Ditopang Penjualan Bank Permata - Astra International Kantungi Laba Rp 11,4 Triliun

NERACA

Jakarta – Lesunya bisnis otomotif akibat dampak dari pandemi Covid-19 memberikan tekanan terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII) pada semester pertama 2020. Dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin, perseroan membukukan pendapatan bersih konsolidasian senilai Rp89,8 triliun atau turun 23% dari periode yang sama tahun lalu.

Sebaliknya, laba bersih Grup Astra tercatat senilai Rp11,4 triliun. Realisasi itu meningkat 16% secara year on year (yoy) termasuk keuntungan penjualan dari penjualan saham di Bank Permata. Tanpa memasukkan keuntungan itu, laba bersih Grup Astra turun 44% yoy menjadi Rp5,5 triliun. Pemicu utama yakni penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, serta jasa keuangan.

Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International menjelaskan bahwa kinerja bisnis dan keuangan Grup Astra sangat terdampak secara signifikan akibat pandemi Covid-19 terutama pada kuartal II/2020. Sejumlah langkah penanggulangan pandemi yang diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia telah berdampak kepada operasi Grup Astra secara substansial.”Termasuk penutupan sementara kegiatan manufaktur dan distribusi otomotif serta terdapat peningkatan secara signifikan jumlah pinjaman yang direstrukturisasi dalam bisnis jasa keuangan Grup Astra,” jelasnya.

Lebih lanjut, Djony mengungkapkan penurunan harga batu bara menekan bisnis alat berat, kontraktor penambangan, serta pertambangan. Pihaknya memperkirakan dampak dari langkah yang diambil untuk menangani pandemi akan terus mempengaruhi kinerja hingga akhir tahun.“Selama masa yang penuh tantangan ini dengan gangguan bisnis dan ketidakpastian, Grup Astra fokus secara khusus pada pengurangan biaya operasional dan belanja modal, pengelolaan modal kerja, serta kepastian likuiditas,” paparnya.

Dia mengatakan neraca keuangan Grup Astra tetap kuat dengan tersedianya komitmen fasilitas pinjaman senilai Rp38,6 triliun. Menurutnya, memastikan keselamatan karyawan selama masa pandemi merupakan prioritas utama perseroan.“Kekuatan Grup Astra adalah pada karyawannya sehingga kami berterima kasih kepada karyawan kami di seluruh grup yang telah merespon dengan profesionalisme dan dedikasi dalam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini,” jelasnya.

Perseroan menyebutkan, laba bersih bisnis jasa keuangan Grup menurun 25% menjadi Rp2,1triliun selama semester pertama 2020, terutama disebabkan oleh peningkatan provisi untuk menutupi peningkatan kerugian kredit bermasalah pada bisnis pembiayaan konsumen dan alat berat. Disebutkan, bisnis pembiayaan konsumen Grup mengalami penurunan nilai pembiayaan sebesar 16%menjadi Rp35,3 triliun.

Kontribusi laba bersih dari perusahaan yang fokus pada pembiayaan mobil Grup menurun 24% menjadi Rp545 miliar, sementara kontribusi laba bersih dari PT Federal International Finance (FIF) yang fokus pada pembiayaan sepeda motor menurun 25% menjadi Rp918 miliar. Keduanya disebabkan oleh provisi kerugian pinjaman yang lebih tinggi, karena peningkatan kredit bermasalah. Total pembiayaan yang disalurkan oleh unit usaha pembiayaan alat berat Grup turun sebesar 14% menjadi Rp1,8triliun. Kontribusi laba bersih dari segmen ini menurun 30% menjadi Rp35 miliar.

BERITA TERKAIT

Luncurkan Icon Covid Ranger PP - Komitmen PTPP Perketat Penyebaran Virus di Perusahaan

Dukung pemerintah perangi pandemi Covid-19, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali tegaskan komitmen terus menekan penyebaran Corona Virus-19 (Covid-19) yang…

Catatkan Oversubscribed 1,8 Kali - Obligasi BTN Laris Manis di Tengah Pandemi

Penawaran obligasi berkelanjutan IV PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mendapatkan respon positif di pasar. Pasalnya, obligasi berkelanjutan IV…

MARK Bagikan Dividen Tunai Rp 26,6 Miliar

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp26,6 miliar…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Luncurkan Icon Covid Ranger PP - Komitmen PTPP Perketat Penyebaran Virus di Perusahaan

Dukung pemerintah perangi pandemi Covid-19, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali tegaskan komitmen terus menekan penyebaran Corona Virus-19 (Covid-19) yang…

Catatkan Oversubscribed 1,8 Kali - Obligasi BTN Laris Manis di Tengah Pandemi

Penawaran obligasi berkelanjutan IV PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mendapatkan respon positif di pasar. Pasalnya, obligasi berkelanjutan IV…

MARK Bagikan Dividen Tunai Rp 26,6 Miliar

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp26,6 miliar…