PTPP Realisasikan Kontrak Rp 11,24 Triliun

NERACA

Jakarta – Sampai dengan Agustus 2020, PT PP Tbk (PTPP) mencatatkan perolehan kontrak baru sampai sebesar Rp11,24 triliun. Mayoritas kontrak baru, datang dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 46%. Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, dengan capaian tersebut memberi keyakinan bahwa perseroan akan mencapai target kontrak baru yang ditetapkan pada tahun ini.

Menurutnya, hal tersebut terlihat dari bermunculannya proyek-proyek baru yang diraih oleh Perseroan di masa pandemik Covid-19 ini. Dia merinci, pencapaian kontrak baru sebesar Rp 11,24 triliun tersebut, terdiri dari kontrak baru induk perseroan sebesar 84% dan anak perusahaan sebesar 16%. Beberapa proyek yang berhasil diraih perseroan sampai dengan Agustus 2020, antara lain: RDMP JO sebesar Rp1,80 triliun, SPAM Pekanbaru sebesar Rp1,26 triliun, Bogor Apartement sebesar Rp1,17 triliun, Sirkuit Mandalika sebesar Rp817 miliar, Sport Centre Banten Rp794 miliar, SGAR Alumina Rp660 miliar, RDMP Reguler Rp576 miliar, Jalan Kendari-Toronipa Rp412 miliar, Muara Bakah Pipeline & Refinery Rp290 miliar, Dual Fuel Power Plant Freeport 80 MW Rp261 miliar, dan PLBN Long Nawang Rp204 miliar.

Sedangkan dari sisi pemberi kerja sampai dengan Agustus 2020, kontrak baru yang berasal dari BUMN mendominasi dengan kontribusi sebesar 46%, disusul oleh Pemerintah sebesar 32% dan Swasta sebesar 22%. Hanya saja, kinerja saham emiten EPC BUMN ini tidak jauh berbeda dengan emiten konstruksi BUMN lainnya. Tahun ini, perseroan merevisi target kinerja keuangan 2020 seiring dengan penurunan berbagai sektor usaha akibat penyebaran virus corona (Covid-19)

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP, Agus Purbianto pernah mengungkapkan, perseroan merevisi Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19. Disebutkan, target kontrak baru perseroan pada 2020 direvisi dari Rp43 triliun menjadi Rp25 triliun. Selanjutnya, target penjualan juga diturunkan dari Rp28 triliun menjadi Rp17 triliun.

Kemudian laba dari angka Rp1,4 triliun menjadi Rp122 miliar. Dia menyebut revisi itu telah mendapat persetujuan dari pemegang saham mayoritas. Menurutnya, target itu harus dipertahankan oleh perseroan.“Kondisi Covid-19 tidak mudah untuk mengeksekusi proyek. Ada beberapa keterbatasan dan kami juga menyesuaikan dengan realokasi anggaran,” paparnya.

Kendati demikian, Agus menyatakan lebih optimistis pada 2021. Pihaknya meyakini akan terjadi kenaikan signifikan dibandingkan dengan periode 2020.“Pandemi diharapkan pada Desember 2020 sudah banyak surut tren kenaikannya dan vaksin sudah ditemukan sehingga kami lebih optimistis,” jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2020, perseroan membukukan pendapatan Rp6,74 triliun per 30 Juni 2020. Realisasi itu turun 37,76% dibandingkan dengan Rp10,83 triliun periode yang sama tahun lalu. Dari situ, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai Rp15,94 miliar pada semester I/2020. Pencapaian turun dari Rp343,71 miliar pada semester I/2019.

BERITA TERKAIT

GoPay Ajak Masyarakat Berdonasi Peduli Covid-19

Kendatipun korban terpapar pandemi Covid-19 di Indonesia mulai melandai di penghujung akhir tahun ini, namun kondisi tersebut dinilai belum aman.…

Konsorsium Dengan Samudera - Jababeka Bidik Proyek Pelabuhan Patimban

NERACA Jakarta -Bidik potensi bisnis dari proyek Pelabuhan laut internasioal Patimban, Jawa Barat, PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Samudera…

Optimis Pemulihan Ekonomi - Pasar Modal Mulai Tunjukkan Indikator Positif

NERACA Jakarta – Geliat pasar modal di era pandemi Covid-19, menujukkan optimisme dan kepercayaan investor dengan upaya pemulihan ekonomi yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

GoPay Ajak Masyarakat Berdonasi Peduli Covid-19

Kendatipun korban terpapar pandemi Covid-19 di Indonesia mulai melandai di penghujung akhir tahun ini, namun kondisi tersebut dinilai belum aman.…

Konsorsium Dengan Samudera - Jababeka Bidik Proyek Pelabuhan Patimban

NERACA Jakarta -Bidik potensi bisnis dari proyek Pelabuhan laut internasioal Patimban, Jawa Barat, PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Samudera…

Optimis Pemulihan Ekonomi - Pasar Modal Mulai Tunjukkan Indikator Positif

NERACA Jakarta – Geliat pasar modal di era pandemi Covid-19, menujukkan optimisme dan kepercayaan investor dengan upaya pemulihan ekonomi yang…