Unjuk Gigi di Pasar Internasional - WIKA Kebut Tiga Proyek Luar Negeri Tahun Ini

NERACA

Jakarta – Terkena dampak pandemi Covid-19, beberapa proyek konstruksi PT Wiajaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sempat terhenti dan termasuk proyek di luar negeri. Setidaknya tercatat ada tujuh proyek luar negeri yang tengah digarap perseroan. Maka guna memenuhi komitmen kepada pelanggannya, WIKA menargetkan tiga proyek di luar negeri rampung pada akhir tahun ini.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan menyebutkan, proyek-proyek yang akan rampung pada tahun ini berupa dua buah jembatan dan 1 proyek jalur kereta api. Secara keseluruhan, portofolio proyek luar negeri WIKA tersebar di 11 negara. Kata Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, pencapaian perseroan di pasar konstruksi luar negeri tidak terlepas dari  kekuatan WIKA terletak pada portofolio yang luas di tingkat domestik dan dukungan dari semua lini bisnis. Hal ini memungkinkan WIKA dalam menawarkan jasa konstruksi secara lebih lengkap di pasar internasional.

Selain itu, dalam setiap pembangunan proyek yang melibatkan kontraktor internasional, WIKA berusaha seoptimal mungkin untuk melakukan transfer knowledge dan transfer teknologi sehingga kompetensi WIKA pun semakin meningkat dan dipercaya oleh para kontraktor global untuk menjadi partner dalam pengembangan bisnis di luar negeri.”Ditambah dengan kemampuan adaptasi dari karyawannya, WIKA pun semakin dipercaya menjadi kontraktor utama dalam pembangunan proyek berskala besar di luar negeri," ujar Agung.

Dari sejumlah proyek yang sedang dikerjakan, WIKA menargetkan penyelesaian tiga proyek pada akhir tahun nanti. Salah satu proyek yang akan rampung adalah Jembatan Clarin di Filipina. Jembatan yang menghubungkan Provinsi Bohol ke Pulau Panglau itu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Filipina yang sempat runtuh pada 2013 lalu akibat gempa bumi. 

Bersama perusahaan konstruksi Filipina, WIKA menggarap jembatan Arch Bridge atau jembatan lengkung dengan panjang linear 104 meter yang akan mempermudah akses menuju daerah pariwisata serta mempercepat mobilisasi barang dan jasa di antara kedua wilayah tersebut. Proyek jembatan kedua adalah pembangunan Jembatan Soibada yang menghubungkan Desa Soibada ke jalan utama menuju Manatutu di Timor Leste. Proyek yang ditargetkan akan selesai pada Desember 2020 ini akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat Timor Leste karena meningkatkan konektivitas sekaligus kapasitas kendaraan yang sebelumnya kerap menemui hambatan ketika air sungainya sedang pasang.

Sementara itu, proyek ketiga adalah pembaruan Yangon Circular Railway di Myanmar. Proyek yang digarap bersama dengan kontraktor terbesar Myanmar, Shwe Taung, ini adalah berupa perbaikan rel kereta double track sepanjang 44 KM di kota Yangon, Myanmar. Proyek ini juga ditargetkan rampung pada Desember 2020.

Disamping itu, WIKA juga menggarap proyek Proposed Sg Limbang Cable Stayed Bridge di Sarawak, Malaysia. Perseroan digandeng satu BUMN di Serawak dengan lingkup pekerjaan struktur utama jembatan. Proyek jembatan tersebut menghubungkan kota Limbang ke Brunei Darussalam ini dikerjakan sejak 2018 dan direncanakan selesai tahun 2021. Jembatan full cable stayed pertama yang digarap Wika di luar negeri ini terbentang sepanjang 772 meter dan lebar 20,5 meter di atas Sungai Limbang.

 

BERITA TERKAIT

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…