Pefindo Beri Peringkat A Surat Utang Timah

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan kembali peringkat A terhadap obligasi I tahap I tahun 2017 seri A senilai Rp 450 miliar yang diterbitkan PT Timah Tbk (TINS). Sedangkan outlook surat utang tersebut dipertahankan negatif. Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Pefindo menyebutkan bahwa peringkat serupa juga diberikan untuk sukuk ijarah I Timah fase I tahun 2017 seri A sebesar Rp120 miliar. Sedangkan outlook seluruh surat utang tersebut diberikan negatif sebagai antisipasi penurunan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) akibat penurunan harga jual timah lanjutkan pelemahan, apabila Covid-19 berlangsung yang memicu penurunan permintaan global.

Lebih lanjut, Pefindo menyebutkan, Timah telah menyisihkan saldo kas positif sebesar Rp 100 miliar setiap bulannya sejak Juni 2020 untuk melunasi sebagian utang perseroan. Adapun, posisi kas dan setara kas Timah tercatat Rp 1 triliun per 30 Juni 2020. Sebelumnya, Timah telah sepekat untuk melepas lebih dari 60% saham rumah sakit miliknya kepada PT Pertamina Bina Medika IHC. Divestasi saham anak usaha ini berpotensi membuat kedua perusahaan kian fokus dengan bisnis inti. Kesepakan divestasi merupakan bagian dari rencana Pertamina Bina Medika IHC yang ditunjuk Kementerian BUMN untuk mengambil alih 7 rumah sakit BUMN.

Aksi tersebut dalam rangka membentuk sebuah holding rumah sakit atau perusahaan induk. PT Timah Tbk mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar Rp2 triliun, naik sekitar 18,34% dari alokasi tahun lalu Rp1,69 triliun. “Alokasi capex perseroan senilai Rp2 triliun tersebut setidaknya akan digunakan untuk mengembangkan dua proyek smelter, yaitu smelter timah berteknologi Ausmelt dan smelter monasit,”kata Direktur Utama PT Timah, Riza Pahlevi Tabrani.

Disampaikannya, proyek pembangunan smelter baru dengan teknologi Ausmelt sudah berjalan dan groundbreaking di akhir Januari lalu. Dimana ekspektasinya diselesaikan dalam 19 bulan sehingga akhir 2021 hingga awal 2022 ditargetkan sudah bisa beroperasi. Seperti yang diketahui, belum lama ini PT Timah membangun smelter baru senilai US$ 80 juta dengan pendanaan menggunakan skema Export Credit Agency (ECA) dengan Finvera dari Finlandia dan Indonesia Exim Bank.

Smelter tersebut nantinya akan memiliki kapasitas produksi 40.000 ton per tahun, sehingga kapasitas produksi PT Timah meningkat menjadi 70.000 ton hingga 80.000 ton per tahun. Selain itu, perseroan juga tengah merencanakan untuk membangun pabrik pengolahan komoditas monasit yang berlokasi di Tanjung Ular, Bangka pada akhir tahun ini. Kendati demikian, Riza belum bisa memperkirakan total investasi dari smelter monasit yang dijadikan sebagai konstruksi pabrik logam tanah jarang tahap pertama.”Mudah-mudahan bisa terkejar tahun ini. Investas masih dalam finalisasi begitupun juga teknologinya. Mudah-mudahan bisa selesai secepatnya dan dapat dibangun pada akhir tahun ini,” jelas Riza.




 

BERITA TERKAIT

Luncurkan Icon Covid Ranger PP - Komitmen PTPP Perketat Penyebaran Virus di Perusahaan

Dukung pemerintah perangi pandemi Covid-19, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali tegaskan komitmen terus menekan penyebaran Corona Virus-19 (Covid-19) yang…

Catatkan Oversubscribed 1,8 Kali - Obligasi BTN Laris Manis di Tengah Pandemi

Penawaran obligasi berkelanjutan IV PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mendapatkan respon positif di pasar. Pasalnya, obligasi berkelanjutan IV…

MARK Bagikan Dividen Tunai Rp 26,6 Miliar

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp26,6 miliar…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Luncurkan Icon Covid Ranger PP - Komitmen PTPP Perketat Penyebaran Virus di Perusahaan

Dukung pemerintah perangi pandemi Covid-19, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali tegaskan komitmen terus menekan penyebaran Corona Virus-19 (Covid-19) yang…

Catatkan Oversubscribed 1,8 Kali - Obligasi BTN Laris Manis di Tengah Pandemi

Penawaran obligasi berkelanjutan IV PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mendapatkan respon positif di pasar. Pasalnya, obligasi berkelanjutan IV…

MARK Bagikan Dividen Tunai Rp 26,6 Miliar

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp26,6 miliar…