Laba Bersih Tunas Ridean Anjlok 65,36%

NERACA

Jakarta – Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Tunas Ridean Tbk (TURI) membukukan penurunan laba bersih sebesar 65,36% pada semester pertama 2020 menjadi Rp106,9 miliar dibandingkan priode yang sama tahun lalu dari Rp308,67 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Corporate Secretary Tunas Ridean, Dewi Yunita seperti dikutip bisnis menjelaskan bahwa penurunan laba pada semester pertama tahun ini disebabkan oleh melemahnya kontribusi dari tiga lini bisnisnya yakni otomotif, bisnis pembiayaan, dan bisnis sewa. Pemicu utama menurutnya kondisi perdagangan yang tidak menentu.”Terkait pembatasan sosial berskala besar karena Covid-19 selama sebagian besar kuartal II/2020 di Jakarta dan kota-kota lain di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sementara pendapatan bersih tercatat Rp4,45 triliun. Jumlah tersebut turun 34,29% dari Rp6,78 triliun periode yang sama tahun lalu. Perseroan mengeluarkan beban pokok pendapatan Rp4,02 triliun per akhir semester I/2020. Dengan demikian, perseroan membukukan laba kotor Rp428,35 triliun per 30 Juni 2020. Sementara itu, bagian atas hasil bersih entitas asosiasi perseroan minus Rp5,27 miliar pada semester I/2020. Kondisi itu berbanding terbalik dengan Rp98,36 miliar pada 30 Juni 2019.

Seperti diketahui, TURI memiliki lingkup kegiatan usaha keagenan, penyaluran, industri, perdagangan, dan pengangkutan. Selain masyarakat, kepemilikan saham perseroan dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage Ltd 46,24% serta PT Tunas Andalan Pratama 44,16%. Tahun ini, perseroan menyiapkan capex senilai Rp 476 miliar guna tetap menjaga perkembangan bisnis rental dan otomotif tetap terjaga.

Rencananya, penggunaan capex tersebut untuk bisnis kendaraan rental senilai Rp344 miliar. Sedangkan sisanya sebesar Rp132 miliar untuk pembiayaan otomotif. Jika membandingkan dengan realisasi tahun 2019, proyeksi belanja modal ini lebih rendah atau menurun hingga 16 persen dari capex 2019 yang sebesar Rp568 miliar. Namun, dampak pandemi Covid 19 ke bisnis Tunas Grup yang mulai terasa di kuartal pertama tahun 2020, membuat manajemen lebih obyektif dalam mengambil langkah ekspansi.

Sesuai target revisi Gaikindo untuk penjualan 2020 turun 40% menjadi 600 ribu unit untuk mobil, dan 4 juta unit kendaraan motor, maka Grup Tunas akan menjaga market share dari target tersebut.

BERITA TERKAIT

Luncurkan Icon Covid Ranger PP - Komitmen PTPP Perketat Penyebaran Virus di Perusahaan

Dukung pemerintah perangi pandemi Covid-19, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali tegaskan komitmen terus menekan penyebaran Corona Virus-19 (Covid-19) yang…

Catatkan Oversubscribed 1,8 Kali - Obligasi BTN Laris Manis di Tengah Pandemi

Penawaran obligasi berkelanjutan IV PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mendapatkan respon positif di pasar. Pasalnya, obligasi berkelanjutan IV…

MARK Bagikan Dividen Tunai Rp 26,6 Miliar

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp26,6 miliar…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Luncurkan Icon Covid Ranger PP - Komitmen PTPP Perketat Penyebaran Virus di Perusahaan

Dukung pemerintah perangi pandemi Covid-19, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali tegaskan komitmen terus menekan penyebaran Corona Virus-19 (Covid-19) yang…

Catatkan Oversubscribed 1,8 Kali - Obligasi BTN Laris Manis di Tengah Pandemi

Penawaran obligasi berkelanjutan IV PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mendapatkan respon positif di pasar. Pasalnya, obligasi berkelanjutan IV…

MARK Bagikan Dividen Tunai Rp 26,6 Miliar

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp26,6 miliar…