Laba Bersih Metland Terkoreksi 58,05%

NERACA

Jakarta – Emiten properti, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 58,05% atau sebesar Rp 88,29 miliar di semester pertama 2020. Perolehan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan priode yang sama tahun lalu senilai Rp210,47 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Kontraksi laba bersih itu sejalan dengan menurunnya pendapatan perusahaan yang pada paruh pertama tahun 2020 tercatat sebesar Rp390,25 miliar. Perolehan ini lebih rendah 34,74% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun 2019 senilai Rp598,04 miliar. Hal tersebut juga berimbas pada penurunan laba per saham dari Rp27,49 per saham menjadi Rp11,53 per lembar saham.

Sementara itu, perseroan mencatat penurunan liabilitas baik secara jangka panjang maupun jangka pendek. Perusahaan berhasil menurunkan utang bank jangka pendek menjadi Rp152,72 miliar dari posisi 31 Desember 2019 sebesar Rp311,72 miliar. Dari sisi liabilitas jangka panjang, MTLA juga mengurangi utang bank jangka panjangnya dari Rp855,78 miliar pada akhir tahun 2019 menjadi Rp661,95 miliar pada semester I/2020.

Adapun nilai liabilitas perusahaan secara keseluruhan juga tercatat menurun di posisi Rp1,86 triliun dari sebelumnya Rp2,25 triliun. Sementara itu, arus kas untuk aktivitas investasi atau capital expenditure perusahaan mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Hingga 30 Juni 2020, MTLA mengucurkan dana Rp102,32 miliar dari sebelumnya sebesar Rp21,65 miliar pada 30 Juni 2019.

Tahun ini, perseroan menargetkan bisa meraup marketing sales sebesar Rp2 triliun—Rp2,1 triliun. Direktur Metropolitan Land, Olivia Surodjo seperti dikutip bisnis pernah mengatakan, target prapenjualan pada 2020 sama dengan tahun lalu. Sepanjang Januari-November 2019, Metland telah membukukan marketing sales sebesar Rp1,57 triliun sepanjang Januari-November 2019 atau 78,5% dari target 2019.“Marketing sales kami tahun ini masih seperti tahun lalu di kisaran Rp2 triliun—Rp2,1 triliun,”ujarnya.

Perseroan, lanjutnya, akan meluncurkan klaster baru di proyek berjalan. Salah satunya, proyek di Cakung yang bekerja sama dengan Keppel Land Limited (Keppel Land).“Peluncuran yang benar-benar baru sepertinya belum. Namun, kami akan ada peluncuran tahap kedua di Wysteria Cakung. Itu kerja sama operasi dengan Keppel Land,” imbuhnya.

Perseroan juga memiliki proyek hotel di Majalengka, Jawa Barat. Sebelumnya, Wakil Presiden Direktur Metropolitan Land Anhar Sudradjat mengatakan saat ini masih dalam tahap pertama dengan pengerjaan 110 kamar. MTLA, lanjutnya telah menggelontorkan dana sebesar Rp110 miliar untuk pengerjaannya.

BERITA TERKAIT

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…