Aktivitas Sekolah Kota Sukabumi Siap Dimulai Pekan Depan - Masuk Zona Hijau

NERACA

Sukabumi - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Sukabumi memastikan jika pembelajaran ajaran baru di setiap Sekolah tingkat menengah (SMP, SMA, SMK dan sederajat) bisa dimulai pada tanggal 13 Juli 2020 mendatang (pekan depan)."Kita akan memberlakukan pembelajaran di Sekolah secara langsung dan tidak langsung dalam situasi zona hijau," ujar Kepala Dinas P dan K Kota Suakbumi Nicke Siti Rahayu usai melakukan hearing dengan jajaran Komisi III, Senin (6/7).


Teknisnya lanjut Nicke, dalam sehari akan dilakukan dua shift setiap kelasnya, dan waktunya hanya 4 jam mulai dari 07.30 hingga 11.30 WIB."Kita akan lakukan dua kali dalam sehari proses belajarnya dengan waktu masing-masing 4 jam," ujarnya.


Lebih lanjut Nicke menjelaskan, terkait dengan pembelajaran langsung dan tidak langsung tersebut dikembalikan lagi kepada orangtua siswanya sendiri dan pihak sekolah nantinya."Jadi aktivitas pendidikan dilakukan secara bertahap, nantinya ada belajar tatap muka secara langsung dan jarak jauh. Nah untuk jarak jauh ini, gurunya nanti memberikan tugas kepada anaknya dan diharapkan orangtunya melakukan pendampingan saat anak belajar," jelas Nicke.


Untuk bisa kembali menjalankan aktivitas pembelajaran di sekolah secara tatap muka langsung baik SD dan SMP, nantinya pihak Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid-19 terkait dengan persiapan dan syarat-syarat standar yang harus dipenuhi oleh setiap sekolah dalam rangka mewaspadai penyebaran Covid-19."Nanti bisa tidaknya sekolah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, itu keputusannya ada di Gugus Tugas Covid-19," ucap Nicke.


Untuk muridnya sendiri terkait dengan penggunaan masker dikembalikan kepada orangtuanya."Bagi masyarakat mampu, orangtua murid harus membekali anaknya dua masker, satu untuk dipakai dan satunya lagi untuk cadangan. Sedangkan untuk siswa orangtuanya tidak mampu ditanggung sama sekolah" ujarnya.


Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Gagan Rachman Suparman menyetujui hal tersebut, yakni dengan catatan tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah.


"Pembelajaran langsung dan tidak langsung kami setuju, bagi masyarakat yang anaknya akan khawatir terpapar virus Covid-19 bisa dilakukan pembelajaran jarak jauh. Namun dengan catatan juga orangtuanya harus mendampingi anak belajar supaya terkontrol langsung," pungkasnya. Arya

 

 

BERITA TERKAIT

BI Bersama Kodam Jaya Luncurkan Quick Response Indonesia Standard

NERACA Jakarta - Bank Indonesia bekerjasama dengan Kodam Jaya dan beberapa instansi terkait luncurkan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) bertempat…

Habis Idul Adha, Harga Cabai-cabaian Naik Lagi - KOTA SUKABUMI

NERACA Sukabumi - Perkembangan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di beberapa Pasar Kota Sukabumi, sebagian komoditi alami penaikan harga. Diantaranya,…

Pemkab OKU Upayakan Harga Karet Tidak Terus Anjlok

NERACA   Baturaja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, melalui Dinas Pertanian setempat berupaya mencegah harga…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

BI Bersama Kodam Jaya Luncurkan Quick Response Indonesia Standard

NERACA Jakarta - Bank Indonesia bekerjasama dengan Kodam Jaya dan beberapa instansi terkait luncurkan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) bertempat…

Habis Idul Adha, Harga Cabai-cabaian Naik Lagi - KOTA SUKABUMI

NERACA Sukabumi - Perkembangan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di beberapa Pasar Kota Sukabumi, sebagian komoditi alami penaikan harga. Diantaranya,…

Pemkab OKU Upayakan Harga Karet Tidak Terus Anjlok

NERACA   Baturaja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, melalui Dinas Pertanian setempat berupaya mencegah harga…