Program Pemberdayaan Mendongkrak Penghasilan Nelayan Cirebon

NERACA

Cirebon - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Perizinan dan Kenelayanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap kembali mengadakan program pemberdayaan nelayan melalui kegiatan pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan penghasilan nelayan.

Muhammad Zaini, Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, KKP mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan motivasi, inovasi, keterampilan, kompetensi dan manajemen usaha penangkapan ikan. Selain itu juga untuk membuka wawasan nelayan tentang alternatif penjualan hasil tangkapan atau produk perikanan bernilai tambah.

“Seperti yang kita ketahui sekarang akibat pandemi global COVID-19, nelayan kecil menjadi komunitas yang paling terdampak. Dampak yang paling dirasakan adalah harga ikan yang turun drastis, meskipun hasil tangkapan stabil. Kondisi ini tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan dan biaya operasional yang tinggi, sehingga dengan adanya acara ini dapat membantu para nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Zaini.

Zaini pun mengakui bahwa kegiatan ini tentunya tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak agar dapat terus berkelanjutan. Tak hanya itu, namun juga mampu menjaga atau bahkan meningkatkan kapasitas usaha nelayan pada masa pandemi Covid-19

 “Untuk kegiatan saat ini kita sudah bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Cirebon, Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, BLU - LPMUKP, Puslatluh KKP, BPJS Ketenagakerjaan, PT. Pegadaian, PT. XL. AXIATA, PT. PNM, Institut Pertanian Bogor, FPIK Unpad, Dinas Perindustrian dan Perdaganagan, serta SMKN 1 Mundu,” papar Zaini.

Acara ini dilaksanakan selama dua hari. Dalam acara ini para nelayan dan para wanita nelayan diberikan sosialisasi, bimtek dan gerai fasilitasi, yang diantaranya memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas hasil tangkapan nelayan melalui apartemen ikan, atraktor cumi, rumpon portable, pembuatan pancing senggol dan modifikasi alat tangkap jaring gillnet menjadi jaring rampus.

Selain itu juga diberikan bimbingan teknis perbengkelan khususnya mesin penggerak kapal dan mesin pendukung alat penangkapan. Kemudian dukungan akses permodalan dan pendanaan dalam meningkatkan kapasitas usaha nelayan, dukungan Aplikasi Laut Nusantara untuk meningkatkan produktivitas nelayan, pembiayaan dengan gadai kapal perikanan kerjasama.’

Disisi lain, untuk memperkuat ekonimi nelayan maka perlu dilakukan korporasi nelayan agar kinerja nelayan bisa fokus pada bidangnya.

Sehingga dalam hal ini Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap bahwa koperasi bisa menjadi pintu bagi pemberdayaan ekonomi para nelayan di Indonesia. Untuk itu, pihaknya akan terus memperkuat kelembagaan koperasi yang menaungi para nelayan.

"Saya perlu mendapat banyak masukan untuk menyusun formula kebijakan agar lebih tepat sasaran," ucap Teten.

Lebih lanjut, Teten ingin menggali lebih dalam apa sebenarnya yang dibutuhkan para nelayan untuk meningkatkan produksi tangkap hingga taraf hidup keluarganya. "Karena, kita memiliki potensi kekayaan laut yang bisa lebih dioptimalkan," kata Teten.

Untuk memenuhi kebutuhan para nelayan, Teten meyakini bahwa melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM, semuanya bisa terpenuhi. "Kita akan bantu dan kembangkan koperasi melalui pembiayaan dana bergulir," ungkap Teten.

Bagi Teten, dengan memperkuat koperasinya, beberapa masalah seperti modal kerja nelayan, pengolahan ikan hasil tangkap, memperbaharui kapal, sampai menambah armada kapal, bisa segera terselesaikan. "Jangan sampai ada produk nelayan yang tidak terserap pasar," jelas Teten.

Artinya, Teten pun akan memperkuat ekosistem supply chain dengan ikan yang berstandar kualitas tinggi. Dari mulai proses tangkap, distribusi, hingga ke konsumen, harus tetap menjaga kualitas ikannya. 

Sehingga dalam hal ini Kemneterian Koperasi dan UKM mendorong koperasi memiliki industri pengolahan ikan. Sehingga, proses bisnis dari hulu hingga hilir bisa lebih dinikmati para nelayan. "Kita bantu pengembangan usaha dan pembiayaannya, agar para nelayan punya pendapatan yang maksimum," ujar Teten.

 

 

 

BERITA TERKAIT

September 2020, Realisasi Penanaman Modal Tumbuh 1,7%

NERACA Jakarta - Lembaga Internasional memproyeksikan Ekonomi Global 2020 terkoreksi cukup tajam, namun pada 2021 akan membaik. “Indonesia diprediksi oleh…

Mendorong Produk Halal Ke Pasar Internasional

Jakarta - Produk halal Indonesia, yang kini semakin diminati negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim, memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap…

40 Persen dari Dana Pagu K/L Wajib Dibelanjakan Produk UMKM

NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal mewajibkan seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L) mengalokasikan minimal 40 persen pagu anggarannya…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

September 2020, Realisasi Penanaman Modal Tumbuh 1,7%

NERACA Jakarta - Lembaga Internasional memproyeksikan Ekonomi Global 2020 terkoreksi cukup tajam, namun pada 2021 akan membaik. “Indonesia diprediksi oleh…

Mendorong Produk Halal Ke Pasar Internasional

Jakarta - Produk halal Indonesia, yang kini semakin diminati negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim, memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap…

40 Persen dari Dana Pagu K/L Wajib Dibelanjakan Produk UMKM

NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal mewajibkan seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L) mengalokasikan minimal 40 persen pagu anggarannya…