BUMN Siapkan Rp 18,52 Trilliun Untuk UMKM

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kementeriannya bakal turut membantu memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai lanjutan langkah penanggulangan wabah Corona. UMKM, katanya, akan diberi jatah untuk menjadi penyuplai belanja perusahaan-perusahaan pelat merah. “Rp 18,52 triliun dikhususkan untuk UMKM untuk belanja BUMN baik belanja modal ataupun belanja operasional,” kata Kartika.

Program ini akan diwadahi oleh platform digital bernama Padi UMKM, Pasar Digital untuk Indonesia yang diinisiasi Kementerian BUMN. Program dan platform ini direncanakan dijalankan Agustus mendatang. Kartika mengatakan belanja perusahaan BUMN yang di bawah Rp 14 miliar akan jadi kriteria peluang masuknya pelaku UMKM.

Rencananya, program ini akan menyediakan kesempatan bagi 72.189 pelaku UMKM dengan nilai rata-rata proyek senilai Rp 250 juta.

Kartika mengatakan program ini merupakan hasil kerja sama lintas kementerian dan lembaga seperti Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Adapun jenis pengadaan yang bisa diisi oleh UMKM seperti pengadaan belanja barang semisal katering, seragam, alat perkantoran, dan sebagainya. “Tapi, untuk bisa berpartisipasi UMKM dan Koperasi harus mendapatkan sertifikasi dulu dari Kementerian Koperasi,” kata Kartika lagi.

Namun, Kartika mengatakan platform ini tak hanya untuk meningkatkan pemberdayaan perdagangan UMKM semata. Bakal ada layanan pemberdayaan lain seperti pembiayaan yang akan disediakan oleh bank-bank milik negara.

Tak kurang sudah ada lebih dari tiga insentif yang bisa dinikmati oleh pelaku usaha segmen UMKM yang terprogram dalam kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pelbagai program eksisting tersebut seperti pajak penghasilan final yang ditanggung pemerintah, subsidi bunga kredit, hingga jaminan kredit.

Pemerintah cukup menaruh perhatian besar kepada UMKM lantaran berjumlah hingga 66 juta pelaku dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari seratus juta orang. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga sebelumnya menjanjikan bakal ada bantuan sosial tambahan khusus pelaku UMKM. “Ada 12 juta pelaku UMKM sasaran yang bakal mendapatkan bansos berupa uang modal produktif,” katanya.

Per 25 Juni lalu, pemerintah juga menempatkan uang negara secara langsung kepada bank-bank milik negara seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN senilai Rp 30 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mengakselerasi penyaluran modal kerja baru dengan realisasi penyaluran hingga 22 Juli lalu mencapai Rp 43,5 triliun dengan 518.797 debitur.

Kementerian BUMN mengklaim mayoritas penerima penyaluran PEN tersebut ditujukan untuk pelaku usaha segmen UMKM.

Hal serupa juga dilakukan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) yang terus menawarkan solusi untuk membantu memulihkan kondisi usaha UMKM. Data dari Kemenkop-UKM, sekitar 236.980 pengusaha skala kecil dan menengah telah melaporkan kondisi usaha mereka yang terpuruk di tengah situasi pandemi ini.

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki mengatakan, pelaku UMKM ini mengaku telah kehilangan pendapatan dikarenakan mengalami penurunan permintaan atas produk dan jasa yang ditawarkan. Kehilangan pendapatan ini menjadikan kondisi UMKM semakin terhimpit oleh masalah kredit perbankan hingga mereka pada akhirnya tidak lagi memiliki kemampuan membayar cicilan pembiayaannya.

“Saat ini pemerintah sudah mencoba membantu masalah cashflow ini dengan memberikan restrukturisasi utang mereka selama enam bulan di mana mereka tidak perlu mencicil, lalu subsidi kreditnya dari pemerintah termasuk menghapuskan pajak untuk UMKM,” ujar Teten.

Sedangkan menurut Direktur Utama Rekind, Yanuar Budinorman, mengatakan, pelaku UMKM perlu mendapat sokongan menghadapi masa krisis pandemi Covid-19. Dukungan ini diperlukan karena kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional mencapai 75 persen. “Sejauh ini UMKM memiliki peran sentral dalam perputaran roda ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku UMKM dikenal punya mental baja dan tahan banting dalam menggeluti usaha. Bahkan, di tengah kelesuan perekonomian dan kehati-hatian pengusaha asing, tidak tertutup kemungkinan UMKM menjadi garda terdepan dalam pemenuhuan kebutuhan masyarakat di dalam negeri. "Ini saatnya mereka bangkit dan menjadi pahlawan bangsa dari sektor ekonomi, " tandasnya.

 

BERITA TERKAIT

SiCepat Ekspres Bikin Program Hujan Hadiah Senilai Rp7,5 Miliar

    NERACA   Jakarta - SiCepat mengadakan giveaway Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah 7.5 M, kategori…

SNNU Ajak UMKM Sektor Pangan Manfaat Tekhnologi - Jaring Pasar

Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), Witjaksono, menuturkan saat ini, Indonesia bahkan dunia tengah melawan virus Corona. Meski Indonesia memasuki…

Tips Bisnis Frozen Food Rumahan

    NERACA   Jakarta - Penyebaran virus corona atau Covid-19 masih tinggi. Virus mematikan itu belum ada tanda-tanda akan…

BERITA LAINNYA DI Keuangan

SiCepat Ekspres Bikin Program Hujan Hadiah Senilai Rp7,5 Miliar

    NERACA   Jakarta - SiCepat mengadakan giveaway Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah 7.5 M, kategori…

BUMN Siapkan Rp 18,52 Trilliun Untuk UMKM

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kementeriannya bakal turut membantu memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan…

SNNU Ajak UMKM Sektor Pangan Manfaat Tekhnologi - Jaring Pasar

Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), Witjaksono, menuturkan saat ini, Indonesia bahkan dunia tengah melawan virus Corona. Meski Indonesia memasuki…