Dampak Corona - BEI Taksir Capaian Tidak Sebaik Tahun Lalu

NERACA

Jakarta – Soal tidak adanya kepastian kapan pandemi Covid-19 akan berakhir, rupanya berimbas pada geliat transaksi di pasar modal. Alhasil, tren pertumbuhan transaksi di tahun ini turun dibandingkan tahun lalu. Maka berangkat kondisi tersebut, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan pencapaian 2020 mungkin tidak akan sebaik tahun lalu.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, pencapaian tahun ini mungkin tidak akan sebaik tahun lalu. Pasalnya rata-rata nilai transaksi harian saham (RNTH) sempat anjlok ke bawah Rp7 triliun ketika Februari. Namun setelah masuk Mei dan Juni, BEI mulai bisa membukukan laba bersih, kinerja masih hijau. “Semua itu karena kami melakukan serangkaian efisiensi anggaran dan mengurangi berbagai kegiatan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Meski pencapaian tahun ini tidak akan sebaik tahun lalu, lanjut Inarno, pihaknya sampai dengan semester pertama 2020 belum memiliki rencana untuk memangkas target. Pihaknya masih optimistis dapat memenuhi target pencatatan sebesar 57 perusahaan. Selain itu, target lain BEI adalah membangun 30 kantor perwakilan BEI di kota besar di Indonesia. Kemudian memasang target pertumbuhan investor sebanyak 20 persen hingga 25 persen pada tahun ini.

Sementara itu saat ini tercatat investor saham mengalami kenaikan sebesar 8% dari 2019 atau mencapai jumlah 1,19 juta investor saham berdasarkan Single Investor Identification (SID) per Mei 2020. Selain itu terdapat 29 perusahaan yang telah menjadi perusahaan publik selama semester I/2020.

Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan ju terdapat 20 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham di BEI pada semester II/2020. Ke-20 perusahan itu bergerak pada beberapa sektor. Nyoman mengatakan 7 perusahaan berasal dari sektor trade, service and investment. Lalu 5 perusahaan dari sektor properti real estate dan building construction. Adapun sisa 8 perusahaan lainnya merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor agriculture, basic industry and chemical, finance, serta consumer goods industry.

Sebagai informasi, tahun lalu BEI berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,56 triliun atau meningkat 12,4%. Realisasi itu naik bila dibandingkan dengan pendapatan usaha 2018 yakni Rp1,38 triliun. Secara keseluruhan jumlah total pendapatan Bursa Efek Indonesia sebesar Rp1,91 triliun atau meningkat 16,2% dari tahun 2018 yakni Rp1,64 triliun.

Berdasarakan data Bursa Efek Indonesia, jumlah beban 2019 sebesar 1,33 triliun atau meningkat 5,3% dari 2018. Meski terdapat kenaikan beban, perusahaan tetap berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp445 miliar di tahun 2019 atau tumbuh 67,4%. Pada 2019, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp7,20 triliun atau mengalami kenaikan 5,8% dari tahun 2018.

Disebutkan, total kewajiban perusahaan (liabilitas) sebesar Rp2,75 triliun atau turun 5,8% dengan komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi bursa. Terakhir, total ekuitas perusahaan sebesar Rp4,45 triliun atau mengalami kenaikan 14,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Pendapatan Diperkirakan Turun 75% - Waskita Beton Menelan Pil Pahit Imbas Pandemi

NERACA Jakarta – Lesunya sektor infrastruktur akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap moloronya pengerjaan proyek yang telah ditargetkan. Selain itu,…

Sentimen Global Topang Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham Senin (13/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring naiknya bursa…

Miliki Likuiditas Sehat - SMF Lunasi Obligasi dan Bunga Rp 539 Miliar

NERACA Jakarta – Jaga beban hutang, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF siap membayarkan pokok dan bunga obligasi yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pendapatan Diperkirakan Turun 75% - Waskita Beton Menelan Pil Pahit Imbas Pandemi

NERACA Jakarta – Lesunya sektor infrastruktur akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap moloronya pengerjaan proyek yang telah ditargetkan. Selain itu,…

Sentimen Global Topang Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham Senin (13/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring naiknya bursa…

Miliki Likuiditas Sehat - SMF Lunasi Obligasi dan Bunga Rp 539 Miliar

NERACA Jakarta – Jaga beban hutang, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF siap membayarkan pokok dan bunga obligasi yang…