Pasar Semen Turun - Semen Baturaja Cetak Rugi Rp 137,62 Miliar

NERACA

Jakarta – Lesunya pasar properti yang berujung menurunnya permintaan pasar semen dalam negeri akibat dampak pandemi Covid-19, juga berimbas pada pencapaian kinerja PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR). Dimana pada semester pertama 2020, perseroan mencatatkan rugi bersih lebih dari Rp137,62 miliar. Padahal di priode yang sama tahun lalu raih untung Rp 7,55 miliar.

Perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin menjelaskan, kerugian yang diderita terjadi seiring dengan penurunan pendapatan perusahaan. Hingga 30 Juni 2020, perusahaan mencatat pemasukan sebesar Rp671,82 miliar atau terkontraksi 19,39% dibandingkan dengan penerimaan hingga 30 Juni 2019 lalu di angka Rp833,46 miliar.

Penurunan tersebut juga berimbas pada laba usaha yang didapatkan perusahaan. SMBR tercatat mengalami rugi sebesar Rp33,78 miliar pada semester I/2020, berbanding terbalik dengan laba usaha sebesar Rp92 miliar yang dicetak pada semester I/2019. Perusahaan juga mencatat kenaikan liabilitas jangka pendek, yang disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dari Rp72,04 miliar pada akhir tahun 2019  menjadi Rp471,36 miliar. Utang usaha pihak ketiga juga tercatat naik menjadi Rp278,73 miliar dari posisi 31 Desember 2019 lalu sebesar Rp225,11 miliar.  

Total liabilitas SMBR secara keseluruhan juga naik menjadi Rp2,28 triliun dari posisi 31 Desember 2019 sebesar Rp2,08 triliun. Sementara itu, jumlah arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi atau capital expenditure juga menyusut dari Rp182,15 miliar menjadi Rp53,93 miliar. Jumlah kas dan setara kas SMBR pada akhir tahun juga turun menjadi Rp70,08 miliar dari posisi 30 Juni 2019 sebanyak Rp184,08 miliar.

Sebagai informasi, perseroan sebelumnya memperkirakan serapan pasar semen bakal melemah hingga 20% pada semester I/2020 karena terdampak wabah Covid-19. Vice President Corporate Secretary PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Basthony Santri pernah bilang, hingga Februari saja penjualan SMBR sudah terkoreksi sebesar 14% karena penurunan permintaan di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sebesar 12%. “Namun perseroan tetap optimistis akan terjadi pertumbuhan penjualan sepanjang 2020 karena ditopang pertumbuhan sektor properti dan infrastruktur yang menjadi penyerap utama sektor semen,”ujarnya.

Dalam upaya meredam penurunan permintaan semen karena dampak pelemahan ekonomi akibat wabah Covid-19, SMBR telah mempersiapkan beberapa strategi. Perusahaan yang memiliki pabrik di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan ini akan mendiversifikasi produk turunan semen, melakukan efisiensi biaya di berbagai lini serta menetapkan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan penjualan semen di pasar basis SMBR.

SMBR pun mengharapkan adanya pertumbuhan permintaan semen di sektor ritel sehubungan dengan stimulus atau insentif perumahan yang diberikan pemerintah. Selain itu adanya pembagian dana desa tahap pertama di bulan Mei yang juga diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan semen SMBR.

BERITA TERKAIT

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Shopee Kuasai Peta Kompetisi E-Commerce Indonesia

Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam negeri, rupanya hanya sebagian masyarakat yang terbiasa transaksi melakukan salah satu brand e-commmerce. Berdasarkan…

Pratama Widya Catat Kontrak Baru Capai 86%

NERACA Jakarta – Geliat bisnis infrastruktur terhambat akibat pandemi Covid-19, namun demikian PT Pratama Widya (PTPW) sebagai emiten jasa konstruksi…

Mitra Energi Bidik Pendapatan Rp 190 Miliar

NERACA Jakarta – Meski dihantui sentimen negatif Covid-19, PT Mitra Energi Persada Tbk (IKOPI) terus memacu target bisnisnya. Dimana perseroan…