Sentimen Global Topang Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham Senin (13/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring naiknya bursa saham regional Asia. IHSG ditutup menguat 33,19 poin atau 0,66% ke posisi 5.064,45. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 7,29 poin atau 0,93% menjadi 791,85.”Market mengapresiasi perkembangan penelitian vaksin remdisivir Gilead dalam pengobatan Covid-19," kata analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta di Jakarta, kemarin.

Selain IHSG, nilai tukar rupiah juga ditutup menguat di level Rp 14.425 per dollar AS atau menguat tipis 0,07% atau 10 poin. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia melemah 0,17% ke level 96,492. Salah satu sentimen penguatan rupiah adalah penemuan vaksin Covid-19.

Dari domestik, lanjut Nafan, pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada tengah pekan ini. Secara sektoral, delapan sektor meningkat dengan sektor pertambangan naik paling tinggi yaitu 3,21%, diikuti sektor pertanian dan sektor aneka industri masing-masing 2,36% dan 1,15%. Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor properti dan sektor infrastruktur dasar masing-masing sebesar 0,29% dan 0,14%.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp44,1 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 590.916 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,11 miliar lembar saham senilai Rp6,27 triliun. Sebanyak 237 saham naik, 183 saham menurun, dan 147 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei ditutup menguat 493,93 poin atau 2,22% ke 22.784,74, Indeks Hang Seng turun 44,71 poin atau 0,17% menjadi 25.772,12, dan Indeks Straits Times melemah 21,57 poin atau 0,81% ke 2.631,08. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 27,14 poin atau 0,54% ke posisi 5.058,4. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 6,17 poin atau 0,79% menjadi 790,73.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah sempat memperkirakan IHSG akan menguat pada perdagangan saham awal pekan,”Penguatan IHSG didukung oleh berbagai faktor salah satunya saham AS pada perdagangan Jumat lalu menguat dan bisa menjadi sinyalemen positif bagi saham regional," ujar Alfiansyah.

Sentimen positif lainnya di pasar datang dari indeks berjangka Wall Street yang juga menunjukkan penguatan dan obat antivirus Gilead Sciences Inc yang dipercaya dapat mengobati Covid-19. Sedangkan sentimen negatif bagi IHSG Senin (13/7), yakni nilai tukar rupiah yang rawan melemah terhadap dolar AS dan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di dalam negeri dan di negara-negara lainnya di dunia.

Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei dibuka menguat 351,5 poin atau 1,58% ke 22.642,31, Indeks Hang Seng naik 52,79 poin atau 0,21% ke 25.780,2, dan Indeks Straits Times melemah 3,38 atau 0,13 ke 2.649,27.

BERITA TERKAIT

BTN Dorong Kemudahan Pembangunan Rumah Subsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus  mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan relaksasi sejumlah aturan…

Ditopang Penjualan Lokal - Kimia Farma Bukukan Penjualan Rp 4,69 Triliun

NERACA Jakarta- Bisnis obat di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri seiring dengan besarnya permintaan di masyarakat. Hal inilah yang…

Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

BTN Dorong Kemudahan Pembangunan Rumah Subsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus  mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan relaksasi sejumlah aturan…

Ditopang Penjualan Lokal - Kimia Farma Bukukan Penjualan Rp 4,69 Triliun

NERACA Jakarta- Bisnis obat di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri seiring dengan besarnya permintaan di masyarakat. Hal inilah yang…

Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk…