Hartadinata Bagikan Dividen Rp 36,8 Miliar

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memutuskan untuk membagikan dividen untuk tahun buku 2019 sebesar Rp 8 per saham atau senilai Rp 36,8 miliar.”Jadwal pembagian dividen sesuai ketantuan yang berlaku," kata Chief Financial Officer PT Hartadinata Abadi Tbk, Deny Ong dalam konferensi pers virtual, kemarin,

Dividen tersebut setara dengan 31,6% dari laba bersih perusaaan tahun lalu. Sepanjang 2019, Hartadinata Abadi mencatat laba bersih Rp 150 miliar atau naik 20,9 persen dari laba bersih 2018 sebesar Rp 124 miliar. Adapun laba bersih Deny mengatakan, hingga saat ini realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp 40 miliar, atau 75 persen dari yang dianggarkan sepanjang 2020 sekitar Rp 60 miliar. Mayoritas capex sudah digunakan untuk pembelian mesin. "Ke depan capex tidak banyak lagi," kata Deny.

Di tengah pandemi, Deny mengatakan perseroan masih optimistis bisa mencapai pendapatan di akhir 2020 sekitar Rp 4 triliun naik dari realisasi 2019 sebesar Rp 3,2 triliun. Adapun laba bersih diharapkan mencapai Rp 175 miliar, atau naik dari realisasi 2019 sebesar Rp 150 miliar. Sementara Chief Executive Officer (CEO) PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto mengatakan, saat ini total pendapatan Hartadiata masih didominasi dari penjualan perhiasan emas, dan sisanya logam mulia yang tahun ini diharapkan berkontribusi sekitar 25%.

Menurut dia, salah satu penyokong segmen perhiasan emas adalah kehadiran toko emas milik perusahaan yakni ACC. Hingga semester I-2020, toko emas ACC mencapai 49 toko atau naik dibanding semester I-2019 sebanyak 44 toko. Adapun pada akhir 2019 toko ACC masih berjumlah 26.”Hingga saat ini sudah ada 52 toko emas ACC, rencana kami akan menambah sekitar 6-7 toko sampai awal September 2020 yakni di Sawangan (Depok), Palembang, kemarin baru buka di Plaza Delta Surabaya. Segera kami buka di Bintaro dan Sidoarjo," kata Sandra Sunanto.

Dia mengatakan, perusahaan berencana memiliki 65 outlet emas ACC hingga akhir tahun 2020, dan naik menjadi 100 unit di 2021. Selain itu, untuk memperkuat posisi di segmen pasar menengah ke atas, perseroan juga telah membuka 3 toko Claudia Perfect Jewellery dan 2 toko Celine Jewellery yang fokus pada perhiasan berlian mewah, serta 3 toko ACC premium yang fokus pada perhiasan emas kadar tinggi.

Sementara melalui merek Gadai Terang Abadi Mulia, Hartadinata Abadi ingin melakukan penetrasi ke wilayah Nusa Tenggara Timur NTT dengan membangun 10 outlet, 10 outlet di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan 30 outlet di Jawa Timur. Penguatan integrasi vertikal usaha dilakukan melalui kanal penjualan digital e-commerce, yaitu platform hrta.store.com, Masduit dan Shopee. Hrta.store.com ditujukan untuk pelanggan grosir dan retail, sedangkan Masduit dan Shopee ditujukan untuk pengguna akhir.

Tahun ini, merupakan tahun yang penuh tantangan bagi para pelaku bisnis terutama dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian dunia. Meski begitu, Hartadinata berhasil melalui kuartal pertama dan kedua 2020 dengan kinerja yang cukup baik. Tercatat di semester pertama 2020, produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi sebesar Rp 1.969 miliar. Angka ini merupakan peningkatan sebesar Rp198 miliar atau 11,18% dibandingkan dengan pendapatan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1.771 miliar.

 

BERITA TERKAIT

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…