Semen Baturaja Tebar Dividen Rp 6,15 Miliar

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) menetapkan dividen tahun buku 2019 senilai Rp 6,15 miliar. Dividen tersebut setara dengan rasio 20,48% dari raihan laba bersih perseroan tahun lalu dengan total Rp 30,07 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, pemegang saham menyetujui perubahan susunan dewan direksi dan komisaris perseroan dengan mengangkat Mukhamad Saifudin sebagai direktur pemasaran Semen Baturaja menggantikan Dede Parasade. RUPS juga menyetujui pengangkatan Franky Sibarani sebagai komisaris utama menggantikan Harjanto. Sedangkan Endang Tirtana diangkat menjadi komisaris independen menggantikan Dewi Yustisiana.

Dirut Semen Baturaja, Jobi Triananda Hasjim mengatakan, pemegang saham menyetujui rasio dividen tahun buku 2019 sebesar 20,48% dan menetapkan sisa laba bersih sebesar Rp 23,91 miliar sebagai cadangan lainnya. “RUPS juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Perubahan susunan tersebut dilandasi kebutuhan dalam menghadapai tantangan perseroan ke depan,” ujarnya.

Manajemen perseroan menyebutkan bahwa didukung strategi pemasaran yang efektif, Semen Baturaja mampu untuk meningkatkan pangsa pasar di wilayah Sumbagsel sebesar 2% menjadi 35% pada 2019. Dengan kontribusi market share terbesar di Sumsel mencapai 63% dan Lampung 21%, disusul Jambi 15%, Bengkulu 10% dan Bangka Belitung 4%.

Semen Baturaja juga berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan sepanjang tahun 2019 sebesar 1% menjadi Rp 2,0 triliun, dibandingkan periode sama tahun 2018 mencapai Rp 1,99 triliun. Peningkatan pendapatan ditambah dengan berbagai program efisiensi, perseroan berhasil memangkas beban pokok penjualan sebesar 12%, sehingga laba kotor naik 24% menjadi Rp 875 Miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 707 miliar. Perseroan juga berhasil mempertahankan laba usaha sebesar Rp 234 miliar sepanjang 2019.

Namun demikian, laba bersih turun menjadi Rp 30 miliar akibat peningkatan beban bunga atas kredit investasi pabrik Baturaja II sebesar Rp 100 miliar dan bunga pinjaman MTN sebesar Rp 25 miliar. Current ratio dan Debt to Equity Ratio (DER) Semen Baturaja masih berada di level yang aman 229% dan 60%. Sebagai informasi, di paruh pertama tahun ini, perseroan mencatatkan rugi bersih lebih dari Rp137,62 miliar. Padahal di priode yang sama tahun lalu raih untung Rp 7,55 miliar.

Hingga 30 Juni 2020, perusahaan mencatat pemasukan sebesar Rp671,82 miliar atau terkontraksi 19,39% dibandingkan dengan penerimaan hingga 30 Juni 2019 lalu di angka Rp833,46 miliar. Penurunan tersebut juga berimbas pada laba usaha yang didapatkan perusahaan. SMBR tercatat mengalami rugi sebesar Rp33,78 miliar pada semester I/2020, berbanding terbalik dengan laba usaha sebesar Rp92 miliar yang dicetak pada semester I/2019.

Perusahaan juga mencatat kenaikan liabilitas jangka pendek, yang disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dari Rp72,04 miliar pada akhir tahun 2019  menjadi Rp471,36 miliar. Utang usaha pihak ketiga juga tercatat naik menjadi Rp278,73 miliar dari posisi 31 Desember 2019 lalu sebesar Rp225,11 miliar.

BERITA TERKAIT

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…