IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 1,15%

NERACA

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan kemarin ditutup pada level psikologis 5000 dengan mengalami peningkatan sebesar 1,15% pada level 5.031,256 dari level 4,973.794 pada pekan sebelumnya. Senada dengan IHSG, peningkatan juga terjadi pada kapitalisasi pasar bursa yaitu sebesar 1,19% atau sebesar Rp5.828,776 triliun dibandingkan pekan sebelumnya ditutup Rp5.759,763. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Imbas dari peningkatan IHSG dan nilai kapitalisasi pasar bursa selama sepekan juga mengerek pertumbuhan rata-rata nilai transaksi harian. Berdasarkan data BEI mengalami peningkatan paling tinggi yaitu sebesar 23,50% atau menjadi Rp7,946 trilun dari 6,434 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Kemudian peningkatan sebesar 22,23% terjadi pada rata-rata volume transaksi harian menjadi 8,757 miliar unit saham dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar 7,164 miliar unit saham.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 15,50% menjadi 661.177 ribu kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 572.412 ribu kali transaksi. Investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp95,58miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp16,268 triliun.

Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan saham Jum’at (10/7) akhir pekan kemarin, IHSG ditutup melemah 21,54 poin atau 0,43% ke posisi 5.031,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,98 poin atau 0,63% menjadi 784,56. Kekhawatiran eskalasi kasus Covid-19 jadi faktor yang dominan mempengaruhi IHSG di akhir pekan.

Secara sektoral, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor properti turun paling dalam yaitu minus 1,19%, diikuti sektor aneka industri dan sektor konsumer masing-masing minus 1,14% dan minus 1,01%. Sedangkan satu sektor naik yaitu sektor keuangan sebesar 0,14%. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 619.553 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,42 miliar lembar saham senilai Rp6,66 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 260 saham menurun, dan 150 saham tidak bergerak nilainya.

Pada pekan kemarin, BEI mencatat ada tiga perusahaan tercatat yang mencatatkan saham perdana, yakni PT Pakuan Tbk (UANG) yang resmi menjadi emiten ke-30 pada tahun 2020 pada papan pengembangan BEI. Berikutnya PT Boston Furniture Tbk (SOFA) emiten ke-31 pada papan akselerasi dan terakhir PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) resmi tercatat pada papan utama BEI dan menjadi emiten ke-31.

 

 

BERITA TERKAIT

BTN Dorong Kemudahan Pembangunan Rumah Subsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus  mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan relaksasi sejumlah aturan…

Ditopang Penjualan Lokal - Kimia Farma Bukukan Penjualan Rp 4,69 Triliun

NERACA Jakarta- Bisnis obat di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri seiring dengan besarnya permintaan di masyarakat. Hal inilah yang…

Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

BTN Dorong Kemudahan Pembangunan Rumah Subsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus  mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan relaksasi sejumlah aturan…

Ditopang Penjualan Lokal - Kimia Farma Bukukan Penjualan Rp 4,69 Triliun

NERACA Jakarta- Bisnis obat di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri seiring dengan besarnya permintaan di masyarakat. Hal inilah yang…

Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk…