Kompolnas Apresiasi Penerapan Aplikasi SIGAP di SPN Polda Metro Jaya

NERACA

Jakarta - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea H Poeloengan mengapresiasi penerapan aplikasi SIGAP dalam pendidikan Bintara Polisi di Sekolah Kepolisian Negara Republik Indonesia (SPN) Polda Metro Jaya.


"Apresiasi saya terhadap aplikasi SIGAP ini. Melalui aplikasi SIGAP ini diharapkan mampu memutus rantai penularan virus COVID-19 karena proses pembelajaran bisa dilakukan secara daring," kata Andrea dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8).


Andrea menyebutkan salah satu hambatan dan ancaman pada masa pandemi COVID-19 adalah bahaya terhadap sekumpulan orang yang berada dalam satu lokasi yang berpotensi mempermudah penularan dan penyebaran virus tersebut.


Anggota Kompolnas itu menyebut aplikasi SIGAP yang diinisiasi oleh Koordinator Tenaga Pendidik (Koorgadik) SPN Lido Polda Metro Jaya AKBP Andi Sinjaya Ghalib dengan dukungan Kepala SPN Polda Metro Jaya Kombes Pol Aloysius Suprijadi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, sebagai solusi pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam mencegah penularan COVID-19 di lingkungan SPN Lido Polda Metro Jaya.


Dengan aplikasi ini, maka SPN Polda Metro Jaya bisa menerapkan sistem pembelajaran bagi tenaga pendidik maupun siswa calon bintara Polri agar bisa berlangsung secara interaktif dan mobile sehingga efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang diharapkan serta target yang telah ditentukan sebelumnya.

"Saya berharap, agar aplikasi SIGAP ini juga dapat mengakomodir sementara materi materi teknis dan fisik pada pembelajaran bagi Bintara di SPN Lido Polda Metro Jaya," ujarnya.


Andrea mengatakan inovasi ini menunjukkan bahwa Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya memiliki visi yang jauh ke depan guna menjaga keberlangsungan profesionalitas anggota Polri.


Pada kesempatan terpisah, Project Manager SIGAP AKBP Andi Sinjaya menyatakan, aplikasi digital ini merupakan salah satu komitmen Kapolda Metro Jaya untuk menjadikan Polda Metro Jaya sebagai contoh dan pelopor inovasi untuk kepentingan masyarakat dan institusi Polri.


"Aplikasi ini diharapkan juga menjadi sebuah wadah interaksi antara siswa, gadik dan pengasuh dalam proses belajar mengajar sehingga mampu menghasilkan pembelajaran yang berkualitas," ujar Andi Sinjaya.

Selain itu, aplikasi SIGAP juga memiliki fungsi evaluasi, untuk mengukur serta memacu kinerja siswa, gadik (tenaga pendidik) dan pengasuh secara efektif dan efisien.


Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujana meresmikan peluncuran aplikasi tersebut di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin.


Nana Sujana mengatakan SIGAP adalah salah satu dari beberapa inovasi Polda Metro Jaya dalam menghadapi pandemi COVID-19 di wilayah hukumnya.


"Polda Metro Jaya di masa pandemi COVID-19 sudah meluncurkan beberapa aplikasi, diantaranya polisi kita.id, kemudian aplikasi Kampung Jabat dan hari ini saya meresmikan digitalisasi pendidikan yang bernama SIGAP," kata Nana. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

BPKN Fokuskan pada Tiga Isu Fundamental Perlindungan Konsumen

NERACA   Jakarta - Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E Halim menyatakan arah kebijakan BPKN periode 2020-2023 akan…

DJKI Ajak Publik Kembangkan Inovasi Pengetahuan Tradisional dan SDG

NERACA Jakarta - Direktorat Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM mengajak masyarakat untuk mengembangkan inovasi kekayaan intelektual komunal (KIK)…

KI Pusat: Data Pribadi Sebagai Informasi yang Harus Dilindungi

NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Hendra J Kede mengatakan data pribadi adalah informasi yang harus dilindungi…

BERITA LAINNYA DI Hukum Bisnis

BPKN Fokuskan pada Tiga Isu Fundamental Perlindungan Konsumen

NERACA   Jakarta - Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E Halim menyatakan arah kebijakan BPKN periode 2020-2023 akan…

DJKI Ajak Publik Kembangkan Inovasi Pengetahuan Tradisional dan SDG

NERACA Jakarta - Direktorat Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM mengajak masyarakat untuk mengembangkan inovasi kekayaan intelektual komunal (KIK)…

KI Pusat: Data Pribadi Sebagai Informasi yang Harus Dilindungi

NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Hendra J Kede mengatakan data pribadi adalah informasi yang harus dilindungi…