Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia - Memberdayakan Masyarakat Desa Lewat Desa Vokasi

Membangun perekonomian dan memberdayakan masyarakat desa dengan memanfaatkan potensi alam di sekitar menjadi kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dalam meningkatkan perekonomian warga desa dari kemiskinan, khususnya di wilayah pabrik Tarjun Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pada wilayah tersebut, desa yang bertetangga dengan pabrik dijadikan sebagai sentra beberapa usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan lokal lewat program desa vokasi,”Melalui program desa vokasi, masyarakat dapat belajar dan berlatih menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja dan menciptakan lapangan kerja sesuai dengan sumber daya yang ada di wilayahnya, sehingga taraf hidup masyarakat di wilayah perdesaan lebih meningkat," kata SHE Corporate Social Responsibility Department Head PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun, Teguh Iman Basoeki di Kotabaru, kemarin,

Disampaikannya, kegiatan program vokasi desa bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat perdesaan sekitar operasional pabrik dan perusahaan membentuk kawasan desa yang menjadi sentra beragam vokasi usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan lokal. Dirinya menjelaskan bahwa pelatihan Magang Indocement (MI) dalam program desa vokasi ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan pilar pendidikan dan pilar pembangunan ekonomi."Setelah mengikuti pelatihan selama tiga bulan peserta yang berasal dari desa binaan perusahaan itu merupakan lulusan SMA sederajat yang belum mampu untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi," katanya.

Tujuan utama kegiatan itu, kata dia, adalah menciptakan tenaga kerja trampil (skilled), khususnya dalam hal perawatan CCTV, jaringan, air conditioner (AC),  overhaul motor, overhaul gear box dan alat yang digunakan dalam dunia konstruksi "roller tired" secara profesional. Program ini juga berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, pertumbuhan ekonomi perdesaan, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat desa sekitar perusahaan.

Bahkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu dari program CSR pemberdayaan masyarakat bidang pendidikan yang dilakukan oleh Indocement yang bersinergi dengan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s). SDG's itu yakni tujuan ke-4, yakni pendidikan berkualitas adalah menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan belajar untuk semua orang, dan tujuan ke-8 pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak adalah mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan, lapangan kerja yang produktif serta pekerjaan yang layak untuk semua orang.

 

Berikan Pelatihan

 

 

Dia mengatakan, Indocement terus mengembangkan bentuk pelatihan dan pemberdayaan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pabrik sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan di berbagai bidang untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas masyarakat dalam bentuk pelatihan-pelatihan.”Yang tak kalah pentingnya adalah pelaksanaannya tetap menjalankan dan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku di perusahaan, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD) serta peserta selama pelatihan wajib mencuci tangan dengan sabun air mengalir saat beraktivitas dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” kata  Iman Basoeki.

Seorang peserta pelatihan, Hairinuar mengaku cukup terbantu dengan adanya pelatihan dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan.”Dengan adanya pelatihan ini akan sangat membantu dalam peningkatan kompetensi dalam upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yan terampil. Sekali lagi terimakasih Indocement yang sudah melaksanakannya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan seorang peserta dari warga Desa Langadai, Zian Aldi. Dirinya berterimakasih kepada Indocement karena sudah menyelenggarakan pelatihan tersebut dan pelatihan ini juga menjadi modal usaha nantinya dalam meningkatkan pendapatannya. Dalam pelatihan tersebut, perseroan selalu tetap menjalankan dan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku, seperti Physical Distancing (jaga jarak), menggunakan masker. Menggunakan masker dan APD serta peserta pelatihan wajib mencuci tangan dengan sabun air mengalir saat beraktivitas dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), ujarnya.

Kepala Desa Langadai, Tri Sutrisno menyambut baik kegiatan tersebut dan mewakili desa-desa mitra lainnya. Dirinya mengucapkan terima kasih atas inisiatif tim CSR dan palatihan Indocement yang bersinergi bersama menggelar pelatihan dan menjadi harapan semoga menambah lapangan kerja serta mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di desanya,”Pelatihan ini akan memberikan manfaat dan dampak positif kepada seluruh peserta, dan sekali lagi terima kasih kepada perusahaan Semen Tiga Roda atas inisiatif dan sumbangsihnya dalam rangka peningkatan SDM warga perdesaan,”kata Tri sutrsino.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Masyarakat Indonesia (APENMASI), Hafid Abbas, salah satu cara untuk mensejahterakan masyarakat desa dari masalah ekonomi ialah dengan membangun desa vokasi. Desa vokasi merupakan desa yang bisa berkembang karena ada bimbingan dari masyarakat agar mampu menjadi masyarakat mandiri dengan memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Hafid mencontohkan, Penmas Universitas Pendidikan Indonesia Bandung yang telah membina desa Cihampelas, Bandung menjadi desa Eceng Gondok yang memanfaatkan gulma tanaman yang liar ini menjadi sepatu, tas, tikar, kursi, meja dan berbagai produk lainnya yang bernilai ekonomi tinggi.”Tanaman liar tumbuh menjadi berkah. Desa vokasi ini terwujud karena adanya penelitian lalu ada pembinaan kepada masyarakat,"ujarnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, akademisi pun harus melihat daerah-daerah paling tertinggal di Indonesia sebagai lokasi penelitian sehingga bisa dibantu kemiskinannya. Menurut dia, kampus bisa melakukan pemetaan mengenai apa potensi yang bisa dikembangkan. Misal mana yang bisa dibentuk sebagai desa vokasi lele, batik, perajin sabut kelapa dan lainnya.

Sehingga, kata dia, tidak ada sudut di negeri ini yang tidak muncul sebagai daerah maju jika kampus bisa hadir mencurahkan ilmunya. Selain itu pihaknya berharap para peneliti dari program studi pendidikan masyarakat bisa menegakkan Tridharma perguruan tinggi untuk bisa menjawab persoalan kesenjangan social di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Hari Dokter Indonesia, Wom Finance Donasikan Alat Kesehatan untuk 3 RSUD

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi COVID-19 yang kini juga melanda Indonesia, dokter menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19.…

Digitalisasi Bawa Cuan Bagi Pedagang Saat Pandemi

Nyaris bangkrut dan terlilit utang puluhan juta karena tidak mampu bayar, derita yang harus diterima Diana (40) pedagang pakaian kaki…

Dorong Kemandirian dan Go Internasional - YDBA Bantu UMKM Kuliner Alat Pelatihan Memasak

Membangun kemandirian para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menggali pontensi yang dimiliki selalu dilakukan Yayasan Dharma Bhakti…

BERITA LAINNYA DI CSR

Hari Dokter Indonesia, Wom Finance Donasikan Alat Kesehatan untuk 3 RSUD

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi COVID-19 yang kini juga melanda Indonesia, dokter menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19.…

Digitalisasi Bawa Cuan Bagi Pedagang Saat Pandemi

Nyaris bangkrut dan terlilit utang puluhan juta karena tidak mampu bayar, derita yang harus diterima Diana (40) pedagang pakaian kaki…

Dorong Kemandirian dan Go Internasional - YDBA Bantu UMKM Kuliner Alat Pelatihan Memasak

Membangun kemandirian para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menggali pontensi yang dimiliki selalu dilakukan Yayasan Dharma Bhakti…