SNNU Ajak UMKM Sektor Pangan Manfaat Tekhnologi - Jaring Pasar

Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), Witjaksono, menuturkan saat ini, Indonesia bahkan dunia tengah melawan virus Corona. Meski Indonesia memasuki new normal, semua aktifitas belum sepenuhnya normal, aktifitas masih dibatasi. Meski demikian, kebutuhan pangan tidak lah harus berhenti. Untuk itu, guna menjangkau memenuhi kebutuhan dasar pangan di tengan pandemi Covid-19, SNNU mengajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar memanfaatkan tekhnologi guna menjangkau pasar.

“Pangan sudah lazim menjadi kebutuhan pokok orang banyak. Seperti masa sekarang, di tengah pandemi Covid-19 dimana semua rutinitas masih dibatasi maka UMKM terutama untuk sektor pangan dituntut jadi garda depan memenuhi kebutuhan pokok orang banyak. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan memanfaatkan tekhnologi, guna menjangkau pangsa pasar yang lebih luas,” tutur Mas Witjak yang juga Dewan Pembina  Himpunan Tani Muda Indonesia  (HTMI).

Mengingat, kontribusi UMKM bagi perekonomian Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena,  sekitar 60,3 persen dari total Pendapatan Domestik Bruto ( PDB) Indonesia merupakan kontribusi dari UMKM. Dan tidak hanya itu, UMKM juga diperkirakan memperkerjakan 97 persen dari total tenaga kerja Indonesia.   “Imbas dari Covid – 19 sangatlah besar bagi perekonomian kita. Sektor industri, bisnis sedang lesu. Tumpuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan pada UMKM. Hanya saja, kemampuan dalam menjangkau pasar untuk UMKM masih terbatas. Oleh karenanya, diharapkan dengan memanfaatkan tekhnologi, jangkaun pasar  UMKM bisa lebih luas lagi,” ujarnya.

Selain itu di era digital, masih menurut Mas Witjak, yang menjabat sebagai Ketua KorNas Pertanian PBNU-KEMENTAN, menuturkan, platfom usaha sudah mulai berubah yang dulu mengandalkan pola konvensial kini sudah beralih ke digital. Disamping itu juga, seiring terjadinya perubahan perilaku masyarakat yang didorong pandemi Covid-19. “Sedah menjadi tuntuan era sekarang grand design usaha maupun bisnis sudah beralih ke tekhnologi. Tidak terkecuali UMKM kita yang memang harus mengikuti tuntuan zaman agar bisa bersaing baik dilevel nasional maupun international,” tuturnya.

Perubahan paradigma sekarang tentu memunculkan tantangan sekaligus peluang bagi berbagai para pelaku usaha. Termasuk pada dunia usaha sektor pangan kita dalam melakukan pengembangan bisnisnya. Oleh karena itu, SNNU mengajak dan mendorong UMKM mengadaptasi perubahan yang terjadi dengan memanfaatkan teknologi dan terjun ke ekonomi digital.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, berbagi tips untuk  mencegah pengusaha UMKM gulung tikar. Dua ide menjaga keberlangsungan bisnis UMKM di tengah wabah corona adalah para pelaku UMKM harus berani manfaatkan penjualan secara daring. Terhubung dengan ekosistem digital akan memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai produk UMKM Indonesia. " Dalam masa ini, UMKM yang bisa bertahan adalah UMKM yang terintegrasi dengan ekosistem digital. Tapi hanya 13 persen UMKM kita yang sudah ke digitalisasi," kata Teten.

Teten menjelaskan di masa pandemi ini masyarakat mulai membatasi pembelian secara langsung. Alhasil, pembelian secara online kini menjadi tren karena dinilai lebih aman dan praktis.

Sedangkan yang Kedua, pelaku UMKM di Indonesia harus lebih adaptif dalam menyikapi pandemi corona. Misalnya, mengalihkan produksi bisnis ke berbagai barang yang diperlukan konsumen saat ini. " Seperti alih bisnis ke masker produksi masker atau barang lainnya yang menjadi trend. Artinya UMKM ini merespon permintaan pasar,” kata Teten.

Teten mendorong pelaku UMKM nasional mampu menerapkan kedua poin yang disampaikannya. Apalagi ia berujar jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi menargetkan 10 juta UMKM dapat memanfaatkan penjualan secara daring di akhir tahun ini. " Dua hal itu menjadi penting untuk digitalisasi terintegrasi dan bisnis adaptif. Supaya ke depan dapat memenuhi perubahan konsumen untuk belanja secara online," tandasnya.

BERITA TERKAIT

Kolaborasi Kreatif Cocunut Island dan Wafer Tango : Sebuah Inovasi di Tengah Pandemi COVID 19

NERACA Jakarta - Dalam dunia marketing khususnya di masa pandemi saat ini, berbagai macam brand baik produk fashion, F&B, berusaha…

Jovi Adhiguna Rambah Bisnis Snack Ala Korea

      Ketika berbicara tentang korea, maka sudah pasti memberikan daya tarik tersendiri. Terlebih bagi kaula muda yang memang…

SiCepat Ekspres Bikin Program Hujan Hadiah Senilai Rp7,5 Miliar

    NERACA   Jakarta - SiCepat mengadakan giveaway Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah 7.5 M, kategori…

BERITA LAINNYA DI Keuangan

Kolaborasi Kreatif Cocunut Island dan Wafer Tango : Sebuah Inovasi di Tengah Pandemi COVID 19

NERACA Jakarta - Dalam dunia marketing khususnya di masa pandemi saat ini, berbagai macam brand baik produk fashion, F&B, berusaha…

Jovi Adhiguna Rambah Bisnis Snack Ala Korea

      Ketika berbicara tentang korea, maka sudah pasti memberikan daya tarik tersendiri. Terlebih bagi kaula muda yang memang…

SiCepat Ekspres Bikin Program Hujan Hadiah Senilai Rp7,5 Miliar

    NERACA   Jakarta - SiCepat mengadakan giveaway Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah 7.5 M, kategori…