Indofarma Bidik Laba Bersih Tumbuh 12,69%

NERACA

Jakarta –Berhasil membukukan laba bersih di kuartal pertama 2020 sebesar Rp 7,96 miliar menjadi keyakinan hingga akhir tahun masih meraup laba. Bahkan emiten farmasi ini menargetkan pertumbuhan laba bersih di 2020 sebesar 12,69% menjadi Rp8,97miliar. Sepanjang 2019, perseroan mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,96 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan tahunan yang disampaikan di Jakarta, kemarin.

Sementara untuk penjualan, perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 44,85% dengan nilai pendapatan usaha atau penjualan bersih di 2020 sebesar Rp1,97 triliun dibanding 2019 yang sebesar Rp1,36 triliun. Manajemen INAF menyebutkan, sejak memasuki tahun ini, perseroan tetap konsisten melanjutkan penerapan kebijakan strategis di 2019, yakni Turnaround Strategy Indofarma, sehingga perseroan diharapkan bisa memenuhi semua kewajiban dan ekspektasi stakeholders.

Selain strategi penetapan target laba bersih dan pendapatan usaha, pada tahun INAF tetap konsisten untuk memperbaiki portofolio segmen penjualan, baik di Indofarma maupun PT Indofarma Global Medika (IGM) selaku anak usaha yang fokus pada segmen penjualan. INAF berupaya mengubah portofolio dengan memperbesar prosentase penjualan ke segmen regular dan secara bertahap mengurangi prosentase penjualan segmen e-catalog maupun tender.

Ada pula strategi memperbaiki portofolio penjualan segmen produk, baik di INAF maupun IGM, yakni produk pharma, ekstrak dan diagnostic alat kesehatan. Serta, lebih fokus pada pengembangan bisnis dan penjualan produk-produk diagnostik maupun alat kesehatan. Perseroan juga mengaku akan lebih fokus pada pengembangan bisnis dan penjualan produk ekatrak maupun herbal. Target peluncuran produk baru sebanyak 87 item, memperbaiki struktur keuangan, efisiensi biaya, memperkuat sumber daya manusia (SDM), serta mengembangkan pertumbuhan bisnis baru melalui joint venture maupun joint operation.

Lebih lanjut perseroan menegaskan, perseroan konsisten menjalankan strategi bisnis yang ditetapkan pada 2019, meski proyeksi pertumbuhan ekonomi secara global berubah akibat kondisi pandemi Covid-19. Namun, industri farmasi dan alat kesehatan diprediksi tetap bertahan, bahkan meraih pertumbuhan di tengah pandemi Covid-19.

Dalam memacu pertumbuhan bisnisnya, Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto seperti dikutip bisnis pernah mengatakan, perseroan bakal meluncurkan enam produk baru pada Juli 2020.  Menurutnya, peluncuran akan bertepatan dengan ulang tahun perseroan ke 102 tahun. Disebutkan, produk yang akan diluncurkan antara lain teledoc, inbody test, emergency ventilator, medical grade masker, hand sanitizer dan mesin hemodialysis.

Arief menambahkan tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang sebagian besar pertumbuhan itu bakal ditopang oleh peluncuran produk baru. Selain itu, Arief mengungkapkan perseroan sedang mengembangkan kelima produk melalui kerjasama operasi dengan beberapa mitra. Perseroan bertugas dalam hal desain sedangkan produksi dikerjakan mitra.”Setelah itu kami bertanggung jawab di sisi komersial mulai dari marketing, sales & distribusi. Kecuali hand sanitizer yang dikerjakan di fasilitas eksisting yang kami miliki,”ujarnya

BERITA TERKAIT

BTN Dorong Kemudahan Pembangunan Rumah Subsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus  mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan relaksasi sejumlah aturan…

Ditopang Penjualan Lokal - Kimia Farma Bukukan Penjualan Rp 4,69 Triliun

NERACA Jakarta- Bisnis obat di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri seiring dengan besarnya permintaan di masyarakat. Hal inilah yang…

Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

BTN Dorong Kemudahan Pembangunan Rumah Subsidi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus  mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan relaksasi sejumlah aturan…

Ditopang Penjualan Lokal - Kimia Farma Bukukan Penjualan Rp 4,69 Triliun

NERACA Jakarta- Bisnis obat di tengah pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri seiring dengan besarnya permintaan di masyarakat. Hal inilah yang…

Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk…