Sistem Ganjil Genap Kembali Diberlakukan Mulai Hari ini

NERACA

Jakarta-Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memberlakukan kembali sistem ganjil genap (Gage) khususnya mobil di DKI Jakarta mulai hari ini, Senin (3/8). Namun, Dirlantas Polda Metro Jaya tidak akan langsung menilang pelanggar, tetapi menerapkan dulu sosialisasi selama tiga hari (3-5 Agustus) sebelum penindakan tilang efektif mulai Kamis (6/8).

"Selama tiga hari ini kami akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu, artinya Senin, Selasa, Rabu, kami belum akan melakukan penindakan dengan tilang, baik secara manual maupun secara ETLE," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo kepada wartawan di Jakarta, Minggu (2/8).

Kendati demikian, Sambodo turut menegaskan bahwa mulai hari keempat (6/8), pihaknya tidak segan menindak para pelanggar aturan ganjil genap di tengah pandemi virus Covid-19. Sementara itu, dalam tiga hari ke depan, pihaknya akan melakukan tindakan sanksi teguran sekaligus sosialisasi pemberlakuan ganjil genap terhadap pengendara roda empat. 
"Kendaraan tersebut tetap akan diberhentikan oleh petugas, kemudian akan ditegur tetapi belum akan ditilang," ujarnya.

Tetapi di hari Kamis (6/8), menurut dia, berbarengan dengan selesainya operasi patuh tanggal 5 Agustus, maka Kamis 6 Agustus baru dilakukan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar aturan.  

Sambodo juga menjabarkan dalam sepuluh hari terakhir operasi patuh tercatat ada 67 ribu kendaraan yang telah melanggar aturan dan dilakukan penindakan, 23 ribu kasus diantaranya masuk kategori tindak tilang, sementara 44 ribu lainnya hanya dilakukan sanksi teguran.

Sanksi teguran dilakukan terhadap warga pelanggar aturan lalu lintas, serta pelanggar aturan protokol covid-19. "Dari 23 ribu pelanggaran, terbanyak yakni pelanggaran melawan arus lalu lintas dan pelanggaran yang terjadi di jalur busway," tutur dia.

Selain itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menambah jumlah armada bus Transjakarta hingga 25 persen selama pemberlakuan ganjil-genap di masa pandemi infeksi virus Covid-19. “Jadi, setelah kami petakan, ada 10 koridor yang langsung bersinggungan rutenya dengan ruas jalan yang ada [pemberlakuan sistem] ganjil-genap. Maka, dalam 10 koridor tersebut, seluruh armadanya kami tambah 25 persen," ujar Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, kemarin.

Syafrin mengatakan, langkah itu diambil guna mengantisipasi lonjakan penumpang Transjakarta yang diprediksi akan meningkat, seiring pemberlakuan ganjil genap yang mulai berlaku di Jakarta, Senin (3/8) besok. "Jadi tidak lagi ada bus sapu jagat yang di-standby-kan, tetapi seluruh armada yang ada ini sudah dikerahkan untuk backup pelaksanaan kebijakan ganjil genap besok," lanjutnya.

Selain Transjakarta, Dishub DKI Jakarta juga telah mengantisipasi penumpukan di stasiun KRL dan MRT untuk mengurangi kepadatan penumpang. Mulai besok, Transjakarta, MRT, dan KRL juga akan kembali beroperasi dengan jam normal, dengan tetap mempertahankan jumlah penumpang 50 persen dari kapasitas armada.

Syafrin mengatakan, keputusan untuk mulai memberlakukan sistem ganjil-genap didorong oleh perilaku warga yang dinilainya telah sadar dalam memahami dan mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran infeksi virus Covid-19. "Kepatuhan warga di angkutan umum, apakah itu di Transjakarta, MRT, dan KRL dalam menggunakan masker itu 100 persen," ujarnya.

Dia menjelaskan, pemberlakuan ganjil genap juga diberlakukan setelah volume kendaraan di Jakarta terus meningkat. Bahkan, angka peningkatan melebihi sebelum masa pandemi. Contohnya, sebelum pandemi, kawasan Cipete dipenuhi oleh sekitar 74 ribu kendaraan per hari. Namun, kini angka itu meningkat menjadi 75 ribu kendaraan per hari.

Demikian pula halnya di kawasan Sudirman. Rata-rata volume kendaraan sebelum pandemi mencapai 127 ribu, dan kini meningkat menjadi 145 ribu kendaraan per hari. mohar

BERITA TERKAIT

REALISASI DANA PEN BARU CAPAI 34,6% - BI Perpanjang Insentif GWM Hingga Juni 2021

Jakarta-Bank Indonesia memperpanjang pemberian insentif berupa pelonggaran giro wajib minimum (GWM) rupiah sebesar 50 basis poin bagi perbankan yang menyalurkan…

Pengamat : Kritik Ahok Bertujuan Agar Pertamina Lebih Transparan

NERACA Jakarta - Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Fahmy Radhi berpendapat bahwa kritik dari Komisaris Utama…

MENKEU AKUI SULIT BUAT KEBIJAKAN DI TENGAH PANDEMI - Jumlah Pengangguran dan Kemiskinan Meningkat

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kondisi pandemi Covid-19 yang sudah hampir berjalan tujuh bulan telah menyebabkan kenaikan jumlah angka…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

REALISASI DANA PEN BARU CAPAI 34,6% - BI Perpanjang Insentif GWM Hingga Juni 2021

Jakarta-Bank Indonesia memperpanjang pemberian insentif berupa pelonggaran giro wajib minimum (GWM) rupiah sebesar 50 basis poin bagi perbankan yang menyalurkan…

Pengamat : Kritik Ahok Bertujuan Agar Pertamina Lebih Transparan

NERACA Jakarta - Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Fahmy Radhi berpendapat bahwa kritik dari Komisaris Utama…

MENKEU AKUI SULIT BUAT KEBIJAKAN DI TENGAH PANDEMI - Jumlah Pengangguran dan Kemiskinan Meningkat

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kondisi pandemi Covid-19 yang sudah hampir berjalan tujuh bulan telah menyebabkan kenaikan jumlah angka…