Berkah Perubahan Gaya Hidup - Sentral Mitra Cetak Pertumbuhan Penjualan 30%

NERACA

Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) membukukan peningkatan penjualan sebesar 30%. Hal itu seiring dengan perubahan masyarakat mengoptimalkan teknologi informasi (TI) untuk menyokong aktivitas reguler di masa pandemi ini.”Pandemi Covid-19 relatif tidak berdampak negatif terhadap laju omset, kami justru mengalami peningkatan penjualan sebesar 30% karena pandemi ini berbanding lurus dengan peningkatan penggunaan teknologi informasi oleh konsumen,”kata Direktur Utama LUCK, Josephine Handayani Hidajat di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perfoma positif perseroan lainnya disokong arus kas dari operasional perusahaan yang dalam kondisi positif. Maksudnya, lanjut Josephine, perseroan mampu membiayai operasional tanpa harus berutang ke pihak ketiga sehingga LUCK tidak dibebani kewajiban bunga dan biaya operasional terjaga dengan baik serta lebih kompetitif dibandingkan perusahaan sejenis. Alhasil, arus kas perseroan mudah mengalinr sehingga menunjang manajemen untuk mengimplementasikan kebijakan strategis dan pemasaran yang lincah (agile) di masa pandemi ini.

Kata Josephine, current ratio berada pada posisi 400% sehingga perseroan sangat likuid dan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam mengelola keuangan serta kepercayaan vendor kepada perseroan kian meningkat serta cost of fund kami lebih rendah sehingga harga jual lebih kompetitif. Dampaknya, menurut Josephine, perseroan mudah berdaptasi dalam mengimplementasikan strategi pemasaran di fase pembatasan sosial berskala besar hingga kenormalan baru (new normal).

Produktivitas para pegawai LUCK pun tetap stabil meski tiga hari bekerja di rumah (work from home) dan bekerja di kantor selama 2 hari dalam sepekan. Sebagai perusahaan penyedia jasa solusi TI terdepan di Indonesia, manajemen dan karyawan LUCK sudah terbiasa menggunakan teknologi untuk menunjang pekerjaan sehingga perseroan mudah beradaptasi dan bergerak lincah menggarap peluang bisnis di masa pandemi ini.“Kami gencar melakukan webinar (web seminar) ke pelanggan-pelanggan untuk menerapkan teknologi dalam menghadapi pandemi, seperti penggunaan sistem printing yang bisa diakses dari luar kantor tapi tetap terjamin keamanannya dan tanpa harus investasi tambahan untuk mesin di rumah,” tutur Josephine.

Kemudian, LUCK rutin mengedukasi konsumen dalam memantau kinerja karyawan yang menggunakan piranti lunak (software) Employee Self Service. Pencapaian lainnya, tenaga penjual LUCK di masa pandemi ini berhasil menorehkan pertumbuhan penjualan system touchless untuk absensi dan pengukuran suhu tanpa thermometer manual dan teknologi multi-media dan perangkat komputer untuk menunjang pekerjaan dari rumah.

Selanjutnya, perseroan melihat celah bisnis lainnya seiring pengembangan bisnis LUCK di toko dalam jaringan (daring) seperti di platform e-commerce yang memudahkan konsumen institusi serta ritel untuk memesan produk dan solusi TI terintegrasi. Skema penjualan LUCK di toko daring ini antara lain business to government (B2G) dan business to bussiness (B2B).“Kami mengembangkan bisnis e-commerce, B2G, B2B, pemesanan online serta support dan monitoring online konsumen,” ucap Josephine menambahkan.

Sebagai perusahaan di industri teknologi informasi, LUCK berpandangan, pandemi ini memicu peluang bisnis lantaran masyarakat sangat cepat bermigrasi dari platform konvesional ke digital. Perubahan perilaku masyarakat ini, menurut Josephine, diantaranya tercermin dari perubahan korporasi swasta, BUMN, dan instansti pemerintah yang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, institusi pendidikan menerapkan sekolah dalam jaringan (online). 

BERITA TERKAIT

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…