Saham PGUN Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta – Sejak resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) terus meningkat tajam. Hanya saja, peningkatan harga saham PGUN di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA). Maka oleh karena itu, perdagangan saham PGUN masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat Peng-UMA-0039/BEI.WAS/07-2020.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan, dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy dalam surat keterbukaan Informasi BEI di Jakarta akhir pekan kemarin mengatakan, dengan ini diinformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PGUN yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Dimana informasi terakhir mengenai perusahaan tercatat adalah pada tanggal 6 Juli 2020 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia terkait pencatatan saham dari penawaran umum.

Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham PGUN, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Lebih lanjut, BEI dalam pengumuman menyebutkan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sekedar informasi, pada sesi I perdagangan hari ini, Senin (13/7) saham PGUN terpantau kembali menguat signifikan dengan naik 24,69% atau bertambah 80 poin ke harga Rp404 per saham.

Hingga jeda siang, saham PGUN bergerak dari batas bawah di Rp364 hingga batas atas pada Rp404, setelah sebelumnya di buka pagi ini di Rp372 per saham. Lewat IPO, Pradiksi Gunatama melepas 900 juta saham atau setara 18% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Alhasil, Pradiksi Gunatama mengantongi dana segar Rp 103,5 miliar.

Direktur Keuangan dan Administrasi PGUN, Tamlikho pernah bilang, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk belanja modal seperti membuka lahan dan tanaman baru, pengembangan dermaga (jetty), pembangunan berupa pengerasan jalan. “Dana tersebut juga nantinya akan digunakan untuk membangun fasilitas perumahan karyawan dan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja perseroan,”ungkapnya. 

BERITA TERKAIT

Sarana Menara Raih Pendapatan Rp3,68 Triliun

NERACA Jakarta –Perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Tengok saja,…

Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha…

Betonjaya Manunggal Raup Untung Rp 4,13 Miliar

NERACA Jakarta –Emiten produsen baja, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,13 miliar. Posisi tersebut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sarana Menara Raih Pendapatan Rp3,68 Triliun

NERACA Jakarta –Perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Tengok saja,…

Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha…

Betonjaya Manunggal Raup Untung Rp 4,13 Miliar

NERACA Jakarta –Emiten produsen baja, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,13 miliar. Posisi tersebut…