Fitch Pangkas Peringkat Utang APLN Jadi C

NERACA

Jakarta – Kesekian kalinya lembaga pemeringkat, Fitch Ratings kembali menurunkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari CCC- menjadi C. Sedangkan peringkat obligasi senior sebesar US$ 300 juta yang diterbitkan oleh entitas anak usaha perseroan, yaitu APL Realty Holdings Pte LTD, masih dipertahankan CCC-.

Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro, Justini Omas dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, penurunan peringkat tersebut lantaran PT Sinar Menara Deli (SMD), entitas anak perseroan memperpanjang jangka waktu MTN. Fitch Ratings memandang aksi ini sebagai pemicu distressed debt exchange (DDE) perseroan. "Aksi perpanjangan jangka waktu MTN yang diungkap dalam laporan kinerja keuangan perseroan semester pertama 2020 tersebut mendorong Fitch Ratings untuk melakukan rating action terhadap Agung Podomoro,"ujarnya.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan Agung Podomoro periode semester I-2020, Sinar Menara Deli telah mengajukan perubahan jangka waktu MTN sebesar Rp 350 miliar dari 370 hari menjadi dua tahun. Sehingga jatuh tempo MTN tersebut berubah menjadi 22 Agustus 2021 dari sebelumnya pada 26 Agustus 2020. "Sehubungan dengan perubahan tersebut, Sinar Menara Deli sepakat dan telah menandatangani indicative term sheet dengan perubahan ketentuan bahwa bunga MTN terhitung sejak Januari 2021 menjadi 11,61% per tahun dari sebelumnya 11% per tahun," kata dia.

MTN yang diterbitkan Sinar Menara Deli tersebut, termasuk dalam liabilitas perseroan pada periode Juni 2020. Secara total, Agung Podomoro mencatat liabilitas hingga Juni 2020 sebesar Rp 19,14 triliun atau meningkat dibandingkan Desember 2019 yang mencapai Rp 16,62 triliun. Liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 8,38 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 10,75 triliun.

Sementara itu, laba yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2020 turun 102,09% menjadi negatif Rp 3 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan keuntungan bersih Rp 143,38 miliar. Penurunan laba ini disebabkan adanya peningkatan rugi selisih kurs. Sedangkan aset tercatat meningkat 3,98% menajdi Rp 30,63 triliun dari Rp 29,46 triliun pada akhir 2019. Peningkatan aset disebabkan karena perusahaan menerapkan PSAK 72 sehingga terdapat peningkatan penerimaan uang muka dan pendapatan diterima di muka. Lebih lanjut, ekuitas menurun sebesar 10,53% menjadi Rp 11,84 triliun dari periode akhir 2019 yang mencapai Rp 12,83 triliun. Hal ini disebabkan oleh penurunan saldo laba ditahan.

Sebelumnya, Fitch Ratings dan Moody’s Investor Service kompak menurunkan peringkat utang perseroan lantaran menipisnya likuiditas perseroan yang membuat ketidakpastian dalam pelunasan kembali Utang. Fitch Ratings menurunkan peringkat utang obligasi global senilai US$ 300 juta Agung Podomoro yang akan jatuh tempo pada 2024 dari B- menjadi CCC-.Obligasi global yang diterbitkan oleh APL Realty Holdings Pte Ltd tersebut memiliki kupon 5,95%. APL Realty Holdings Pte Ltd merupakan entitas anak yang seluruh sahamnya dimiliki oleh perseroan.

Obligasi senior USD tersebut dijamin dengan jaminan perusahaan dari perseroan dan beberapa entitas anak perseroan. Obligasi senior ini dicatatkan dan diperdagangkan di Singapore Exchange Securities Trading.



BERITA TERKAIT

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…