dengan Rejuve Global Investment Pte Ltd. Adapun modal dasar dari anak usaha ini adalah 990 saham atau senilai S$ 9,9. "Tujuan dari pembentukan anak usaha ini untuk menunjang kegiatan usaha perseroan,”kata Sekretaris Perusahaan Pyridam Farma, Ryan Arvin Sutikno dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, pembentukan anak usaha dilakukan pada 16 September 2020 yang bernama Pyfa Health Singapore Pte Ltd. Anak usaha ini beroperasi di Singapura di bidang riset dan pengembangan ilmu bioteknologi, dan medis. Disampaikan Ryan, pembentukan anak usaha ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan. Belum lama ini, Rejuve Global Investment Pte Ltd menyatakan kesiapannya untuk melakukan tender offer terhadap saham yang dimiliki oleh pemegang saham Pyridam Farma.

Tender offer ini dilakukan setelah Rejuve Global menjadi pengendali baru di Pyridam Farma. Adapun Rejuve Global Investment akan melaksanakan tender offer sebanyak 86,67 juta unit saham atau sekitar 16,19% dari seluruh modal perseroan. Harga penawaran dari tender offer ini sebesar Rp 771 per saham sehingga nilai total tender offer adalah Rp 66,82 miliar. Pada 20 Juli lalu, Rejuve Global membeli 254,73 juta saham atau setara 47,61% saham di Pyridam Farma dari pengendali sebelumnya PT Pyridam Internasional.

Selain Rejuve Global, terdapat satu pihak lagi yakni PT Starindo Kencana Sejahtera yang melakukan jual-beli saham dengan Pyridam Internasional pada hari yang sama. Starindo Kencana membeli sebanyak 33,38 juta saham atau setara 6,24%. Setelah mengakuisisi saham Pyridam Farma, Rejuve Global selanjutnya diwajibkan untuk melakukan tender offer. Pelaksanaan tender offer ini tidak dilakukan untuk saham yang dimiliki oleh pemegang saham utama, yakni PT Aldiracita Sekuritas Indonesia dan Starindo Kencana Sejahtera. Dalam hal ini, Aldiracita memiliki 160,28 juta saham atau 29,96% dari total modal perseroan. Sedangkan Starindo Kencana memiliki sebanyak 33,38 juta saham atau 6,24% dari total modal perseroan.

Penawaran tender wajib ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik untuk menjual sahamnya kepada pengendali baru dengan harga penawaran tender wajib. Adapun masyarakat menggenggam 16,19% saham di Pyridam Farma. Selain masyarakat, pemegang saham lain di Pyridam Farma adalah Rejuve Global Investment sebesar 47,61%, Aldiracita Sekuritas Indonesia sebanyak 29,96% dan Starindo Kencana Sejahtera sebanyak 6,24%.

Sementara sebelum adanya akuisisi, Pyridam International menggenggam 53,85% saham, Indrawati Kosasih sebanyak 11,54%, Linda Kosasih 11,54%, Hasan Tjandra sebanyak 6,68% dan masyarakat sebanyak 16,19%. Setelah menjadi pengendali baru, Rejuve Global berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan usaha Pyridam Farma yang bergerak do bidang farmasi. Hal ini dilakukan melalui pengembangan produk, investasi peralatan dan mesin yang diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi Pyridam Farma.

Di semester I-2020, Pyridam Farma berhasil meraih pertumbuhan laba komprehensif tahun berjalan sebesar 223% menjadi Rp 5,69 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 1,76 miliar. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan penjualan produk bermargin tinggi. Kenaikan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan dari Rp 121,36 miliar menjadi Rp 121,57 miliar hingga akhir Juni 2020. Sedangkan beban pokok penjualan berhasil ditekan dari Rp 51,99 miliar menjadi Rp 44,43 miliar pada semester I-2020. Hal ini membuat laba usaha perseroan melonjak dari Rp 3,83 miliar menjadi Rp 8,10 miliar.



BERITA TERKAIT

GoPay Ajak Masyarakat Berdonasi Peduli Covid-19

Kendatipun korban terpapar pandemi Covid-19 di Indonesia mulai melandai di penghujung akhir tahun ini, namun kondisi tersebut dinilai belum aman.…

Konsorsium Dengan Samudera - Jababeka Bidik Proyek Pelabuhan Patimban

NERACA Jakarta -Bidik potensi bisnis dari proyek Pelabuhan laut internasioal Patimban, Jawa Barat, PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Samudera…

Optimis Pemulihan Ekonomi - Pasar Modal Mulai Tunjukkan Indikator Positif

NERACA Jakarta – Geliat pasar modal di era pandemi Covid-19, menujukkan optimisme dan kepercayaan investor dengan upaya pemulihan ekonomi yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

GoPay Ajak Masyarakat Berdonasi Peduli Covid-19

Kendatipun korban terpapar pandemi Covid-19 di Indonesia mulai melandai di penghujung akhir tahun ini, namun kondisi tersebut dinilai belum aman.…

Konsorsium Dengan Samudera - Jababeka Bidik Proyek Pelabuhan Patimban

NERACA Jakarta -Bidik potensi bisnis dari proyek Pelabuhan laut internasioal Patimban, Jawa Barat, PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Samudera…

Optimis Pemulihan Ekonomi - Pasar Modal Mulai Tunjukkan Indikator Positif

NERACA Jakarta – Geliat pasar modal di era pandemi Covid-19, menujukkan optimisme dan kepercayaan investor dengan upaya pemulihan ekonomi yang…