Pemerintah Kampanyekan Protokol Kesehatan Sektor Wisata - Indonesia Care

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan InDOnesia CARE sebagai simbol dukungan terhadap sektor pariwisata dalam negeri yang diharapkan dapat segera kembali bangkit di era new normal. InDOnesia CARE merupakan panduan protokol kesehatan yang mengedepankan usaha terbaik dalam mewujudkan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan bersama di destinasi-destinasi wisata.

Tak hanya panduan di hotel dan restoran, Kemenparekraf juga memiliki protokol kesehatan untuk industri kreatif. Panduan tersebut bertujuan memberi rasa nyaman bagi wisatawan di tengah masa transisi adaptasi kenormalan baru.

Masing-masing panduan dibuat mendetail, mencakup panduan umum dan khusus sesuai ketentuan pemerintah. Panduan umum meliputi manajemen atau tata kelola yang diterapkan bagi semua pihak, mulai dari pengusaha atau pengelola, karyawan, tamu, hingga pemerintah dan asosiasi terkait.

Sementara, panduan khusus mencatat hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk penyediaan prosedur standar operasional (SOP) untuk meminimalisir kontak langsung. Selain mengutamakan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan, panduan InDOnesia CARE juga berbicara soal kelestarian lingkungan. Lima poin di dalamnya mencantumkan pentingnya penggunaan perlengkapan dan bahan yang ramah lingkungan, efisiensi pemanfaatan air dan sumber energi, pengolahan sampah dan limbah cair, kenyamanan lingkungan yang asri dan nyaman, serta pemantauan penerapan panduan dan SOP di lokasi.

Lewat buklet, artikel, dan video tutorial dari berbagai sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif, informasi dalam InDOnesia CARE disebut akan senantiasa diperbaharui secara berkala.  Simbol InDOnesia CARE yang berarti Indonesia Peduli pun sengaja dibuat menyoroti kalimat 'I do care' sebagai penekanan bahwa Indonesia memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan wisatawan. Untuk itu, masyarakat diharapkan mendukung dengan bijak berwisata sambil mematuhi protokol yang berlaku.

Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus menjalankan protokol kesehatan yang ketat sebagai bagian upaya pemulihan destinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur.

Wishnutama dalam kegiatan Rakor Penyelesaian Isu Pengembangan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, mengatakan perubahan tren baru pariwisata sesudah pandemi Covid-19 akan bermuara pada quality tourism atau perjalanan pariwisata yang lebih berkualitas. Untuk itu setiap daerah atau destinasi wisata harus betul-betul menerapkan protokol kesehatan, terutama destinasi yang nantinya banyak dikunjungi wisatawan."Kesehatan masyarakat dan produktivitas perekonomian harus dijalankan dengan seimbang. Mengingat perubahan pola wisatawan membuat setiap destinasi wisata mesti mengedepankan protokol kesehatan," ujar Wishnutama.

Sebagai bentuk dukungan, Kemenparekraf memberi fasilitas penyediaan kamar kecil di Alas Purwo dan kawasan Agrowisata di Tamansuruh. Juga alat penunjang kebersihan dan keamanan seperti tempat cuci tangan, tempat sampah, toilet portable, masker, face shield, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda, life ring buoy, tandu lipat, signage (papan himbauan), dan kacamata goggle.

Wishnutama menambahkan, Kemenparekraf terus membantu mengangkat destinasi wisata di Banyuwangi lewat berbagai program, misalnya dalam Festival Parekraf online melalui kegiatan Talk Show dengan Kepala Dinas Pariwisata yang salah satunya mengundang Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, juga akan melakukan Fam Trip ke destinasi di Banyuwangi menggunakan jasa penyeberangan ASDP, Pelibatan Komunitas, kegiatan flash sale serta B2C Epic sale yang dilakukan dengan mitra e-commerce.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, mengatakan dengan bantuan yang diberikan oleh Kemenparekraf, pariwisata dan ekonomi di Banyuwangi diharapkan bisa segera pulih sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Azwar menambahkan sebagian besar masyarakat Banyuwangi telah sadar untuk menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan teknologi, sampai sertifikasi protokol kesehatan di berbagai bidang usaha. "Kami telah membuat aplikasi panduan kesehatan serta sertifikasi kebersihan dan kesehatan dari dinas kesehatan meliputi hotel, homestay, cafe, restoran, dan warung makan," kata Azwar.

 

BERITA TERKAIT

Garut Buka Susur Sungai Dua Tebing di Leuwi Daleum

Garut diberkahi bentang alam yang begitu indah dan beragam. Selain ke kebun teh atau curug, turis yang datang ke kabupaten…

Likupang, Surga Destinasi Wisata Pesisir di Utara Sulawesi

Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan destinasi wisata alam yang menakjubkan. Tak hanya taman laut…

Cikondang dan Citambur, Dua Pilihan Curug di Cianjur

Curug Cikondang menjadi pilihan warga dan turis lokal untuk berwisata di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selama akhir pekan kemarin. Air…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

Garut Buka Susur Sungai Dua Tebing di Leuwi Daleum

Garut diberkahi bentang alam yang begitu indah dan beragam. Selain ke kebun teh atau curug, turis yang datang ke kabupaten…

Likupang, Surga Destinasi Wisata Pesisir di Utara Sulawesi

Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan destinasi wisata alam yang menakjubkan. Tak hanya taman laut…

Cikondang dan Citambur, Dua Pilihan Curug di Cianjur

Curug Cikondang menjadi pilihan warga dan turis lokal untuk berwisata di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selama akhir pekan kemarin. Air…