Lagi, BEI RaihThe Best Islamic Capital Market

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kesekian kalinya kembali berhasil meraih The Best Islamic Capital Market pada ajang penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards(GIFA) 2020. “Suatu kehormatan bagi kami menerima penghargaan ini untuk kedua kalinya, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang menekan kinerja pasar modal syariah global. Penghargaan ini memicu kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan industri pasar modal syariah Indonesia,”kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, BEI telah menerima penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market pada 2019, yang merupakan kategori penghargaan yang tertinggi dalam industri pasar modal syariah global. GIFA diselenggarakan oleh EdBiz Consulting yang berkantor pusat di London, Inggris. BEI dinilai secara konsisten berhasil memberikan pertumbuhan yang baik bagi perkembangan pasar modal syariah di Indonesia dalam sembilan tahun terakhir, dengan melakukan berbagai inisiatif dan kegiatan pengembangan bersama para stakeholders, tidak hanya untuk mengupayakan peningkatan pasar namun juga menjaga agar tetap sesuai dengan kaidah syariah yang diwujudkan dalam beberapa pencapaian, di antaranya,  BEI terus melakukan inovasi bagi edukasi pasar modal syariah.

Salah satunya dengan menyediakan sarana edukasi secara virtual, serta memiliki platform kegiatan literasi dan inklusi yang terintegrasi bernama Sharia Investment Week (SIW). Selain itu, BEI dianggap sebagai salah satu bursa efek di dunia yang berhasil mengembangkan konsep edukasi pasar modal syariah terintegrasi dengan melibatkan beragam jaringan komunitas di masyarakat, mulai dari komunitas mahasiswa, ibu rumah tangga, profesional sampai dengan komunitas pendakwah dan jaringan pesantren.

Selanjutnya, pasar modal syariah Indonesia menunjukkan kinerja pertumbuhan jumlah investor saham syariah sangat signifikan. Dalam 4 tahun terakhir, jumlah investor saham syariah di Indonesia meningkat 536%. Per Agustus 2020, investor saham syariah telah mencapai 78.199 investor atau sekitar 5,9% dari total investor saham Indonesia.

Kemudian pasar modal syariah Indonesia sangat mendukung pengembangan green investment, hal tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2018, Pasar Modal Syariah Indonesia konsisten menerbitkan green sukuk serta BEI yang menjadi anggota Sustainable Stock Exchanges Initiative. Disamping itu,  BEI adalah bursa efek pertama di dunia yang mengembangkan sistem transaksi secara daring yang memenuhi prinsip syariah atau Shariah Online Trading System (SOTS) yang terintegrasi secara end to end.

Berikutnya, pasar modal syariah Indonesia menjadi satu-satunya pasar modal di dunia yang mempunyai fatwa khusus tentang transaksi saham syariah di bursa efek dan pasar modal syariah Indonesia memiliki perusahaan efek yang mengembangkan sistem perdagangan syariah atau Islamic Windows Securities Companies terbanyak di dunia dengan pertumbuhan yang paling signifikan.

 

 

BERITA TERKAIT

Hadirkan Teknologi Plasmacluster - Sharp Buktikan Efektif Turunkan Risiko Coronavirus

Mudahnya penyebaran virus corona melalui udara atau karena kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik, mendorong PT…

Peringkat KIK EBA Garuda Direvisi Jadi BB

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01…

Keuangan Syariah Tumbuh Positif - OJK Catat Total Saham Syariah Rp 3.013 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, geliat industri keuangan syariah masih tumbuh positif  dan termasuk pasar modal syariah. Hal…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Hadirkan Teknologi Plasmacluster - Sharp Buktikan Efektif Turunkan Risiko Coronavirus

Mudahnya penyebaran virus corona melalui udara atau karena kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik, mendorong PT…

Peringkat KIK EBA Garuda Direvisi Jadi BB

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01…

Keuangan Syariah Tumbuh Positif - OJK Catat Total Saham Syariah Rp 3.013 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, geliat industri keuangan syariah masih tumbuh positif  dan termasuk pasar modal syariah. Hal…