Distanbun Lebak Optimistis Produksi Gabah 600.000 Ton Terealisasi

NERACA

Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak optimistis target produksi gabah sebanyak 600.000 ton pada 2020 terealisasi karena gerakan percepatan tanam terus dioptimalkan guna mewujudkan swasembada pangan di tengah pandemi COVID-19.


"Kita mengapresiasi pencapaian produksi gabah hingga saat ini sudah mencapai 50 persen atau 300.000 ton dari target 600.000 ton itu," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Kamis (25/6).


Pemerintah daerah terus bekerja keras untuk menggenjot peningkatan produksi dan produktivitas melalui berbagai kegiatan untuk membantu petani agar dapat melaksanakan percepatan tanam. Apalagi, saat ini curah hujan cukup tinggi sehingga memungkinkan untuk dilakukan percepatan tanam,terlebih banyak lahan sawah tadah hujan.


Untuk mendukung pencapaian realisasi pangan dengan menyalurkan bantuan benih kepada petani sebanyak 12.500 kilogram. Selain itu juga mengoptimalkan bantuan alat pertanian yang ada di 28 kecamatan di antaranya traktor.


Begitu juga tenaga penyuluh lapang bersinergi dengan kelompok tani untuk melaksanakan percepatan tanam."Kami berharap percepatan tanam bisa mencapai seluas 30.000 hektare," katanya menjelaskan.


Menurut dia, selama ini produksi pangan sejak Januari-Mei 2020 sebanyak 33.192 ton gabah kering pungut (GKP) dari hasil panen seluas 61. 938 hektare dan tanam 42.428 hektare. Produksi pangan di Kabupaten Lebak dipastikan melimpah dan bisa memenuhi kebutuhan pangan hingga enam bulan kedepan.

Mereka petani Kabupaten Lebak mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal sehingga harga beras relatif stabil dengan kisaran Rp8.500 sampai Rp10.500/Kg. Selain itu juga produksi beras Kabupaten Lebak dipasok ke Pasar Induk Cipinang Jakarta, Tanah Tinggi Tangerang hingga Lampung.


"Kami mendorong petani dapat meningkatkan mutu dan kualitas beras agar bisa bersaing pasar sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.


Ia mengapresiasi selama ini, Kabupaten Lebak masuk daerah lumbung pangan di Provinsi Banten dan terbukti banyak petani menyimpan stok gabah di lumbung-lumbung pangan atau leiut. Penyimpanan stok gabah itu untuk bekal pangan keluarga selama setahun tidak membeli beras dan sisanya mereka menjual berupa beras ke pasaran.


Lumbung pangan di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Cibeber, Malingping, Sobang, Muncang, Wanasalam, Cipanas, Cihara, Panggarangan, Cirinten, Bojongmanik, Cileles, Bayah dan Sajira."Kami yakin panen padi tahun ini dipastikan berlangsung sampai Desember mendatang karena curah hujan cukup tinggi," katanya.


Sementara itu, sejumlah petani di Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak bahwa mereka sudah melaksanakan gerakan percepatan tanam selama sepekan terakhir sehubungan curah hujan tinggi."Kami bersama petani di sini sudah tanam padi seminggu lalu setelah menerima bantuan benih dari pemerintah daerah itu," kata Udin, seorang petani Cimarga Kabupaten Lebak. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

BI Bersama Kodam Jaya Luncurkan Quick Response Indonesia Standard

NERACA Jakarta - Bank Indonesia bekerjasama dengan Kodam Jaya dan beberapa instansi terkait luncurkan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) bertempat…

Habis Idul Adha, Harga Cabai-cabaian Naik Lagi - KOTA SUKABUMI

NERACA Sukabumi - Perkembangan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di beberapa Pasar Kota Sukabumi, sebagian komoditi alami penaikan harga. Diantaranya,…

Pemkab OKU Upayakan Harga Karet Tidak Terus Anjlok

NERACA   Baturaja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, melalui Dinas Pertanian setempat berupaya mencegah harga…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

BI Bersama Kodam Jaya Luncurkan Quick Response Indonesia Standard

NERACA Jakarta - Bank Indonesia bekerjasama dengan Kodam Jaya dan beberapa instansi terkait luncurkan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) bertempat…

Habis Idul Adha, Harga Cabai-cabaian Naik Lagi - KOTA SUKABUMI

NERACA Sukabumi - Perkembangan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di beberapa Pasar Kota Sukabumi, sebagian komoditi alami penaikan harga. Diantaranya,…

Pemkab OKU Upayakan Harga Karet Tidak Terus Anjlok

NERACA   Baturaja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, melalui Dinas Pertanian setempat berupaya mencegah harga…